Rindu...

Tiba tiba ingin sekali menjadi pujangga
yang dengan mudahnya merangkai kata seperti aku yang dulu...

Tiba tiba rindu sekali pada diri yang bebas tanpa beban melakukan apapun yang diinginkan

Belajar pada dia yang tak takut menantang sunyi. karna ia percaya akan ada pucuk pucuk daun yang akan temaninya nanti. foto by : neng.nunung
Ingin pergi, bergegas pergi
Ingin teriak, suara sekencang hembusan angin Desember pun tercipta
Ingin menangis, tak perlu menunggu hujan menyamarkan suara dan aliran air dari mata

Tiba tiba ingin sekali menjadi diri yang dulu...

Dan ketika keinginan itu muncul, suara sumbang pun muncul "ah kamu hanya tak pandai bersyukur kawan... "

Banyak hal yang belum tertunaikan di sisa usia ini...

Ah... andaikan saja aku memiliki jam pemutar waktu, aku bisa kapan saja kembali ke masa lalu dan memperbaiki yang salah

Ah... andaikan saja ku punya kuasa, aku ingin memundurkan kembali usiaku, hingga jeda dengan kematian semakin jauh...

Ah... andaikan...

Dan aku tahu...
Aku hanya rindu pada diriku sendiri, tanpa kelambu kepalsuan, tanpa topeng, tanpa mengorbankan idealisme dan pertentangan hati...

Catatan menjelang pergantian angka...

10 comments:

  1. Aku merindukan masa lalu yang tak akan pernah kembali.

    ReplyDelete
  2. Syukuri apa yang terjadi sekarang. Masa lalu hanya sebuah pembelajaran.

    ReplyDelete
  3. saya pun kadang rindu masa lalu :)

    ReplyDelete
  4. aku juga sama merindukan masa lalu yang tak akan pernah kembali

    ReplyDelete
  5. kadang saya suka melihat ke masa lalu. Tapi karena sadar gak akan balik, jadi ya sudahlah :)

    ReplyDelete
  6. Ketika kamu melihat masa lalu...
    Dan menyesal pada sketsa awal kehidupan... Sesungguhnya asal muasal peristiwa itu dari rasa dan karsa mu...
    Dan dari imajinasi yang hanya melemparnya kepada realita kenyataan...
    Jangan kamu merasa menjadi Pesakitan...
    Dan ketika kamu mengangkat kepala, yg ada hanya ketamakan…

    Masa lalu kamu, menyuarakan seruling dan menggembalakan kehendak...

    Saat kamu ceria dan bebas seperti elang yang terbang mengitari ladang, kamu bukanlah budak kesenangan…

    Dan hari ini aku katakan, cerita tentang mu telah ditulis sejak Adam akan diciptakan...

    Jangankan perihal Manusia, kapan daun akan jatuh pun sudah tercatat sebelumnya...

    Sikapilah dengan bijaksana, bahwa aku, dirimu, kita, dan mereka, tak lebih hanya sebagai pelaku dan saksi-saksi berjalannya peradaban dunia...

    ReplyDelete