Sunday, May 29, 2016

Wahai Shopaholic, Masih Ada Waktu Kejar SSF 2016

Euforia peringatan hari jadi kota Surabaya yang ke-723 ini sebentar lagi mungkin akan berakhir. Yup event SSF 2016 ini jadi salah satu primadona yang ditunggu-tunggu oleh pecinta belanja. Bagaimana tidak, di event ini, banyak sekali potongan harga yang ditawarkan oleh para tenant pusat perbelanjaan modern. Potongan harga yang diberikan bisa mencapai 70-80% sepanjang bulan Mei.
gelaran rangkaian acara akan resmi berakhir di tanggal 31 Mei 2016. Salah satu acara yang berakhir dalam waktu dua hari lagi adalah Surabaya Shopping Festival 2016 (SSF 2016). Di kota Surabaya,


Nah, kalau para shopaholic mau mengejar musim diskon ini di Surabaya, masih ada waktu sampai tanggal 31 Mei 2016. Masih bisa loh kejar waktu untuk datang ke Surabaya. Tapi aduuuh kan mepet 2 hari lagi, mana bisa booked tiket pesawat dan hotel hari gini? Pasti pikiran itu yang muncul kan di benak teman-teman. Saya ada informasi yang baru saja saya dapat beberapa waktu lalu nih ke teman-teman.
Yup, Jumat 27 Mei 2016 lalu saya menghadiri acara Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) Bareng Tiket.Com di Hotel Ibis Style Jemursari Surabaya. Sharing session yang bertajuk “Start Your Journey Share Your Story, Write a Better Travel Blog and Build Your Audience” ini menghadirkan Swastika Nohara, Traveller Blogger, Nuniek Tirta Inisiator Komunitas #Startuplokal, serta Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Communication Officer Tiket.com.

Pada sharing session kali itu, selain materi yang ada sesuai tema yaitu tentang traveller blogger, yang membuat saya tertarik dan ingin bagikan hari ini adalah informasi yang dibagikan Gaery Undarsa. Ada fitur dari Tiket.Com yang bisa mengakomodir para shopaholic yang mau mengajar musim diskon di Surabaya yang tinggal dua hari ini. Fitur tersebut adalah Last Minute Hotels. Kalau kita membuka aplikasi Tiket.Com, fitur ini langsung muncul di interface aplikasi. 

Fitur Last Minute Hotels ini memungkinkan kita memesan kamar hotel pada H-2 bahkan H-1. Menurut Gaery, fitur ini baru tersedia di 5 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, dan Surabaya. Yeah, ini kenapa saya menyarankan ini kepada para Shopaholic untuk menggunakan fitur dari Tiket.Com ini dan jangan khawatir hotelnya kepenuhan. Oh ya, di setiap kotanya, Tiket.Com telah bekerja sama dengan rata-rata 10 hotel. Kalau di Surabaya hotel-hotel yang bisa kita booking menggunakan Last Minute Hotels adalah Red Planet Surabaya, Nida Rooms Semampir Tanjung Perak, Cleo Hotel Basuki Rahmat,Prime Royal Boutique Hotel, Sahid Surabaya, Inna Simpang, Garden Palace Hotel, Luminor Hotel, Java Paragon, Grand Darmo Suite, dan Bumi Surabaya City Resort. Banyak yah pilihannya.

Para shopaholic tinggal pilih menginap di mana, pilih lokasi yang dekat dari tujuan belanja yah. Oh ya, enaknya kalau pakai Last Minute Hotels ini kita bisa loh dapetin special rate discount up to 25%. Kalau sudah tahu mau menginap di mana, jangan lupa pastikan kita juga cari Tiket pesawat promo. Jangan sampai hotel udah dapat, tiketnya nggak dapat. Di Tiket.Com ini juga kita bisa booked tiket pesawat murah tanpa harus menunggu jauh jauh hari sebelumnya. Satu hari sebelum keberangkatan pun kita bisa dapatkan tiket pesawat yang sesuai dengan budget dan keinginan kita.

Kalau kita mau booking tiket pesawat atau kamar hotel, saran saya yah mendingan teman-teman unduh deh aplikasi Tiket.Com di gawai teman-teman. Karena apa? Selain lebih sederhana karena proses ordernya hanya perlu 3 kali klik, kalau kita booking dengan aplikasi di gawai promo dari Tiket.Com juga lebih banyak. Nah unduh aplikasinya juga mudah, download aplikasi Tiket.Com di *200*266#. Cukup ketikkan kombinasi angka dan simbol tersebut di gawai pada posisi telepon. Lantas tekan simbol “call”.

