Andaikan. Di sebuah sore saat berjalan di trotoar dekat kantor. Ada secarik kertas terbang dan jatuh di kakiku. Aku meraih dan membukanya.
Cek 1 M. Jantungku berdegup dengan kencang.

Ok What i have to do now?
Cari tahu keabsahan cek itu. Hahaha... honestly, yes aku akan langsung cek keabsahannya ke bank. Apakah cek itu asli atau palsu. Nah kalau cek itu asli dan bisa dicairkan, maka seketika saat itu juga harus dicairkan. Yakin melakukan itu? Yes of course lol. Ah Cmon... thats realistic thinking.

Apa yang terjadi setelahnya? Ok, let me think first.
Kalau saya mendapatkan 1 M seketika maka saya akan membaginya menjadi 3 bagian.
Bagian pertama untuk kebutuhan pribadi saat ini.
Bagian kedua untuk kebutuhan pribadi masa yang akan datang.
Dan bagian ketiga untuk berbagi dengan cara saya.

Ok bagian pertama, saya akan daftar gym plus private trainer. Sesederhana karena harga PT mahal ya, so lets do it now. Setelahnya, saya akan operasi lasik mata. Karena sudah capek pake kacamata dan takut pake contact lens. Dan selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya semua tentang mengoreksi kekurangan fisik dalam diri. Apa yang mungkin sebelumnya tidak dapat dilakukan karena terbentur biaya yang tinggi.

Bagian kedua, saya akan mengalokasikan dana untuk investasi di properti dan emas batangan. Membeli beberapa bidang tanah atau rumah petak serta membeli beberapa gram emas batangan. Dua bentuk investasi yang saya yakini paling aman dan stabil.

Bagian ketiga, saya akan mewujudkan impian saya membuat rumah baca atau perpustakaan mini yang terbuka dan gratis untuk anak-anak atau orang di sekitar saya. Buku-buku yang harusnya ada di perpustakaan itu bisa dibaca mulai dari anak-anak hingga orang tua. Di rumah baca ini nantinya juga akan diadakan kelas-kelas kecil untuk berbagi ilmu bagi anak-anak.

Everything changes karena selembar kertas.




#Day14
----------------------------------------
August 6
Everything changes
Walking down the street, you encounter a folded piece of
paper on the sidewalk. You pick it up and read it and immediately,
your life has changed. Describe this experience.

365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year
The Editors, WordPress.com

Selembar Pengubah Segalanya

by on August 06, 2017
Andaikan. Di sebuah sore saat berjalan di trotoar dekat kantor. Ada secarik kertas terbang dan jatuh di kakiku. Aku meraih dan membukanya. ...

Hi...

Berbicara soal impian. Heum saya dulu sekali selalu bermimpi untuk bekerja di bidang yang saya sukai. Ada hubungannya dengan media, menulis, travelling, dan makan-makan. Saat itu saya memutuskann mengambil pendidikan di Sastra Indonesia juga demi mewujudkan salah satu impian saya sebagai penulis.

Namun, pekerjaan utama sekarang saya jajuh dari impian masa lalu saya. Saat ini bekerja di bidang ekspor import. Saya bekerja di divisi yang mengharuskan saya menulis dokumen export dengan benar. Tidak, kalau kamu pikir pekerjaan saya membuat saya bisa travelling kamu salah. Saya hanya ada di belakang komputer. Dokumen yang saya buatlah yang melanglang buana.

Apakah antara impian dan keadaan saya saat ini terkoneksi? Secara langsung tidak. Apakah pekerjaan saya saat ini merupakan impian saya? Sepertinya tidak. Apakah dengan menjalankan profesi saya saat ini, lantas impian saya menjadi tergadaikan? Tentu tidak.

Tapi, ada satu hal yang saya yakini. Bahwa setiap langkah dalam kehidupan kita nantinya akan bermuara pada satu tujuan. Secara sadar ataupun tidak, impian dan cita-cita akan membawa langkah kita menuju ke titik yang kita inginkan. Tentu jalan yang harus kita tempuh tidak sama. Mungkin ada mereka yang jalan menuju impiannya lurus saja dan lancar. Namun, ada juga yang harus belok-belok ke sana kemari sebelum sampai ke titik impiannya.

Saya yang kedua. Saya anggap apa yang saat ini saya lakukan adalah jalan menuju impian saya. Jalan panjang mungkin tepatnya. Tapi ini adalah proses untuk menjadi. Entah kapan, pasti akan sampai di titik itu. Maka jalani, nikmati, dan syukuri semua yang terjadi saat ini.






