Beberapa hari ini di Surabaya suasananya cakung (cuaca mendukung) untuk ngemil. Mendung, dingin, dan angin sepoi-sepoi hehehe… Bawaannya lapar terus. Kalau saya sih ya. Di kantor juga pendingin udaranya dipasang agak kencang, klop deh tambah lapar.

Terus iseng kepikiran enak kali ya kalau siang siang mendung gini makan Pisang Keju. Senggol-senggol cantik temen kantor ada yang mau beli sekalian gak. Ternyata mereka juga mau. Oh ya, letak kantor saya di Embong Malang Surabaya. Nah di dekat kantor saya ada penjual Pisang Keju yang tersohor ke seluruh Surabaya. Dan konon katanya sudah membuka cabang di mana-mana. Saya kan jadi penasaran, memangnya seenak apa sih?

Jadi jam istirahat siang itu saya melajukan motor saya ke Jalan Arjuno. Kalau dari Embong Malang saya tinggal lurus aja ke arah jalan Tidar, sampai ketemu perempatan Arjuno Primagama. Belok kiri di situ. Nah lokasinya kios Pisang Keju Arjuno ini dari informasi yang saya dapat ada di seberang Pom Bensin Arjuno. Saya sudah percaya diri mengarahkan motor saya di Pom Bensin Arjuno yang di depan Pengadilan. Kalau menurut informasi di seberangnya kan berarti ada di sekitar Pengadilan kan ya. Meluncurlah saya ke sana. Saya putari sampai dua kali kok gak ketemu. Akhirnya saya menyerah dan mengarahkan motor saya kembali ke kantor.

Perjalanan ke kantor saya lewat jalan Arjuno ke arah jalan Kedung Doro. Tidak seberapa lama, saya melihat di sebelah kiri ada rombong dengan aksen warna hijau mencolok sedang dikerubungi orang banyak. Saya dekati, ternyata itu Pisang Keju Arjuno yang saya cari. Penasaran, saya tolah toleh ke sekelilingnya, mana Pom Bensinnya. Dan terlihat di seberang rombong itu ada Pom Bensin. Glodaaak… lupa saya kalau di sepanjang jalan Arjuno ini ada dua Pom Bensin. Oke lah, mari kita turun dan beli.

Ternyata oh ternyata… antriannya panjang gila. Jadi kita yang mau beli begitu datang harus ambil nomor antrian ala ala kalau mau ke CS Bank. Sudah deh tinggal tunggu panggilan. Pelayanannya lumayan cepat. Jadi antrian yan panjang pun cepat tandas. Giliran saya yang memesan Pisang Keju. Setelah proses beberapa menit, saya kembali ke kantor membawa tentengan Pisang Keju.

Mari kita incip dan nikmati.

Oh ya, di Pisang Keju Arjuno ini ada beberapa varian menu seperti yang saya foto ini yah. Siang itu saya pilih dua varian, original untuk teman-teman dan meses untuk saya. Sampai kantor kami incip sama-sama.

Porsinya sih banyak ya kalau menurut saya. Cukup puas lah buat teman chit chat saat jam istirahat. Kalau menurut saya, saya lebih suka rasa original daripada meses. Kalau yang meses terlalu manis rasanya jadi gampang eneg. Selain itu pisangnya crunchy karena komposisi balutan tepungnya banyak. Lebih enak lagi kalau tepungnya tipis tipis saja, yang gendut pisangnya hehehe…

Overall enak kok, pengen cobain varian rasa lainnya next time. Kisaran harganya juga murah antara 7000-20.000. Kalau pengen langsung cuss merapat ke Jalan Arjuno. Atau kalau malasnya keluar bisa kayaknya pesan delivery.

Semoga Bermanfaat.


Neng Nunung 











Tenang Gunakan SULAMIT COSMETICS, Kosmetik Lokal yang AMAN & BerBPOM

SULAMIT? Apaan sih itu?

Jujur waktu pertama kali mendengar rekomendasi teman tentang SULAMIT itu saya gak pernah terpikir bahwa itu merk kosmetik. Atas rekomendasi teman ini pulalah saya akhirnya penasaran dan mencari tahu tentang SULAMIT.

Woilaah…

Ternyata Sulamit ini produk kosmetik dalam negeri loh. Tapi eits, kok ada berita miring ya tentang produk SULAMIT yang dibilang ga aman lah, ditarik BPOM lah, dll. Gak terima dapat rekomendasi produk yang “gak jelas” dari teman, langsung saya complain dan menceritakan hasil telusur saya di internet.


Jawabannya hanya sederhana. “Cek di web BPOM yang resmi dan coba sendiri pakai kosmetiknya. Nanti kamu bakal tahu.” Sudah gitu aja… Akhirnya karena ke-KEPO-an saya pun menjadi-jadi, website BPOM pun saya buka. Saya ketik “SULAMIT” dan taraa… ada sekitar 70 produk yang terdaftar dengan merk SULAMIT terdaftar di BPOM. Nah loh, terus apa kabar berita yang menyatakan SULAMIT cosmetics berbahaya?

Ini kalau logika saya sih ya, kalau ada kosmetik yang sudah terdaftar di BPOM dan memiliki nomor NA berarti kosmetik tersebut sudah aman untuk digunakan. Nah si SULAMIT ini udah jelas sih terdaftar di BPOM dan ada nomor NAnya. Paling tidak satu kekhawatiran saya tertepiskan.

Dan ternyata eh ternyata SULAMIT COSMETICS ini 100% produksi Indonesia loh. Pabrik dan perusahaannya ada di Indonesia. Jadi ini mah ceritanya karya anak bangsa hehehe… Masa giliran produk bangsa sendiri dianggap sebelah mata dan jadi bahan sasaran empuk berita karena kesalahan prosedur administratif atau apalah. Apa kabar kosmetik yang katanya “racikan dokter” dan import yang bahkan terregistrasi di BPOM saja nggak.

Saya jadi tambah penasaran ama produk SULAMIT COSMETICS ini. Ssst… saya sudah coba sendiri loh. nantikan reviewnya di tulisan saya selanjutnya yah.