Okay okay, bagaimana para shopaholic, para pecinta diskon belanja hehehe... Informasi yang saya berikan di atas itu untuk memudahkan teman-teman yang mau datang ke Surabaya untuk belanja-belanja. Masih ada waktu yah sampai tanggal 31 Mei 2016. Kalau jadi ke Surabaya kabar-kabar yah, sampai ketemu di Surabaya.


Semoga bermanfaat   
Neng Nunung

Baca selengkapnya

Tuesday, May 17, 2016

Ini Cara Terhindar dari Infeksi Saluran Kemih ala Anita D’Caritas


Kalau saja saya membaca tulisan mbak Anita Carolina di blognya Anita D’Caritas lebih awal mungkin saya bisa mengantisipasi agar tidak terdiagnosis infeksi saluran kemih beberapa waktu lalu. Yup, secara detail mbak Anita, yang memiliki pengalaman sebagai tenaga kesehatan ini, menjelaskan tentang infeksi saluran kemih yang sering dialami oleh kaum perempuan.

Dalam tulisan PerempuanHati-hati dengan Infeksi Saluran Kemih menuliskan hal-hal yang mengindikasikan kita terkena infeksi saluran kemih, antara lain seperti saat buang air kecir terasa nyeri dan yang keluar hanya sedikit (anyang-anyangan), atau ada rasa mengganjal di area kandung kemih. Menurut mbak Anita, jika kita mengalami gejala seperti itu besar kemungkinan kita mengalami infeksi saluran kemih. Tentunya perlu pemeriksaan dokter lebih lanjut.

Dalam tulisannya, Ibu seorang anak ini menjelaskan asal muasal adanya infeksi ini berasal dari bakteri E. Coli yang berada di saluran sistem perkemihan. Jika dibiarkan, bakteri ini akan masuk sampai ke ginjal. Untuk tahu apakah bakteri dalam urin kita berada di ukuran normal atau abnormal harus melalui tes urin di laboratorium. Menurut mbak Anita, perempuan lebih rawan terkena penyakit ini karena saluran kemih pada perempuan lebih pendek daripada laki-laki.

Mbak Anita membagikan tipsnya nih agar kita terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih. Tipsnya antara lain :
  • Kita harus menjaga agar kondisi daerah kelamin kita tidak basah dan lembab
  • Pastikan membasuh dengan air mengalir atau air bersih setelah buang air kecil
  • Setelah membasuh dengan air, pastikan di lap hingga kering setelah buang air kecil
  • Banyak minum air putih
  • Mengganti pakaian minimal 2 kali dalam sehari

Beneran deh saya nyesel banget tahunya tentang ini semua terlambat. Hingga kemarin hasil lab memperlihatkan jumlah bakteri dalam urin saya jauh di atas angka normal. Sakit perut bagian bawah ini membawa saya harus menginap di rumah sakit selama seminggu. Dan dari sinilah terkuak penyakit-penyakit lainnya. Jangan sampai baru mengobati setelah parah. Di luar itu semua, tugas kita untuk merawat kesehatan. Merawat tubuh yang sudah dikaruniai Allah SWT.

Benar kata mbak Anita, kalau kita sehat, kerja pasti juga akan tenang.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung


Baca selengkapnya

Monday, May 16, 2016

Belajar Konsistensi Ngeblog dan Semangat Berbagi dari Cerita Ida


Blognya mbak Ida Tahmidah, Cerita Ida, ini membuat langsung jatuh hati sejak pandangan pertama. Bagaimana tidak, template blognya yang cantik dan sangat ringan dan user friendly membuat saya betah berlama-lama berselancar di blog ini, membaca satu demi satu artikelnya. Dan begitu satu persatu saya membaca tulisan mbak Ida, saya menyadari satu hal bahwa beliau salah satu blogger yang ajeg di jalannya.

Ibu lima orang anak ini pernah bercerita bahwa sesungguhnya beliau sudah mulai ngeblog sejak jamannya Multiply. Huwaaa… Itu lama banget. Jadi ingat saat awal-awal ngeblog, blog saya isinya tulisan galau, puisi, curhat, dan lain-lain. Kemudian vakum lama baru aktif lagi akhir 2015. Dan membaca blog Cerita Ida membuat saya malu, bukan hanya karena dari sisi kualitas tulisan mbak Ida yang jauh lebih bagus dari saya, tapi juga malu karena inkonsistensi saya dalam menulis.