#Day13
----------------------------------------------
August 5
Ballerina, fireman, astronaut, moviestar
When you were 10, what did you want to be when you grew
up? What are you now? Are the two connected?

365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com

Proses untuk Terus Menjadi

by on August 05, 2017
Hi... Berbicara soal impian. Heum saya dulu sekali selalu bermimpi untuk bekerja di bidang yang saya sukai. Ada hubungannya dengan media,...
Terbiasa hidup di tengah gemerlap kota metropolitan lengkap dengan segala kemudahan. Dengan gawai di tangan terkadang pula kita dengan mudahnya melakukan apa saja hanya dengan sekali klik. Lapar? tinggal buka aplikasi dan klik pesan makanan. Mau perjalanan saat kita tidak mengendarai pekerjaan, buka aplikasi juga hanya dengan sekali klik. Mau beli ini itu, bayarnya juga bisa melalui gawai. Barang akan dikirim oleh penjual langsung di depan pintu.

Namun, dengan segala kemudahan tersebut kadang kala kita lupa dengan esensi kehidupan sesunguhnya. Lebih mudah mengeluhkan hal hal kecil yang tidak sesuai dengan keinginan kita, kehendak kita. Lebih mudah menyerah melakukan hal yang kita anggap terlalu sulit dan rumit untuk dilakukan.

Pernah merasakan hal seperti sama seperti saya?

Saat hal itu terjadi, coba luangkan waktu "keluar dari peradaban" dan pergi ke tempat yang tak pernah terpikirkan (mungkin) sebelumnya. Kalau saran saya ke gunung. Mendaki gunung.

Tempat yang jauh dari keramaian. Tanpa sinyal telepon. Tanpa gawai. Tanpa segala kemudahan di kota besar. Tanpa keriuhan.

Yang ada hanya, keriuhan alam. Suara angin, burung, gemericik air di sungai atau air terjun, dan suara hati kita (sedeeeep). Saat si manusia milenium ini (panji kali ah) ini tengah ada di alam, tidur di matras sambil membuang pandangan ke hamparan langit penuh gemintang. Si manusia milenium ini menjadi sosok yang keciiill sekali. Gemintang itu menjadi jauh lebih indah dari gemerlap lampu ibukota.

Ini mungkin yang dirasakan alien saat datang ke bumi. Mereka terkerjap dan terkagum kagum dengan keindahan bumi. Tapi kali ini aliennya aku. Jauh dari peradaban akhirnya membuat kita merasa hal hal yang biasanya kita keluhkan saat ada di kota menjadi hal yang remeh temeh. Karena konon, saat mendaki gunung sesungguhnya bukan gunungnya yang kita taklukan tapi ego kita.

Saatnya menjadi alien di dunia kita sendiri. Lepaskan sementara rutinitas dan jadilah alien. Pilih tempat penjelajahanmu sendiri.



#Day12
================================
August 4
Back to the future
Anachronism (noun): an error in chronology; a person or thing
that’s chronologically out of place. Write a story in which a person
or thing is out of place, or recount a time when you felt
out of place.


365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com
Ketika saya diminta menulis surat pada seseorang yang membuat saya iri. Maka inilah yang terjadi. 

Hei kamu Perempuan yang dipilih suami saya,

Terima kasih telah hadir di antara kami, sehingga saya tahu seberapa kuat sesungguhnya hubungan kami. Terima kasih telah pada akhirnya kamu berhasil menaklukan suami saya dan membawanya pergi bersamamu meninggalkan aku. Entah dengan cara apa kamu menaklukannya, entah dengan tubuh atau benar kamu menyentuh sisi maskulinitasnya yang tak pernah bisa aku lakukan.

Karenamu, aku juga bisa sadar sejauh mana kekuatanku menghadapi masalah ini. Aku jadi sadar arti sebuah keluarga sepenuhnya.
Karenamu aku akhirnya sadar bahwa aku memiliki hak untuk bahagia dan kebahagiaan itu ada di tanganku sendiri. Bukan pemberian orang lain.

Terima kasih sudah membuat laki-laki yang telah menemani langkah hidup saya 12 tahun terakhir menjadi sosok yang asing bagi saya. Terima kasih karena semua air mata yang kamu timbulkan sejak kamu hadir di antara kami, entah sejak kapan. Selamat menjalani kehidupan keluarga kecil kalian untuk seterusnya. Entah benar atau tidak, konon katanya kamu sekarang sedang hamil. Lagi lagi selamat ya dan terima kasih telah membuat suami saya menjadi ayah dari anak yang kamu kandung.