Saya mah cuma beneran pengen bilang, sok atuhlah kasih kesempatan produk lokal, terutama kosmetik untuk ikut bersaing memberikan kualitas terbaiknya bagi kecantikan perempuan Indonesia. Karena selama ini kita sebagai konsumen patokannya di BPOM, jadi selama produk tersebut teregistrasi di BPOM dan ada nomor NAnya, harusnya kita merasa aman menggunakannya. Be Smart ya teman-teman, kalau dapat berita atau kabar tentang suatu produk mau itu positif atau negatif, mendingan lakukan cara seperti saya. Cek langsung kebenarannya di sumber yang paling valid. Ok?

Semoga bermanfaat.

Neng Nunung   






Gemiricik air itu telah memukul tanah kering
Bertalu-talu
Menghempaskan segala kehampaan seiring aroma hujan yang menguar
Aku menantimu sekian lama
Di gigir kesunyian
Aku merindukanmu sepanjang nafasku
Titik titik air itu selalu membesarkan harapku
Kau kan kembali membawa sebuncah rindu yang menggebu
Dan aku akan memelukmu dengan erat
Melepaskan semua penat dan resah
Tapi…
Gemericik hujan kali ini pun dengan hujan sebelumnya
Bayanganmu tak nampak dalam ekor mataku
Dan aku…
Hanya bisa memeluk hujan
Memeluk kerinduanku erat-erat…


Neng Nunung

Memeluk Hujan

by on February 22, 2016
Gemiricik air itu telah memukul tanah kering Bertalu-talu Menghempaskan segala kehampaan seiring aroma hujan yang menguar Aku men...

Surabaya itu surganya kuliner pedas, itu menurut saya sih. Percaya ga? Percaya aja lah ya… Coba mari kita absen satu per satu, bebek goreng (ini sambelnya yang pedes), bebek mercon, nasi goreng Jancok, mie setan, ceker pedes, mie ndower, risol klenger, dll. Banyak banget, kalau ditulis semua mah bisa gak cukup satu postingan ini (iya maaf bener agak lebah).

Nah ada lagi satu cemilan yang saya sukaaa pake banget. Ciri cirinya, kecil, manis, asam, pedas, bikin keringatan pas makan, dan gak bisa berhenti. Apa itu?? Ini nih saya lihatin yaah




Yup, manisan mangga pedas. Sebenarnya jujur deh bingung saya kasih nama cemilan ini. Ini manisan mangga kering, tapi asem kan rasa mangganya, terus pedesnya itu yang bikin mulut ndower tapi gak berhenti ngunyah. Pak Tomo, yang jual gerobak manisan ini di Kayoon Surabaya, setiap ada yang tanya “pedas gak pak ini?” jawabannya selalu “Gak kok mbak, cuma lombok dua”. Dan semua orang yang mendapat jawaban itu, selalu tertawa.

Jelas tertawalah, lah mana mungkin cuma lombok dua lah wong remahan cabenya di mana-mana. Sekali saja manisan mangga ini masuk ke mulut, sshhh udah deh dijamin ini lidah ajeb ajeb. Tapi meskipun kepedasan, anehnya ga berhenti buat nyomot manisannya. Ini mengandung candu rupanya hehehehe…


Oh ya, Pak Tomo ini manisannya lengkap banget. Sayur ada buah ada, mulai dari mangga, salak, cerme, sawi, kedondong, dll. Lokasi tepatnya ada di depan Kantor Pajak Genteng Kali di jalan Kayoon Surabaya. Udah cuma di situ doang ada gerobak jualan manisan. Saya langganan udah lama banget, mulai jaman Pak Tomo masih pake gerobak dorong sampe sekarang pake motor gerobak. Rasanya tetap sama enaknya. Pelayanannya juga sama ramahnya.

Kalau pengen beli manisan Pak Tomo ini kudu stand by. Beliau datangnya siang, sore jam 5 udah tutup. Sangking ­nge-fansnya saya sama manisan buatan Pak Tomo, dulu pernah saya coba kulakan manisan ke Pak Tomo dan dijual antara teman-teman saja. Tahu lokasi rumahnya juga, ingat banget waktu itu hujan-hujan beliau ndak jualan, saya dan suami bela-belain ke rumahnya.

Kalau favorit saya manisan mangga pedas yang kering. Ini kalau disimpan di toples, trus di bawa ke kantor, pas siang-siang mata ngantuk, comot manisan ini satu aja deh. Langsung ON semuanya. Oh ya harganya terjangkau kok. Teman-teman bisa beli 1 ons, 250 gram, atau satu kg sekalian hehehe… Kalau pergi ke luar kota, manisan pedasnya Pak Tomo ini ngangenin banget. Coba deh kalau ke Surabaya datang ke jalan Kayoon dan cari gerobak manisannya pak Tomo ini di sebelah kiri jalan dari jalan Pemuda.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung   



Kira-kira saat Anda membaca tulisan saya, apa yang Anda pikir ada di dalam tulisan saya? Soal prostitusi di Gang Dolly Surabaya? Ah kalau itu mah Bu Risma, Walikota Surabaya, sudah nutup lokalisasi itu. Jauh sebelum gonjang ganjing Kalijodo di Jakarta, akhir-akhir ini. Atau mungkin Anda berpikir tentang sindikat penjualan manusia? Hehehe… Tulisan ini jauh dari hal-hal di atas. Ini cerita tentang salah satu makanan kesukaan saya. Apa coba?

Yeaahh… WINGKO hehehe…

Waktu pertama kali tahu tentang Winona, Wiwien, dan Wike ini dari Facebook. Salah seorang teman mempromosikan wingko dengan nama unik unik ini di FB. Teman saya yang bernama mas Anas Pandu ini membagikan berbagai foto wingko yang menggugah selera. Ya, mas Anas Pandu inilah GERMOnya Winona, Wiwien, dan Wike. Saat saya tanya ‘apa sih mas artinya GERMO’ dia menjawab sambil tertawa kalau itu singkatannya Gemar Menjual Wingko.

Saya penasaran banget, dan akhirnya order beberapa kotak. Penasaran, gimana sih bentuknya si Wiwien, Winona, dan Wike ini, hehehe… Jadi, WINONA itu Wingko Mini Toping Almond, WIWIEN itu Wingko Toping Wijen, dan WIKE itu Wingko Keju. Selain ketiga varian tersebut ada juga WIWIX alias Wingko Mix, ada Wingko Lanang, Wingko Jumbo, Wingko Mini, dan Wingko Pingpong. Semuanya bertajuk Wingko Soerobojo.