Saya jarang sekali membaca postingan tulisan yang tersirat curhat dalam blog Cerita Ida. Saya hanya menemukan tulisan yang isinya berbagi manfaat. Konsistensi menebar manfaat melalui tulisan ini tersaji dari awal post di blog Cerita Ida pada bulan Juni 2012 tentang Redenominasi. Dalam tulisan pertama di blog Cerita Ida ini, mbak Ida Tahmidah menuliskan tentang rencana Pemerintah untuk melalukan redenominasi yang banyak dicemaskan oleh masyarakat. Ia menjelaskan dalam tulisannya tentang perbedaan redenominasi dengan senering. Senering atau pemotongan nilai mata uang seperti yang pernah terjadi di tahun 1950.

Tulisan-tulisan mbak Ida selain senantiasa berbagi tips dan manfaat kepada banyak orang, blog ini juga berisi syiar tentang agama. Namun syiarnya disajikan dalam bentuk tulisan yang “adem”. Tulisan Mbak Ida memberikan insight tentang urusan urusan agama tanpa berkesan menggurui. Salah satu unggahan tulisan tentang agama yang menarik saya adalah AmalanPerempuan Haid di 10 Malam Terakhir Ramadhan.  Dari tulisan ini, saya sebagai perempuan muslim jadi lebih tahu, bahwa saat kita sedang haid pun, masih bisa memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan.

Mbak Ida Tahmidah ini selain konsisten menulis di blog, beliau ternyata juga produktif juga sebagai penulis buku. Beberapa buku anak dan antologi bersama komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis pernah ia terbitkan.

Nah apa sih yang bisa ditiru dari mbak Ida Tahmidah ini? Kalau saya sih merumuskannya ada 4. Antara lain :      
  1. Semangat untuk terus berbagi hal positif dan baik 
  2. Konsistensi dalam menulis
  3. Selalu berproses untuk belajar menulis lebih baik
  4. Aktif di banyak komunitas blogger dan menulis

Yuk ah belajar jadi blogger yang lebih konsisten dan fokus untuk membagikan hal-hal positif melalui tulisan. Belajar dari mbak Ida Tahmidah melalui blognya www.idatahmidah.com.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung


Baca selengkapnya

Thursday, May 12, 2016

Belajar Menjadi Manajer Rumah Tangga dari Blog Ira Guslina


Beberapa hari terakhir saya berkesempatan untuk menekuri Blog Mbak Ira Guslina, DuniaBiza. Membaca satu persatu artikel dalam blog DuniaBiza ini seperti membuat saya belajar banyak hal sekaligus di satu tempat. Awalnya saat mendapati jika nama blog nya mbak Ira itu DuniaBiza, dalam pikiran saya, aaah paling juga hanya seputaran bisnis, MLM, atau sejenisnya. Tapi saya salah besar ternyata. Its more than an ordinary business, its about managing your family and your life.

Buat saya yang baru menikah (haish udah 2 tahun juga masih dibilang baru aja), tulisan demi tulisan yang diunggah mbak Ira itu seperti labirin labirin ilmu yang siap untuk digali. Hal ini sesuai dengan tagline yang dipilih oleh mbak Ira untuk blognya, “Cerita tentang Family, Lifestyle, & Inspirasi”. Beberapa hal yang bisa dipelajari dari blog DuniaBiza.

Untuk Para Ibu atau Ibu Wannabe
Saya suka bagian ini hehehe. Sebagai Ibu Wannabe, saya selalu suka membaca artikel bagaimana merawat anak, tips saat hamil, kesehatan anak, dan lain lain. Salah satu artikel yang cukup menarik bagi saya adalah tentang mitoskeliru soal pemberian ASI 

Dalam artikel ini, tidak tanggung-tanggung mbak Ira langsung berkonsultasi dengan nutrisionis dan konselor ASI, Sri Parmala Susi. S.ST, RD. 10 mitos keliru diungkap dengan detail dengan bahasa yang mudah dicerna oleh pembaca awam seperti saya. Misal, tentang ASI pertama yang dimitoskan mengandung penyakit.