Aku di sini hanya akan tersenyum dan melihat kebahagiaan kalian. Mendoakan yang terbaik untuk si jabang bayi. Aku tidak akan menangis lagi hanya karena masalah picisan semacam ini. Happy for both of you. Dont ever thinking about me. I'm okay and always gonna be okay with my life. My ordinary life.

Aku hanya akan membisikkan pesan dari jauh. Hati hati, sekarang ini karma dibayar lunas di dunia dan itu tidak membutuhkan waktu lama. Watch your step and please dont ever make me laugh to watch you eat your karma.

ps : jika kamu membaca surat ini minta suamiku datang temui aku dan berani menjelaskan semuanya. sehingga aku tidak lagi mendengar kebenaran dari orang lain,


(Isi surat di atas fakta atau fiksi itu tergantung kamu melihatnya dengan perspektif apa)


#Day11
================================
August 3
Green-eyed monster
Write an anonymous letter to someone you’re jealous of.


365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com


Anyyeong...

Heum, blog pertama saya bisa dilihat di sini. Tulisan pertama saya publish pada September 2009. Mereka yang mengenal saya pastilah paham alasan dibalik dibuatnya blog itu. Blog Perempuan Langit lahir karena saya perlu sarana untuk menuangkan semua yang ada di dalam kepala dan hati saya. Seorang kawan yang juga psikolog menyarankan saya untuk menuliskan semua yang saya rasakan. Alasannya saat itu agar emosi saya lebih stabil dan saya cepat move on dari permasalahan saat itu.

Dengan alasan itu, jadi bisa dilihat hampir semua tulisan dalam blog lama saya ada puisi atau curahan hati. Ada yang bilang semuanya itu kejadian nyata. Saya juga mungkin akan mengatakan demikian. Tapi mungkin juga tidak sepenuhnya benar. Ah sudahlah perdebatan antara nyata atau tidak sumber dari tulisan saya biarlah saya yang tahu hehehe...

Saya sempat konsisten menulis selama tiga tahun berturut turut. Menulis menjadi sebuah kebutuhan bagi saya bukan hanya terapi emosional. Lantas angin berhembus ke arah yang berbeda. Dan entah mengapa, saya merasa menulis bukan lagi untuk mencurahkan perasaan saja, paling tidak bukan hanya sekedar itu.

Saya kemudian bertemu dengan orang orang yang menunjukkan pada saya, menulis blog itu bisa mengarah pada hal lainnya yang jauh lebih bermanfaat bagi banyak orang. Istilah kerennya blogger. Saya perlahan belajar bagaimana menjadi blogger yang baik. Menciptakan branding yang baik pula tentang diri dan blog kita. Saya kemudian membuat blog baru dengan tujuan yang lebih "serius". Maka blog ini lahir kemudian.

Tujuan dan arah saya menulis blog sudah berubah dari awal dulu. Mungkin sesekali saya masih sering curhat, tapi lebih banyak berusaha membagikan hal hal baik pada banyak orang. And here i am today with my new blog.



#Day10
================================
August 2
Origin story
Why did you start your blog? Is that still why you blog,
or has your site gone in a different direction than you’d
planned?


365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com


Beberapa waktu lalu, rame cuitan seorang psikolog bernama Elly Risman yang membagikan sebuah artikel berita.  Dalam berita itu yang menyebut Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) yang dipunggawai oleh Triawan Munaf akan mengundang SNSD dalam rangka peringatan kemerdekaan ke 72 RI di bulan Agustus mendatang. Sambil membagikan tautan, Elly Risman mencuit beberapa kali mengenai berita tersebut dengan mention ke akun Triawan Munaf dan tagar #yangbenaraja . Elly mempertanyakan keputusan Bekraf saat mengundang SNSD yang disebut sebagai simbol seks dan pelacuran. Cuitan Elly Risman ini sontak membuat netizen gaduh.

Para penggemar KPop langsung menyerbu tweet tersebut dengan komentar protes dan kemarahan.
Para Kpopers itu menunjukkan bukti bukti bawah SNSD tidak pantas mendapatkan predikat tersebut karena berbagai kiprah mereka dalam bidang sosial. Kegaduhan ini bahkan membuat Triawan Munaf bahkan harus membalas cuit Elly Risman dan menjelaskan bahwa SNSD diundang bukan dalam rangka peringatan kemerdekaan Indonesia tapi dalam rangka Countdown Asian Games 2018.









Mendapatkan berbagai serangan dari netizen atas cuitannya, akhirnya membuat Elly Risman mengeluarkan cuitan lagi. Kali ini ia meminta maaf karena terlalu cepat memberikan respon pda artikel berita yang belum valid kebenarannya. 