Dirut Wira Jatim Arif Afandi juga penggemar Wingko Soerobojo
Lah kok bisa Soerobojo? Kan wingko bukan makanan asli Surabaya. Lah inilah cerdiknya mas Pandu dalam penciptaan produk dan pemasaran Wingko Soerobojo. Mas Pandu pertama kali mendapat ide memproduksi wingko ini karena ia memang ingin memiliki usaha di bidang kuliner. Sempat ingin berjualan pentol tapi urung. Akhirnya memilih wingko karena ini adalah salah satu jajanan tradisional favoritnya. Selain itu ia juga ingin mengangkat jajanan tradisional ke level lebih tinggi. Dengan kreasi yang dilakukannya bersama sang Istri, mas Pandu menyulap wingko yang dikenal berasal dari Babat Lamongan, menjadi jajanan modern ala kota metropolitan Surabaya.

Begitu mencoba gigitan demi gigitan Wingko Soerobojo ini, rasanya beneran beda. Manisnya pas gak terlalu eneg. Saya lebih suka lagi karena ukurannya yang sebagian besar relatif kecil, jadi bisa langsung hap saat makan. Varian rasa wingko yang ditawarkan Wingko Soerobojo ini membuat saya dan teman-teman di kantor, dan juga teman komunitas, doyan dan gak bosen nyemil wingko. Biasanya kan wingko yang ada di pasaran rasa manisnya itu terlalu, jadi makan sepotong dua potong saja sudah eneg.

Mas Pandu tengah membuat Wingko
Rasa Wingko Soerobojo yang unik ini membuatnya laris di pasaran dan diburu. Mas Pandu mengakui sedikit kewalahan menangani order dari seluruh Indonesia. Karena tantangannya sekarang ini karena Wingko Soerobojo yang diproduksinya alami tanpa pengawet, sehingga tahannya maksimal 3 hari. Sementara order yang diterimanya dari seluruh Indonesia, bahkan juga ada yang order untuk oleh-oleh ke luar negeri. Saat ini, menurut Mas Pandu, sehari ia bisa mendapat omzet penjualan 500-1 Juta. Lonjakan omzet ini berimbas pada proses produksi yang juga bertambah kapasitasnya. Kalau dulu, produksi wingko hanya dikerjakan olehnya dan istri. Sekarang, mas Pandu sudah memiliki pegawai untuk produksi.

Mereka yang belum pernah coba Wingko Soerobojo, saat pertama kali coba saya jamin pasti ketagihan hehehe… Saya saja sampe sekarang masih ngiler terus kalau mas Pandu post di FB tentang Wingko Soerobojo. Oh ya, harga Wingko Soerobojo berkisar 15.000-30.000, jadi sangat terjangkau untuk siapa saja. Sekarang ini malah, mas Pandu tengah melebarkan sayap bekerja sama dengan beberapa hotel untuk mengenalkan Wingko Soerobojo sebagai salah satu oleh-oleh khas kota Surabaya. Udah ah nulisnya, waktunya ngunyah Wingko Soerobojo lagi. Hehehe…

Semoga bermanfaat

Neng Nunung

Foto-foto diambil dari SINI

Yang ingin saya tulis ini sungguh momok bagi semua perempuan, termasuk saya. Apalagi kalau bukan tentang berat badan. Ya… beberapa waktu terakhir berat badan saya sudah masuk ke titik mengkhawatirkan. Bukan hanya karena efek jarum timbangan yang semakin ke kanan. Tapi lebih karena naiknya berat badan berimbas pada kesehatan saya yang terganggu. Jujur, saya sih bukan perempuan yang begitu ribet urusan berat badan, gak terlalu pengen terlihat menarik dan seksi. Tapi, begitu urusan berat badan ini sudah menyenggol urusan kesehatan, saya dan suami sudah mulai ketar ketir.

Saya mulai berpikir bagaimana cara untuk menurunkan berat badan. Berbagai artikel, buku, referensi teman, saya perhatikan. Ada berbagai macam diet yang saya baca detail aturan mainnya. Ada banyak obat yang disarankan untuk dikonsumsi oleh teman, saudara, atau kenalan di dunia maya. Ada berbagai cara terapi yang dianjurkan, mulai dari tusuk jarum, pijat, hypno therapy, dan banyak lainnya. Dan semakin banyak informasi yang masuk ke otak saya, saya semakin bingung. Hehehe…

Buka sosial media, banyak sekali online shop yang menawarkan cara instan untuk langsing, cara instan menurunkan berat badan, cara instan untuk mengecilkan perut, dll. Jujur sih, saya sempat tertarik. Ada satu dua produk yang akhirnya terkirim ke rumah saya. Sempat saya coba, tapi setelahnya saya ragu. Apa iya, produk produk ini aman untuk kesehatan saya. Keraguan ini muncul setelah saya mendapat cerita dari teman yang kakaknya harus masuk ICU karena obat diet. Lambungnya mengalami korosi, entah bahasa medisnya seperti apa.

Akhirnya, saya dan suami memutuskan, ok saya boleh diet. Tapi tidak dengan cara instan. Kami memutuskan untuk mengubah gaya hidup kami. Oh ya, saya dan suami sedikit mengadopsi aturan Food Combining, meskipun belum utuh sepenuhnya. Mau tau apa yang kami lakukan untuk mewujudkan tubuh yang lebih sehat dengan bonus berat badan ideal. Ini dia beberapa yang kami lakukan.

Jalan Pagi Setelah Sholat Subuh
Jalan pagi yang kami lakukan hanya satu atau dua putaran saja. Asal konsisten saja ini mah. Hawa udara pagi juga bagus untuk penderita asma seperti saya.

Minum Air Perasan Jeruk Nipis di Pagi Hari
Ini saya lakukan sebelum sholat subuh. Kami mengambil informasi ini dari prinsip Food Combining. Fungsinya apa? Di tulisan selanjutnya yah.

Makan Buah yang banyak
Ini nih makan buah yang banyak untuk menyehatkan pencernaan. Biar gak tersiksa dengan junk food yang masuk ke perut kita.