“Faktanya, susu pertama susu pertama berupa cairan berwarna kuning atau disebut kolostrum merupakan cairan terbaik yang harus diberikan pada bayi. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare...”
Atau postingan lain tentang menentukan tanggal Caesar

Tulisan ini diunggah karena kegelisahan mbak Ira karena seringnya muncul artikel tentang melahirkan secara SC atau Sectio Caesare. Apakah memang saat kita memilih melahirkan dengan SC kita bisa seenaknya saja memilih tanggal cantik untuk melahirkan. Ternyata, menurut mbak Ira paling tidak ada 6 hal yang harus dipertimbangkan saat memutuskan tanggal kelahiran secara SC.

Menurut artikel mbak Ira di DuniaBiza, selain usia janin yang harus diperhatikan ada banyak hal yang juga harus dipertimbangkan. Misal, kesehatan Ibu, USG maksimal harus seminggu sebelum HPL, ketersediaan darah, dan faktor penting lainnya adalah rumah sakit. Apakah rumah sakit tersebut pro IMD atau tidak. Selain itu juga berapa biaya rumah sakit itu juga layak jadi pertimbangan.

Aneka Informasi di Kategori Wallet
Di dalam blog DuniaBiza juga terdapat banyak artikel terkait keuangan. Ingin tahu tentang seluk beluk BPJS, klaim asuransi Jasa Raharja jika mengalami kecelakaan, tips memilih asuransi, atau jika ingin tahu bagaimana mengatur uang bulanan, ada di kategori ini.

Mengapa artikel artikel ini menjadi penting? Karena menjadi ibu bukan hanya menjadikan perempuan sempurna karena melahirkan keturunan. Tetapi ibu juga harus siap menjadi manajer keuangan, guru les bimbel, antar jemput anak sekolah, dan masih banyak roles lainnya. Nah kalau ingin cari tahu lebih detail tentang keuangan atau seputaran itu, langsung ke tkp saja. Dijamin betah dan terjawab semua pertanyaannya.

Intip Lifestyle Kekinian untuk Ibu Ibu
Apalah artinya Ibu kekinian jika tidak paham sedikit soal lifestyle dan info terkini lainnya. Di kategori ini, mbak Ira menuliskan tentang banyak hal. Lebih ke gado-gado kalau menurut saya. Salah satu dari sekian banyak artikel yang diunggah di blog DuniaBiza yang saya sukai adalah tentang info lomba. Jangan protes yah hehehe.

Blog mbak Ira Guslina ini sangat ringan dan mobile friendly. Diakses melalui smartphone pun tidak lemot sedikitpun atau lag. Apalagi saat diakses dari PC atau notebook.

Penasaran dengan mbak Ira Guslina yang dari tadi saya sebut-sebut hehehe. Mbak Ira sudah malang melintang di dunia blogging dan menulis sejak lama. Ibu dua orang anak ini terus merekam jejak kesehariannya, pikirannya, dan apa yang terjadi di lingkungannya.

Yang masih penasaran dengan mbak Ira Guslina, sila hubungi :
Twitter: @duniabiza
Facebook : Ira Guslina atau Dunia Biza

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung




Baca selengkapnya

5 Tips Liburan ke Bali ala Koper


Eits siapa yang kemarin long weekend liburannya ke luar kota atau luar negeri bahkan? Ayo ngacung. Banyak pastinya yah. Ada yang punya destinasi ke Bali? Yup, Bali memang menjadi salah satu destinasi utama saat musim liburan tiba. Bali menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Jangan heran jika di musim liburan tiba, Bali menjadi penuh dengan wisatawan.

Saya sudah beberapa kali ke Bali, mulai dari cara ransel alias backpackeran, cara koper alias liburan dengan cara yang lebih nyaman (xixixi), juga cara semi koper alias ikut tour rombongan. Sekarang mau kasih tips singkat versi saya kalau teman-teman mau liburan ke Bali ala koper. Check this out yah.

Wajib Tentukan Budget Liburan
Sudah lah ini yang paling penting ya, kalau kamu ingin liburan ala koper. Make sure habis liburan gak langsung malah stres karena semua tabungan dan persediaan uang ludes yah. Budget ini juga penting untuk menentukan destinasi dan fasilitas apa yang nantinya mau kita pakai selama liburan. Idealnya sih kalau mau liburan, apalagi dengan cara koper, budgetingnya udah kudu dipikir dari jauh hari. Mengantisipasi saat mendekati hari H, keinginan kita semakin liar bertambah.

