Menulis Satu Cara Terhindar dari Kegilaan

Satu dua hari ini saya sempat dibuat berpikir dengan pertanyaan yang dilontarkan seseorang "Ngapain sih kamu ngeblog lagi? Untungnya apa?" "Pekerjaan kamu itu menuntut perhatian dan fokus, meleng sedikit atau telat sedikit, klien akan rugi ratusan juta bahkan miliaran". Saat saya katakan, saya mengurus beberapa blog dan mengisi artikel di beberapa web, seseorang ini semakin terkejut.
Mungkin dia memandang saya sebagai orang gila. Tapi bagi saya, saya akan lebih gila kalau tidak menulis. Mengapa?
Saya dulu menulis di blog saya yang lama atas saran dari seorang kawan. Ia juga berprofesi sebagai psikolog dan terapis hypnosis. Ia pernah berkata "Menulislah, kamu akan lega saat menumpahkan segala keresahan di hati dan pikiran". Berbekal kata kata itulah dulu saya mulai menulis di blog di tahun 2009an. Dan saya sangat percaya, writing is part of self healing.
Saya membuktikan, saat saya benar benar terpuruk karena suatu masalah. Menulis adalah salah satu cara agar saya tetap terjaga dari kegilaan, tentunya setelah ibadah. Keresahan, himpitan rasa di dada dan otak, semua tercurah pada lembar kertas atau layar komputer. Dan setelah menulis, semuanya menjadi lebih lega, lebih lepas.
Dan sekarang, apa yang membuat saya harus tidak menulis. Di saat kepenatan fisik dan psikis terjadi hampir setiap hari. Menulis adalah membuat saya yakin bahwa besok saya masih bisa bangun dari tidur dalam keadaan waras. Menulis adalah cara saya menjadi sedikit manusiawi, sehingga saya tidak menjadi robot yang hanya menjalani rutinitas sama setiap harinya.
Selamat menikmati moment menulismu. Selamat terhindar dari kegilaan. Selamat Hari Blogger Nasional.
Salam,
Neng Nunung

#30DWC #Day8


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Manisan Pedas ala Pak Tomo ini Bikin Kangen ke Kayoon Surabaya

Di Surabaya, Winona, Wiwien, dan Wike Jadi Buruan & Laris Terjual

Memeluk Hujan