Mengurangi Konsumsi Protein Hewani dan Karbohidrat
Kalau ini masih diusahakan. Saya sukanya ayam sih.

Olahraga
Ini olahraga yang kami lakukan hanya lari dan sedikit Yoga. Masih belum rajin sih, masih diusahakan semoga tetap istiqomah. Hehehe…

Yuk ubah gaya hidup jadi lebih sehat. Mie instan aja pake proses merebus, masa diet pakai instan. Oh ya, nantikan tulisan selanjutnya untuk progress saya menyehatkan tubuh. 

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung
  

“Here’s this years youngest Grammy Nominee, 12 year-old Joey Alexander”

Bagaimana perasaan bocah kecil berusia 12 tahun itu begitu mendengar namanya disebut oleh President/CEO NARAS (National Academy of Recording Arts and Sciences) Neil Portnow dan pemenang tiga Grammy Awards, Common. Atau lebih dari itu, bagaimana perasaan orang tuanya. Betapa bangganya mereka saat anaknya mendapat standing ovation dari seluruh penonton di Staples Center, LA sore itu. Joey Alexander, malam itu begitu membius dengan penampilannya menekan tuts tuts piano

Joey Alexander (Josiah Alexander Sila)  
Waktu mendapat kabar kalau ada bocah kecil asal Indonesia yang menjadi nominator Grammy Awards saya setengah percaya. Ah masa sih ada anak Indonesia bisa masuk nominasi Grammy Awards. Padahal kan selama ini banyak penyanyi asal Indonesia yang getol bilang mau Go International tapi hingga sekarang gaungnya belum terdengar. Mulai deh saya browsing tentang Joey Alexander, dan Woila! ternyata kisah Si Joey ini bukan seperti cerita 1001 malam yang instan terjadi.

Si Cute Joey ini lahir di Denpasar 25 Juni 2003. Di usia 7 tahun ia telah menguasai berbagai teknik dan improvisasi dalam aliran musik jazz. Tahun kemarin, 2015, ia merilis album music perdananya yang bertajuk “My Favorite Things” di New york, di bawah label Motema Record. Dan luar biasanya, konon ia mendapatkan kemampuannya bermain piano itu secara otodidak. Dan tahun tahun sebelumnya, Joey pernah juga tampil di hadapan Bill Clinton. Di tahun 2014 Joey juga diundang oleh Wynton Marsalis untuk tampil di malam gala Jazz at Lincoln Center. Di tahun 2013, pemilik senyum menawan ini juga memenangi Grand Prix dalam Master-Jam Fest 2013.

Joey adalah artis Indonesia pertama yang masuk Billboard 200 di Amerika Serikat dengan albumnya. Ia nangkring di peringkat 174 pada 30 Mei 2015.

Joey merintis prestasinya dalam senyap pemberitaan di dalam negeri. Hampir tidak pernah sebelumnya kita mendengar nama anak kelahiran Denpasar ini disebut. Wajar jika pemberitaan tentang masuknya Joey sebagai nominator Grammy Awards 2016 mengundang decak kagum banyak pihak. Konon katanya Presiden Jokowi pun hendak menyempatkan waktu bertemu Joey di Amerika Serikat, di sela-sela kunjungan kenegaraannya.

Penampilan Joey yang mendapat standing applause pada gelaran Grammy Awards 2016 menjadi sorotan di media international. Bahkan berita masuknya Joey ke dua nominasi di Grammy Awards, Best Improvised Jazz Solo dan Best Jazz Instrumental Album lebih bergaung daripada “gagalnya” ia menerima penghargaan. Joey menorehkan prestasi dengan caranya sendiri tanpa sesumbar untuk menaklukan industri musik di Amerika.

Saya jadi penasaran, orang tua yang seperti apa bisa menjadikan anak seusia Joey sudah kukuh memilih passionnya. Beberapa artikel menyebutkan ternyata kedua orang tua Joey, Denny Sila dan Farah Leonora Urbach, telah mengenalkan musik jazz sejak Joey masih kecil. Hal ini terjadi karena kedua orang tuanya merupakan penggemar musik jazz.

Sepertinya memang jika ingin anak kita cinta dengan sesuatu hal, orang tua juga harus terlebih dulu mencintai hal tersebut. Gak bisa kita ingin anak mahir menari balet misalnya, tapi kita memakai sistem “memaksa”. Mungkin si anak akan bisa menari balet tapi mereka pasti tidak melakukan dengan passion sepenuhnya. Mungkin pula ia tidak berprestasi sebenderang mereka yang melakukannya dengan passion.

Oh ya, satu PR setelah ini. Please jangan mengeksploitasi kabar “kalahnya” Joey di Grammy Awards. Belajar menjadi orang yang bisa menghargai proses orang lain. Jujur agak sebel dengan berita yang seliweran di portal berita online yang lebih mengekspos berita kalahnya Joey dibanding keberhasilan Joey mendapat dua nominasi.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung     

Sumber





Sebelum menulis panjang lebar, bolehkah saya bertanya. Bagi Anda apa yang paling penting dalam sebuah hubungan pernikahan?

Cinta?

Kesetiaan?

Menjaga Komitmen?

Heum... Bagaimana jika saya menjawabnya dengan komunikasi. Iya komunikasi. Karena entah mengapa, menurut saya cinta, kesetiaan, komitmen, dan semua hal yang mungkin Anda jawab itu akan luntur jika komunikasi antara suami istri tidak berjalan dengan baik. Lancarnya komunikasi bisa menjadi indikasi apakah sebuah hubungan itu berjalan baik atau tidak. Sepakat ya...

Kira-kira apa sih ciri sebuah komunikasi itu lancar? Menurut pendapat dan pengalaman saya nih (ciee...) komunikasi itu dikatakan lancar ketika kita bisa leluasa membicarakan, mendiskusikan, dan menyampaikan tentang segala sesuatu yang terjadi di keseharian kita.

Misal nih, saya biasanya “memaksa” berbincang dengan suami di malam hari saat kami bertemu. Kami bisa bertukar cerita tentang apa yang kami lewati masing-masing. Hehehe... iya “memaksa”, karena biasanya saya pancing dulu menceritakan kegiatan saya sehari-hari sebelum akhirnya ia yang bercerita. Proses setengah “memaksa” ini jika terus menerus dilakukan setiap hari akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan untuk menceritakan tentang peristiwa yang seharian masing-masing dari pasangan lewati seharian itu membuat hubungan menjadi sehat. 

