Tiba tiba ingin sekali menjadi pujangga
yang dengan mudahnya merangkai kata seperti aku yang dulu...

Tiba tiba rindu sekali pada diri yang bebas tanpa beban melakukan apapun yang diinginkan

Belajar pada dia yang tak takut menantang sunyi. karna ia percaya akan ada pucuk pucuk daun yang akan temaninya nanti. foto by : neng.nunung
Ingin pergi, bergegas pergi
Ingin teriak, suara sekencang hembusan angin Desember pun tercipta
Ingin menangis, tak perlu menunggu hujan menyamarkan suara dan aliran air dari mata

Tiba tiba ingin sekali menjadi diri yang dulu...

Dan ketika keinginan itu muncul, suara sumbang pun muncul "ah kamu hanya tak pandai bersyukur kawan... "

Banyak hal yang belum tertunaikan di sisa usia ini...

Ah... andaikan saja aku memiliki jam pemutar waktu, aku bisa kapan saja kembali ke masa lalu dan memperbaiki yang salah

Ah... andaikan saja ku punya kuasa, aku ingin memundurkan kembali usiaku, hingga jeda dengan kematian semakin jauh...

Ah... andaikan...

Dan aku tahu...
Aku hanya rindu pada diriku sendiri, tanpa kelambu kepalsuan, tanpa topeng, tanpa mengorbankan idealisme dan pertentangan hati...

Catatan menjelang pergantian angka...

Rindu...

by on November 21, 2016
Tiba tiba ingin sekali menjadi pujangga yang dengan mudahnya merangkai kata seperti aku yang dulu... Tiba tiba rindu sekali pada diri yan...