Tips Mencari Rumah Murah di Surabaya

gambar di ambil dari sini
Sekarang ini mencari rumah murah di kota besar, termasuk Surabaya memang tidak mudah. Mencari rumah di tengah kota dengan harga 400 juta maksimal seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Kalaupun ada, kondisinya pasti tidak layak dan nyaman. Dengan kisaran harga demikian, mungkin kita masih bisa memilih hunian yang nyaman di pinggiran kota atau bahkan kota penyangga du sekelilingnya.

Tapi memilih rumah di pinggiran kota pun masih harus dipertimbangkan lagi. Karena faktor jarak dan waktu tempuh yang harus dilalui setiap harinya. Lantas, bagaimana solusinya kalau kita ingin mencari rumah murah, atau paling tidak, sesuai dengan anggaran yang kita miliki. Yuk simak beberapa tips singkat dari saya.


1. Datangi Pameran Rumah Murah di Kota Anda
Kalau kita mau mencari rumah murah di kota kita, atau paling tidak di kota kota penyangga, seringlah datangi pameran pameran rumah murah. Biasanya pameran ini diadakan oleh Bank atau Dinas terkait. Rumah rumah yang dijual pun kebanyakan rumah bersubsidi yang harganya murah dan cara bayarnya mudah.  

2. Getok Tular,, Libatkan Saudara dan Kerabat untuk Hunting
Seringlah bercerita kepada keluarga, teman, dan kerabat. Ini penting, agar mereka bisa ikut menginformasikan pada kita kalau di sekitar mereka ada rumah murah yang sedang dijual. Apalagi misal yang punya rumah sedang butuh uang. Karena psikologis orang yang butuh uang cepat, akan melepas berapapun harga rumahnya agar cepat laku asal masuk dengan kebutuhannya.

3. Datangi Bank atau Balai Lelang Terdekat
Satu lagi cara yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan rumah murah. Di setiap Bank atau Balai Lelang pasti akan meng-update secara berkala listing rumah yang akan dilelang. Biasanya harga rumah lelang akan lebih murah daripada harga pasaran pada umumnya. Namun, untuk hunting lelang seperti ini, kita harus rajin mencari jadwal lelang dan listing serta mekanisme lelang karena tiap bank dan balai lelang akan memiliki perbedaan.

4. Cari Rumah yang Tidak Layak Huni, Rusak Parah, atau Lama Kosong
Jangan takut atau malu mencari rumah bekas yang tidak layak huni, rusak parah, atau lama kosong. Asalkan lokasi, luasan, dan harga cocok maka tidak ada alasan menolak. Kenapa saya sarankan beli rumah model seperti ini? Satu yang pasti, harga pasti jauh lebih rendah daripada rumah yang sudah siap huni. Tinggal kita harus bisa mengkalkulasi biaya renovasi ditambah harga belinya masih masuk ga ke anggaran kita, dan pastikan juga kombinasi keduanya tidak lebih tinggi daripada membeli rumah layak huni.

5. Beli Tanah Kaplingan, Bangun Sendiri 
Ini cara yang banyak dipakai sekarang. Kalau dirasa berat membeli rumah jadi atau siap huni. Saya sarankan memang membeli tanah kaplingan dan kemudian dibangun sendiri. Tapi untuk cara ini juga ada syaratnya, selain surat surat kepemilikan tanah harus jelas, kita juga harus memastikan perhitungan biaya pembangunan dan durasi pembangunan. Istilahnya target selesai jadi rumah hingga siap huni kapan. Ini mengantisipasi pembengkakan biaya pembangunan. Oh ya satu lagi, pastikan desain rumahnya fix dulu baru dibangun, pengalaman sih kalau desainnya masih berubah ubah, biaya pembangunan akan membengkak nantinya.

Itu dulu ya tipsnya, semoga bermanfaat :)

Salam,

Neng Nunung

#30DWC #Day10


No comments:

Post a Comment