Oh ya, selain berbagi cerita saat bertemu malam hari, sekarang ini komunikasi juga bisa dilakukan setiap saat. Apalagi kalau bukan dengan telp, pesan singkat, atau sosial media. Saya dan suami berusaha untuk memaksimalkan gadget yang kami miliki untuk berkomunikasi. Karena intensitas pertemuan kami hanya saat malam sepulang dari pekerjaan masing-masing hingga pagi.

Ada kalanya, banyak informasi yang belum sempat kami utarakan satu sama lain di pagi hingga sore harinya, terkuak saat berbincang santai di malam hari. Eits… Apakah semua yang kita kerjakan diutarakan secara jujur kepada pasangan? Hehehe… Ayo jujur… Kalau saya sih, ada lah satu dua yang saya sembunyikan dari suami. Saya yakin, suami juga melakukan hal yang sama. Tapi sebenarnya menyimpan rahasia dari suami boleh gak sih?

Penasaran sebenarnya boleh gak sih, akhirnya saya baca artikel sana sini. Artikel yang mengkaji secara psikologis, agama, komunikasi, dll semua say abaca hehehe. Akhirnya sampailah saya ke kesimpulan menurut saya. Simak yuk hasil semedi saya berikut ini.

Tetap Miliki Privacy
Menyimpan satu atau dua rahasia dari pasangan itu ternyata berguna loh. Agar kita masih memiliki privacy. Mana hal-hal yang bisa dibagikan dengan pasangan mana yang tidak. Jika masing-masing pasangan merasa memiliki privacy konon katanya bisa memperkuat ikatan pernikahan. Karena pasangan kita tidak merasa terkekang baik secara fisik atau emosional.

Asal Saling Percaya dan Gak Gampang Paranoid
Ini sih yang paling penting, meskipun masing-masing pasangan memiliki privacy, percaya satu sama lain itu pondasi utamanya. Asal saling percaya saja ke pasangan. Setelah itu, jangan juga gampang paranoid, misal pasangan tidak mengatakan siang tadi, makan siang dengan siapa, terus kita kepoin timeline media sosialnya. Give him/her fully trust.

Pilah Pilih Mana yang Disampaikan Jujur ke Pasangan
Kita harus sangat jeli untuk poin yang ini, mana yang gak seharusnya pasangan tahu, mana yang harus dibagikan. Pilih juga waktu yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut ke pasangan. Jangan sampai saat dia sedang bad mood kita malah cerita siang tadi kita ketemu mantan. Haish… Bisa perang dunia hehehe…

So, kalau menurut saya sih sah sah saja menyimpan rahasia dari pasangan. Tapi tetap sih, yang paling penting versi saya adalah kejujuran, keterbukaan, dan saling percaya. Kamu, saat ini sedang menyimpan rahasia dari pasangan?
Semoga bermanfaat.

Neng Nunung







Health Is Not The Absence Of The Disease
“Sehat bukan berarti tidak berpenyakit”
Disease Is Not The Absence Of The Symptoms
“Tidak ada symptoms bukan berarti tidaklah sakit”

Apa sih definisi cantik menurut anda?


Kalau bagi saya cantik itu sehat. Sesederhana itu. Sederhana memang terlihatnya, namun membutuhkan sedikit usaha ekstra untuk mewujudkannya. Secantik apapun kita terlihat secara fisik, namun jika tiap saat kita merasakan sakit ini dan itu, maka kecantikan yang kita miliki semu. Jika kita benar-benar menerapkan pola hidup sehat, kecantikan ragawi akan secara tidak langsung terpancar juga dari tubuh kita. Misal, saat kita rutin minum air putih, makan sayur dan buah secara teratur, olahraga, tidur tepat waktu dll. Bonusnya yang mungkin kita dapatkan adalah kulit cerah, kulit kenyal, cantik dan awet muda. Tapi di saat kita sudah benar-benar merawat kesehatan tubuh kita, pernah gak muncul pertanyaan-pertanyaan seperti di bawah ini?

Apa benar pola hidup saya sudah sehat?
Apa benar makanan yang saya asup tiap hari cukup untuk membuat tubuh saya sehat?
Apa air minum saya benar-benar sehat untuk tubuh?
Selama ini saya tidak pernah mengeluh sakit, apakah saya sudah benar-benar sehat?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu pernah atau sering muncul di benak kita. Saya pribadi merasa was-was, bagaimana tidak, beberapa kali kita melihat berita di televisi seorang public figure yang dikenal dengan pola hidupnya yang sehat, aktif olahraga, tapi meninggal mendadak karena serangan jantung. Saya juga memiliki kawan yang sejak muda “terlihat” memiliki cara hidup sehat. Namun beliau meninggal mendadak, lagi-lagi penyebabnya adalah serangan jantung. Kasus serangan jantung di Indonesia memang cukup mengkhawatirkan. Diperkirakan angka kematian akibat serangan jantung di Indonesia mencapai 53,5 per 100 ribu penduduk di Indonesia. Lantas apakah kita masih yakin memiliki jantung sehat setelah melihat fakta-fakta ini?

Belum lagi resiko penyakit lain yang munculnya tanpa tanda-tanda jelas sebelumnya seperti stroke atau kanker. Mungkinkah kita menemukan cara untuk menjaga kecantikan wajah, kesehatan tubuh, dan sekaligus mengurangi faktor resiko penyakit berbahaya, terutama resiko jantung, stroke, dan kanker.  

You is What You Eat      
Pernah dengar istilah You is what You Eat? Saya juga pernah mendengar sebuah filosofi kesehatan bahwa semua penyakit berasal dari makanan yang kita asup setiap harinya. Setiap makan kita pasti pernah sekilas berpikir, makanan ini bagus gak ya untuk tubuh’, tapi sepersekian detik selanjutnya makanan itu tetap masuk ke tubuh kita J. Sekarang ini saya berusaha untuk memenuhi asupan yang sehat untuk tubuh. Makanan yang seimbang antara sayur, buah, protein, karbohidrat, lemak, dll. Di luar makanan sehat itu, kita harusnya ditunjang dengan suplemen terbaik untuk melengkapi kebutuhan vitamin mineral dalam tubuh serta meningkatkan sistem imun tubuh.