Apa yang terjadi pada Elly Risman ini mungkin juga bisa terjadi pada kita semua. Ketika menerima informasi yang belum tentu kebenarannya kemudian memberikan reaksi berlebihan tanpa mencari tahu validitas informasi tersebut. Banyak yang demikian? Banyak sekali. Dan itu mengapa pengguna internet di Indonesia begitu mudahnya terprovokasi dan tergiring opininya oleh berita berita sesat yang tak jelas kebenarannya. Yang demikian ini bukan hanya terjadi pada mereka yang tingkat pendidikannya rendah saja, seperti yang kita ketahui Elly Risman adalah psikolog dan ahli parenting ternama di Indonesia. 



Kali ini saya ingin menyampaikan dua pendapat mewakili sisi yang pro dengan cuitan Elly Risman yang menyatakan SNSD merupakan simbol sex dan pelacuran serta sisi yang kontra mewakili para KPopers. 

Pro

Pernyataan Elly Risman ini berdasarkan ketakutannya bahwa SNSD akan memberikan dampak negatif pada anak anak. Anak-anak yang melihat pertunjukkan SNSD saat acara yang berlangsung 18 Agustus 2017 itu nantinya akan meniru. Seperti yang kita tahu, anak-anak adalah peniru yang ulung. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita sebagai orang dewasa melindungi anak-anak dari kemungkinan dampak buruk dari kebudayaan luar. Termasuk girl band SNSD. 

Kontra

Harusnya sebelum protes dan membagikan cuitan tentang sesuatu berita klarifikasi dulu, apakah benar SNSD merupakan simbol sex dan pelacuran. SNSD itu siapa dan bagaimana kiprahnya di Korea Selatan. Kalau girlband seperti SNSD disebut sebagai simbol sex dan pelacuran bagaimana dengan banyak penyanyi dangdut tanah air yang menggunakan goyangan erotis. Para penyanyi dangdut itu tidak hanya menampilkan goyangan di panggung panggung off air besar, banyak juga di panggung panggung kecil yang penontonnya adalah anak-anak. 
Apakah anak-anak nantinya akan meniru atau tidak SNSD dalam berbusana atau bertingkah laku, itu bagaimana orang tuanya. Jangan terlalu paranoid dengan budaya luar, kalau anak sudah ditanamkan keimanan sejak kecil. Mereka akan memiliki self filter dalam dirinya sendiri. Tanpa harus terus menerus kita jaga.  


#Day9

============================
August 1
A house divided
Pick a divisive issue currently in the news. Write a two-part
post in which you take on two personas and approach the
topic from both sides. Bonus points for a creative format
(roundtable discussion, debate transcript, etc.).


365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com

Kalau ada kata lain yang mendeskripsikan perasaan bangga yang saya rasakan pada dia mungkin saya akan gunakan sekarang. Lebih dari sekedar bangga padanya.

Siapa dia? 

My beloved sister, Lenny Pebroina Suryaningsih

Dia bertransformasi dari anak kecil yang dulu suka merengek jika meminta sesuatu. Menjadi seorang wanita dewasa yang menjadi kebanggan keluarga. Dia tidak hanya mewujudkan banyak harapan orang tua saya, tetapi juga sebagai penebus rasa bersalah saya. Ketika saya banyak mengecewakan orang tua dengan berbagai hal, dia menjadi semacam obat penawar kekecewaan orang tua, bagi saya. 

Mulai dari saat dia berhasil masuk STAN dan menjadi PNS sesuai dengan keinginan Papa Mama hingga hal hal kecil yang mungkin belum bisa saya lakukan. Kadang rasa iri itu muncul, mengapa dia begitu beruntung dibandingkan dengan saya. Namun ketika sadar, setiap manusia memiliki path kehidupan masing masing, saya lantas mensyukuri semuanya. 

Dan saat ini saya ingin menyampaikan hal ini.. 

Melihat adek seperti saat ini sekarang, kakak lebih dari sekedar bangga atas semua capaianmu dalam hidup. Semoga terus bisa membahagiakan Papa Mama dan membahagiakan dirimu sendiri. You are my everything. Kebanggaan dan kekaguman serta doa terbaik selalu hadir saat melihatmu saat ini. 


#Day8

July 31
Pat on the back
Tell someone you’re proud of just how proud you are.

365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com

Lebih Dari Sekedar Bangga

by on August 01, 2017
Kalau ada kata lain yang mendeskripsikan perasaan bangga yang saya rasakan pada dia mungkin saya akan gunakan sekarang. Lebih dari sekeda...