Untuk berapa budget yang kudu disiapkan, kembali ke kemampuan masing-masing yah. Jangan sampai niatnya kita mau menghilangkan stres, kembali dari liburan makin stres lihat billing kartu kredit atau saldo di rekening. So, nantinya hasrat liburan ala koper yang menggebu kudu disesuaikan dengan isi saldo yah.    

Buat Itinerary yang Detail
Nah tips kedua ini bisa dilakukan setelah tahu budget liburan di awal yah. Kita sudah tahu nih mulai deh bikin perencanaan. “Ok, duit gue segini, gue ntar mau ke sini ke sini ke sini. Nginep di sini. Naik pesawat ini. Gue mau liburan sekian hari. Bla bla bla...” Itu semua yang ada di pikiran kita harus diejawantahkan (set dah bahasanya) ke dalam sebuah perencanaan ya. Syukur-syukur bisa tertulis.
Itinerary itu seperti apa? Bisa cek di bawah ini ya.

Sumber Gambar : https://asambackpacker01.wordpress.com/category/bali/
Apa harus membuat itinerary sedetail itu? Kalau saya sih iya. Tapi itinerary ini gak saklek atau paten sih. Kalau dalam perjalanan kita mau skip ini itu dan menambahkan destinasi tambahan sih boleh aja. Tapi kalau detail sampai ke biaya dan durasi jamnya sih menurut saya penting. Ini juga bisa jadi gambaran, nantinya kita bakal keluar budget berapa. Dan apakah dengan budget senilai itu kita bisa benar-benar menikmati liburan kita. Mengunjungi destinasi yang kita impikan. Menginap di tempat yang kita idamkan. Kurang lebihnya begitu. Masuk step selanjutnya yah.    

Riset Hotel dan Pesawat Jauh Hari
Noted ya, kalaupun memang kita mau liburan ala koper, tapi urusan booking tiket dan pesawat itu harus jauh jauh hari sebelum keberangkatan. Bukan hanya untuk berburu harga lebih murah dan promo, tetapi ada yang maha penting dari itu. Kalau waktu liburan kita bertepatan dengan waktu liburan berjamaah, sudah bisa dipastikan tiket pesawat dan akomodasi di Bali jadi seuatu yang harus diperjuangkan. Gak pengen kan rencana liburan yang sudah disusun sebegitu detailnya berantakan hanya karena kehabisan tiket atau hotel yang sudah kita incar full booked?

So, riset tentang hotel dan ketersediaan tiket transportasi jauh jauh hari sebelumnya itu jadi hal penting yah. Cari tahu dulu kita mau naik pesawat apa, kelas bisnis, eksekutif, atau malah ekonomi. Terus cari tahu juga hotel yang nantinya mau kita datangi, viewnya seperti apa, lokasinya dengan destinasi wisata kita berapa jauh, kenyamanan fasilitas yang ditawarkan, dan lain-lain.
Kalau sekarang mah sudah gampang kalau mau booking hotel atau beli tiket pesawat. Sudah ada Traveloka yang bisa bantu banget untuk booking tiket dan hotel. Ada aplikasinya juga yang bisa mudah diakses dari smartphone. Jadi ga ada alasan yah untuk kehabisan tiket atau kamar full booked, riset jauh-jauh hari, dan booked saat itu juga.  

Treat Yourself Like a Queen
Karena ini adalah liburan ala koper, kenyamanan kita itu jadi poin penting. Hehehe, make sure that you (and people surrounds you) treat yourself like a queen. Ya kalau ga bisa seperti ratu, bisalah ala ala princess. Cari hotel yang viewnya juara. Selama liburan juga pastikan kamu mendapatkan pelayanan dan fasilitas terbaik.

Ibaratnya nih, kamu punya waktu 4 hari untuk bersenang-senang. Gunakan waktu sepanjang itu untuk memanjakan diri. Melakukan hal-hal yang membuat hati berbunga-bunga. Jalan-jalan ke tempat bagus. Foto selfie di spot spot terbaik. Makan di restaurant atau tempat makan yang bisa mengenyangkan hati, mata, dan perut. Dan masih banyak hal lain. Intinya satu, manjakan diri.

Buat Liburanmu Jadi Pengalaman Tak Terlupakan
Kalau saya selalu bilang tentang liburan ala koper ini, berpikirlah bahwa kali ini liburan terakhirmu. Haish serem amat. Tapi ya gitu deh, di moment liburan ini kita harus menciptakan pengalaman-pengalaman tak terlupakan. Lupakan rutinitas yang melelahkan di keseharian kita, di Bali ini saatnya bersenang-senang dan menciptakan memori yang indah.