Saya memutuskan untuk mencari tahu bagaimana suplemen yang baik itu sebenarnya. Hingga saya menemukan Beyond-C Mother of All Vitamin. Apa itu minuman multivitamin Beyond-C? Beyond-C merupakan suplemen multi fungsi yang mengandung rose hips, vitamin C, dan asam amino yang memproduksi collagen terbaik.
Beberapa Keunggulan Beyond-C antara lain :
-         Meningkatkan daya tahan tubuh
-         Mencerahkan kulit
-         Mengurangi tanda menopose dini
-         Bisa digunakan untuk suplemen bagi perokok
-         Melenturkan pembuluh darah
-         Mengencangkan kulit
-         Mengurangi LDL
-         Mengurangi resiko anemia
-         Mengurangii flek hitam wajah
-         Dapat dikonsumsi bagi penderita jantung
-         Meningkatkan imun tubuh bagi pasien setelah kemotherapy
-         Dan banyak fungsi lainnya
Berbagai fungsi Beyond-C ini sepertinya menunjukkan kita bisa mengonsumsinya sehari-hari. Mengonsumsi Beyond-C setiap hari merupakan salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat. Sembari tetap mengonsumsi makanan sehat lainnya.  Saya memutuskan untuk menambahkan Beyond-C untuk melengkapi kebutuhan vitamin saya setiap harinya.


Oh ya, untuk Anda yang ingin tahu lebih lengkap tentang Beyond-C dan ingin menjalankan bisnis Anti Aging ini, bisa menghubungi Distributor Leader Area :
Jabodetabek dan Jawa Timur : Elny 081370477655
Semarang dan Jawa Tengah : Nunu 085646671600
Medan dan Aceh : Harry 081370958333
Pekanbaru dan Jambi : Susanto 08197251333
Kalimantan : 0812593399777
Semoga bermanfaat.

Neng Nunung



Pernah mengalami kondisi tubuh ala roller coaster? Saya pernah. Kemarin itu kondisi tubuh up and down. Dari pagi memang sudah sibuk di rumah mertua karena ada tasyakuran. Sebenarnya sejak beberapa hari terakhir memang merasakan tubuh tidak sesehat biasanya. Tapi, ya… begitulah ketika kita bisa memanipulasi pikiran dan sugesti, berasanya sehat terus. Jadi beraktifitas seperti biasa. Dan kemarin, dari pagi pun saya sudah mensugesti diri kalau saya sehat, jadi saat mulai rewang pun saya tak merasakan apa-apa. Bantu-bantu ini itu pun gak merasakan sakit atau apa.

Saat pekerjaan semua sudah mulai rampung. Saya sudah duduk cantik sambil tunggu pengajian dimulai. Mulai deh tuh dada ini rasanya ditekan dan sesak sekali untuk bernafas. Tapi, saya masih bisa mensugesti diri kalau saya baik-baik saja. Hingga acara selesai, sepertinya sugesti saya sudah gagal. Parade batuk pun dimulai, disusul dengan tarikan nafas yang masih berat, dan akhirnya muntah-muntah dan pusing, yang selalu saya artikan (entah benar atau salah) karena pasokan oksigen ke otak mulai berkurang.

Akhirnya, suami pun membawa saya segera pulang karena kami memang tidak siap dengan obat-obatan saya. Di tengah perjalanan, saya memegang erat tubuh suami dan ia fokus melajukan motor dengan kecepatan yang lumayan cepat. Kami tiba di rumah dan saya langsung menghambur ke kamar tidur. Mencari obat, vaporub, minyak angin, dan memastikan tubuh relax di tempat tidur. 1-2 jam kondisi tidak berubah malah makin parah. Saya semakin emosi karena gagal mengelola sugesti diri. Juga karena saya merasa salah mengelola tubuh saya sehingga mendapat berbagai penyakit yang harusnya bisa saya hindari. Suami sudah berusaha untuk menenangkan saya yang makin emosional. Ia berharap saya lebih tenang, karena semakin saya emosional semakin sulit bernafas.

Saya semakin panik saat saya sudah mulai tidak bisa bernafas dari hidung. Dan akhirnya, saya ada di titik menyerah. Suami membawa saya ke klinik pratama berbekal kartu BPJS. Kami sudah menyiapkan kemungkinan terburuk kalau saya nantinya harus dirujuk untuk opname di rumah sakit. Sesampai di klinik saya harus menunggu sebentar untuk proses administrasi dan langsung masuk ke ruang periksa dokter yang saat itu memang sedang tidak ada antrian. Dokter menanyakan beberapa hal ke suami dan saya sudah hampir hilang dan tidak fokus pada mereka berdua.

Gambar diambil dari sini
Dokter mulai memasang masker nebulizer pada saya yang saat itu terduduk di samping kasur. Saya tidak bisa tidur di kasur, karena dada saya semakin sulit untuk bernafas saat posisi tidur. Akhirnya suami membantu saya menyamankan diri. Alat nebul sudah nangkring menutupi hidung dan mulut. Dan seperti biasa, setelah alat nebul dipasang saya mulai sedikit tenang, nafas sudah mulai ringan, dan mengantuk. Dokter juga memasang selang oksigen untuk melancarkan nafas saya, karena saya masih belum bisa bernafas melalui hidung.

Sesaat setelah selang oksigen nangkring di hidung, saya mulai bersin-bersin. Cairan lendir pun keluar dari hidung. Dan saya mulai tenang dan benar-benar mengantuk. Saat dokter menanyakan bagaimana kondisiku, saya hanya mampu memberikan tanda ke suami. Dan Ia yang menyampaikan ke dokter. Saat saya benar-benar stabil, suami membawa saya pulang. Sayapun langsung lelap tertidur.
Dan pagi tadi, saya terbangun dengan penuh syukur. Bersyukur karena keleluasaan nafas yang bisa saya hirup pagi ini. Bersyukur karena memiliki suami yang bisa tetap tenang saat saya panik. Bersyukur karena saya masih bisa hidup hari ini dan bisa bernafas tanpa bantuan alat. Dan saya juga bersyukur, masih diingatkan oleh Sang Maha Pemberi Hidup untuk memperbaiki cara saya menggunakan tubuh saya.

