Ketika Meneruskan Pendidikan Menjadi Pilihan Lagi


Pendidikan. Melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi sempat menjadi impian saya dulu.
Mendalami bidang ilmu yang saya pilih di universitas yang selalu saya idamkan. Namun, keinginan melanjutkan pendidikan itu kemudian tersisihkan dengan keinginan keinginan lain yang lebih "menyenangkan". Teralihkan dengan rencana rencana kehidupan lain yang lebih membuat saya bergairah. 

Lantas, sekarang ini saya diajak berandai andai. Jika saja sekarang ini saya bisa minggir sejenak dari kehidupan saya sekarang dan kembali melanjutkan pendidikan. Saya ditanya hendak melanjutkan pendidikan apa. 

Sesungguhnya, keinginan untuk melanjutkan pendidikan kembali muncul beberapa bulan terakhir. Niatnya saat itu saya ingin mencari kesibukan dan mengalihkan pikiran. Jika sekarang saya dipertemukan dengan tantangan untuk menjawab pertanyaan itu, apakah pikiranmu dengan saya sama? Semesta menggerakkan semuanya hehehe... 

Ok. Lantas apa pilihan saya? Ada beberapa ilmu yang menjadi sesuatu yang ingin saya dalami lebih jauh setelah melihat banyak sekali drama Korea dan serial CSI hahahah... Apalagi kalau bukan bidang hukum dan kedokteran. Selain tentunya melanjutkan pendidikan saya di Sastra Indonesia. 

Untuk kedokteran sangat tidak mungkin saya pilih. Padahal saat menonton serial itu saya paling excited pada bagian operasi atau saat otopsi. Sensasi luar biasa saat kita bisa membedah tubuh seseorang heheheh... 

Hukum? Lebih mungkin dijadikan pilihan. Keinginan saya untuk menjadi pengacara atau jaksa sebenarnya sudah muncul sejak SMA tapi kalah dengan impian saya menjadi penulis dan wartawan. Tapi entah mengapa saat ini saya ingin lagi menjadi seseorang yang bisa membela keadilan di depan ruang sidang.
Ah di saat saat seperti ini impian impian berloncatan satu persatu. Rencana - rencana yang tertunda menjadi api harapan untuk tetap tersadar menjalani kehidupan. Sebagai pengingat juga jika masih ada alasan untuk bertahan dan memperjuangkan sesuatu. 

Ah galau lagi. Ok, kembali tentang rencana pendidikan. Ada satu lagi bidang yang mungkin bisa dipilih. Melanjutkan pendidikan ke S2 Kajian Sastra Budaya atau Media dan Komunikasi yang lebih relate dengan pendidikan saya sebelumnya. 

Kemudian, jika memang melanjutkan pendidikan menjadi pilihan lagi dalam hidup saya, yang harus dibenahi adalah alasan dan tujuan. Bukan lagi semata mata untuk mengisi kesibukan atau mengalihkan pikiran. Bukan lagi itu. Tapi saat memang ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tujuan saya haruslah untuk meluaskan cakrawala berpikir saya. Menggerakkan kembali sel sel aus dalam otak saya. Dan tujuan tujuan lain yang lebih besar dari diri dan kehidupan saya. 

Nah, kemudian pikiran logisnya setelah rencana ini menjadi sebuah api baru adalah bagaimana rencana dan impian ini menjadi mungkin diwujudkan. Hanya ada dua pertimbangan biaya dan waktu. Waktu menjadi krusial karena harus menyesuaikan dengan waktu jam kerja saya. Jika demikian, maka pilihannya mau tidak mau harus mengerucut. Juga pada pilihan di mana saya mengambil pendidikan. Yang paling memungkinkan dari semua pertimbangan itu adalah saya mengambil pendidikan di Universitas Terbuka secara online atau mengambil Kelas Karyawan yang ditawarkan beberapa universitas.

Ah masih banyak hal dan pertimbangan yang harus dipikirkan. Yang pasti pendidikan akan selalu menjadi pilihan bagi kita yang memberikan ruang untuk diri untuk memilih. Dan hal lainnya, tidak ada kata terlambat untuk melanjutkan pendidikan apapun alasannya. 


#Day3  

============================
July 26
Back to school
If you could take a break from your life and go back to school
to master a subject, what would it be?

365 DAYS OF WRITING PROMPTS
A prompt to fire your imagination, each and every day
for a year

The Editors, WordPress.com

sumber gambar diambil dari sini

No comments:

Post a Comment