Jadi, mari kita kembali merawat tubuh pemberian Sang Maha Pemberi Hidup. Tetap sehat sehingga bisa terus berkarya. Ada janji yang saya bisikkan saat semalam saya meregang nafas dan menggantungkannya pada alat alat tabung oksigen dan nebulizer. Dan janji itu pasti akan saya penuhi.

Semoga bermanfaat.

Neng Nunung        





Saat masuk ke tahun 2016, entah mengapa jantung saya terpacu lebih kencang dari biasanya. Bukan, bukan karena dikejar anjing, pocong, atau dapat kejutan apalah. Saya jadi baper (baca : bawa perasaan) di awal tahun. Apalagi saat bulan Januari sudah ada di penghujung dan siap masuk di bulan Februari. Perasaan semakin campur aduk deh ah.

Kalau pas lagi manyun gak ada kegiatan, langsung teringat kejadian 11 tahun lalu. Fragmen-fragmen kejadian muncul seperti slide show presentasi di pikiran saya. 11 tahun lalu, saat itu kita (eh ciye kita) naik motor di sekitaran kampus. Di dekat lampu merah Karang Menjangan – Dr. Moestopo, tiba-tiba kamu memberikan pertanyaan yang membuat saya saat itu bersemu merah. Kalau kata ABG mah di”tembak”. Hehehe… Setelah momen itu semua berjalan naik turun, jauh dekat, tawa tangis, semuanya membentuk hubungan kita bukan lagi menjadi hubungan cinta ala ala ABG.

Ya, 11 tahun lalu teman kuliah saya (kemudian berubah menjadi pacar, pernah juga berubah jadi mantan pacar, dan kini menjadi suami tercinta) bersedia mengorbankan dirinya (senyum antagonis) untuk menemani langkah saya. Perjalanan 11 tahun kami tidak mudah. Sempat terputus komunikasi selama 2 tahun. Hingga dipertemukan lagi oleh takdir dan kemudian menikah.

Semua kisah mengharu biru ini bermula 11 tahun lalu, tepatnya 04 Februari 2005.

Entah mengapa saya ingin memberikan kado spesial di tahun ini. 11 tahun saya pikir sebuah linimasa yang harus sedikit dirayakan. Beberapa hari terakhir saya sempat bingung si Ayah enaknya dikasih apa ya. Sambil mikir, saya coba buka LAZADA dan ubek ubek barang yang mau saya hadiahkan. Kemudian saya seperti dapat ide kece hehehe…

Ini nih 5 barang yang akan saya berikan pada kami berdua untuk merayakan 11 tahun kita bersama.


Jangan bilang alay ya, kalau saya masih ingin menghadiahkan frame lucu untuk 11 tahun kebersamaan kami. Saya ingin setiap momen kebersamaan kami terbingkai dengan cantik. Agar 11 tahun lagi nanti dan seterusnya kami bisa terus bersyukur dengan hubungan yang terus bertumbuh ini.

Oh ya, frame foto ini ada 8 rangkaian. Warnanya hitam, kece banget. Coba deh cek aja di LAZADA, kalau gak salah kemarin ada juga yang warna putih. 


   

Running Shoes
Saya ingin membeli dua pasang sepatu lari, untuk saya dan ayah. Inginnya kami selalu sehat dan jauh-jauh dari penyakit. Sehingga bisa menua bersama. InsyaAllah bisa rutin tiap hari lari berdua. Dua sepatu ini saya pilih karena suami suka sama brand Nike. Lucu kali ya, kalau di tahun ke 11 ini kami akhirnya memiliki couple shoes. Setelah sebelumnya sudah memiliki couple helmet, couple batik, dan couple ring  (tentu saja).  




Kalau Yoga Mat ini sih saya juga agak sangsi ya. Ini murni karena saya kebanyakan kepoin IG Anjasmara, PenyogaStar, dan juga teman-teman lain yang rutin update foto saat Yoga. Salah satu yang pengen banget bisa saya lakukan dengan suami adalah Acro Yoga. Tapi sepertinya nanti akan mulai belajar dari dasar dulu deh. Hehehe… Intinya sih hanya ingin benar benar merasa sehat jiwa raga. Menyeimbangkan hidup kami yang selama ini agak banyak “merusak” tubuh heuheuheu (sambil lihatin pipi bakpao dan perut gembul).

Untuk menyeimbangkan antara menata tubuh dari luar dan dalam, saya memutuskan memilih Slow Juicer dari Oxone. Siap-siap deh Ay tiap hari bunda cekokin ama mix juice buah dan sayur hehehe (devil smile). Selama ini konsumsi buah hanya dipotong atau di-juice dengan blender biasa. Konon sih katanya, menghancurkan sayur dan buah dengan slow juicer akan lebih sehat, karena tidak merusak manfaat alami dalam sayur dan buah. So mari kita hidup sehat.
Kelima barang di atas saya pilih dari ribuan produk di LAZADA, karena saya tidak hanya ingin bersama dengan kekasih Surga saya ini dalam kurun 11 tahun ini, tapi 11 tahun mendatang dan selanjutnya. InsyaAllah hingga maut memisahkan. Salah satu cara yang coba kami lakukan adalah menjaga agar tubuh kami tetap sehat dan jauh dari penyakit.


Semoga bermanfaat.
Neng Nunung  
   





Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X Lazada Indonesia. Yang diselenggarakan oleh ShopCouponsVoucher Lazada disponsori oleh Lazada Indonesia.

Waktu kalender berganti ke tahun 2016, hal pertama yang saya lakukan adalah menelisik jumlah hari libur dan cuti bersama selama setahun. Hehehe... ternyata di tahun 2016 ini tidak seperti di tahun kemarin yang porsi waktu liburannya melimpah. Kalau tahun 2015 kan porsi hari liburnya kebanyakan di tengah minggu, biasanya akan dilanjutkan dengan cuti bersama hingga hari minggu. Kalau tahun ini, kebanyakan hari Libur Nasional jatuh di hari Sabtu atau Minggu. Gak percaya? Coba cek deh J Kalau sudah begini kesempatan untuk merasakan waktu libur yang lebih panjang dijamin akan berkurang tahun ini.  

Sudah mulai stres belum? Hehehe... Tenang, meskipun kamu mungkin memiliki kesibukan sehari-hari yang padatnya bikin stress sampai ubun-ubun, masih bisa kok kalau ingin liburan atau refreshing singkat di tengah-tengah kesibukan. Simak yuk  ada tips-tips untuk refreshing singkat buat kamu, iya kamu yang butuh refreshing tingkat dewa J



Tentukan Waktu untuk Liburan atau Refreshing, Jangan Pilih Peak Season
Menentukan kapan kita mau “lari” dari rutinitas jauh-jauh hari sebelumnya. Buka kalender sekarang juga, dan coba pilih tanggalnya. Lakukan secara acak, toh kamu hanya memiliki satu atau dua pilihan, hari Sabtu-Minggu, atau Minggu saja. Saran saya, jangan pilih tanggal yang musim orang liburan atau peak season. Ini mengantisipasi harga tinggi di transportasi, penginapan, dan tempat wisata. Selain itu mengantisipasi penuhnya penginapan dan tempat wisata oleh para wisatawan lain. Kalau sudah dapat tanggalnya, lingkarin dengan tinta merah. OK, kita teruskan ke tips selanjutnya ya.

Cek Timeline Pekerjaan sejak 2 Hari Sebelum Hari-H Hingga 2 Hari Setelahnya
Kalau sudah dapat tanggalnya, mulai cek timeline pekerjaan dua hari sebelum dan sesudahnya. Fungsinya apa sih kita cek timeline pekerjaan? Ini mengantisipasi waktu refreshing kita terganggu dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Gak mau kan di tempat liburan kita masih kepikiran pekerjaan yang tertunda di kantor? Pastikan pekerjaanmu yang deadlinenya dekat dengan liburan kita selesai sebelum kita berangkat. Itu hukumnya wajib.   

Pilih Lokasi yang Dekat tapi Jauh
Karena waktu untuk liburan cukup singkat, maka baiknya memilih lokasi yang dekat dengan kota tempat kita berada. Misal, kalau saya di Surabaya bisa pilih alternatif di Malang, Wisata Bromo, Pacitan, atau Banyuwangi, Bali dan Lombok. Kalau untuk tujuan yang jauh saya sarankan untuk memilih transportasi pesawat untuk menuju ke sana. Karena jarak yang jauh, agar waktu tidak habis di jalan, naik pesawat bisa memangkas waktu sehingga kita bisa lebih cepat menikmati waktu refreshing.

Kalaupun kamu memilih lokasi yang dekat dengan kota tempat kita tinggal, pastikan lokasinya jauh berbeda dengan keseharian yang kamu jalani. Karena inti dari liburan atau refreshing itu keluar dari rutinitas, mengistirahatkan fisik, pikiran, jiwa dan raga. Jadi, jika selama ini kamu tinggal di tempat yang sibuk, seakan waktu berjalan cepat, maka pilih tempat liburan yang tenang, dan wakktu berjalan dengan lambat saat kamu berada di sana.

Kalau saya pribadi akan menyarankan untuk dekat-dekat dengan alam, kalau ke Malang kamu bisa pilih ke Malang Selatan. Kalaupun ke Bali atau Lombok pilih tempat menginap yang masih “perawan”, jarang dikunjungi, dan jauh dari kebisingan. Sehingga kita benar-benar bisa santai, melemaskan otot, dan melepas semua kepenatan.

Jangan Beritahukan Rencana Liburanmu pada “Refreshing Destroyer”
Istilah yang saya pakai agak sedikit kejam ya, “Refreshing Destroyer” hehehe... Tapi ya begitulah, pernah kan kita mengalami saat kita sedikit koar-koar tentang rencana liburan ke teman kantor atau yang lainnya, tiba-tiba dekat hari-H ada pekerjaan mendadak, acara mendadak, atau apalah. Pernah? Kalau saya pernah hehehe... Jadi, pastikan rencana liburan ini tidak bocor ke siapapun. Mau itu kapan liburan atau tujuan kita. Kalau keluarga boleh lah ya, daripada nanti dilaporkan sebagai orang hilang, kita malah ribet nantinya.

Lupakan Sementara Gadget untuk Komunikasi, Gak Bisa? Pasti Bisa J
Nah ini, ini yang paling sulit sepertinya. Tapi beneran deh, liburan dan refreshing yang sempurna kalau kita juga memberikan jarak kepada gadget. Ini agar kita tidak terganggu dengan telepon, pesan singkat, email pekerjaan, notifikasi media sosial yang kadang bisa mengganggu kekhusyukan liburan. Kalau mau ekstrim sih, tinggal smartphone di rumah.

Terus saya gak bisa update status liburan dong?

Gak bisa mengunggah foto-foto liburan di Instagram dong?

Gak bisa ini gak bisa itu

Pertanyaan-pertanyaan itu pasti muncul di benak kamu sekarang. Tapi percaya deh, buat kamu yang sehari-hari hidupnya bergumul dengan smartphone, sehari atau dua hari lepas dari smartphone itu such a blessed. Nah untuk mengantipasi jiwa narsis dan selfie addict (seperti saya juga), saran saya bawa aja kamera, kamu bisa mengunggah foto-foto setelah selesai liburan.

Kalau mau bawa smartphone, dengan catatan (agak ribet sih, tapi demi lancarnya liburan) matikan nada notifikasi di smartphone dan ganti nomor hape.  Jadi, kita masih bisa mengunggah foto foto liburan ke sosial media (jangan keseringan cek jumlah like atau komentar ya) tanpa takut mendapat telepon atau pesan singkat yang mengganggu ketenangan saat liburan atau refreshing.

Oh ya, tips di atas sepertinya cocok diaplikasikan buat mereka yang jomblo. Kalau kamu sudah punya pasangan (menikah), berarti harus ditambahkan untuk mencocokkan jadwal dengan pasangan. Kalau sudah punya anak, saran saya jangan tunggu sampai musim liburan sekolah. Liburan dan refreshing tipis-tipis satu atau dua hari saja pasti gak masalah. Kalau nunggu libur sekolah anak, pasti peak season, dan rame banget hehehe...

Semoga bermanfaat.


Neng Nunung