Misal, coba deh pilih spot wisata diving atau berjalan di bawah laut, bungee jumping, atau kegiatan lainnya. Pastikan yang belum pernah dicoba ya sebelumnya.

Itu dulu deh tips dari liburan ke Bali ala koper versi saya ya. Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat.      

Neng Nunung 
Baca selengkapnya

Wednesday, April 13, 2016

Satu Cara yang Membuat Harimu Luar Biasa, Tersenyum di Pagi Hari

Coba apa yang kita pikirkan kalau dapat senyuman seperti ini?

Pernah gak kita merasa bad mood seharian?

Coba ingat-ingat apa yang terjadi?

Apakah pekerjaan kita lancar saat kita bad mood?

Apakah cara kita menghadapi orang hari itu berbeda? Lebih sensitif dan mudah tersinggung?

Saya sudah merasakan bagaimana hari saya berantakan saat saya bad mood. Rasanya perasaan ini campur aduk yang akhirnya berakibat pada pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik. Oh ya beberapa hari ini,  saya sedang mencoba satu cara yang membuat hari saya menjadi luar biasa, sepanjang hari. Apa itu?

Tersenyum. Yup, tersenyum.

Kalau bad mood bagaimana kita bisa tersenyum? Ternyata bisa, saya sudah mencobanya. Awalnya susah sekali mau tersenyum di pagi hari jika hati sedang gundah. Apalagi jika ada masalah ini dan itu yang mengganggu pikiran, bawaannya pengen cemberut saja. Oh ya, sebelum saya menulis panjang lebar yuk intip manfaatnya kalau kita tersenyum. Eits, jangan salah, tersenyum itu juga banyak loh manfaatnya.

Senyum Bisa Mengurangi Stres
Nah, coba deh kalau pas kita lagi sibuk dan stress, berhenti sejenak. Pejamkan mata dan ingat-ingat hal-hal yang membuat kita tersenyum. Apa saja. Konon senyum bisa mengurangi tingkat stress. Saya sih sudah pernah coba, saat tekanan pekerjaan meningkat, saya coba alihkan perhatian untuk membaca atau melihat tontonan yang menghibur. Atau paling gak, buka You Tube, lihat stand up comedy. Tersenyum dan tertawa sejenak. Pikiran akan menjadi lebih fresh.

Senyum Bisa Membuat Kita Jadi Awet Muda
Aaahh kalau ini mah setuju banget. Percaya deh sama saya. Orang yang murah senyum dan suka membagikan senyum ke banyak orang tanpa alasan itu bisa terlihat awet muda. Coba lihat deh Tom Cruise, Richard Gere, Jeremy Thomas, Donna Harun, atau siapalah public figure yang terlihat tetap awet muda karena murah senyum. Mau awet muda? Banyakin senyum dah.

Senyum Membuat Orang Tertarik dan Berpikir Positif Tentang Kita
Orang akan cenderung tertarik berkomunikasi dengan seseorang yang murah senyum. Selain itu, image positif juga nempel di orang-orang yang suka senyum. Orang yang murah senyum akan terlihat lebih lovable dan trustworthy.

Senyum Membuat Kita Lebih Sehat
Ini kaitannya dengan poin pertama. Kalau tingkat stress berkurang tubuh juga cenderung lebih sehat. Percaya deh hehehe. Kita gak mudah emosi, gak mudah naik darah, gak mudah jantungan, atau apalah. Hidup jadi lebih ringan dan tanpa beban. Kalau dapat masalah yang buat bad mood, daripada marah dan emosi duluan, mending disenyumin dulu aja.

Senyum Mampu Menghilangkan Rasa Sakit   
Kalau ini saya pernah baca di salah satu artikel kalau tersenyum itu bisa melepaskan hormone endorfin dalam tubuh. Dengan lepasnya endorfin ini, rasa sakit yang kita rasakan cenderung mudah hilang. Kalau yang ini saya pernah coba waktu terakhir kemarin sakit asma. Gak sih langsung hilang rasa sakitnya, hanya saja rasa tenang yang membuat rasa sakit itu sedikit hilang.

Nah lantas bagaimana untuk membiasakan tersenyum di pagi hari. Kalau misal kita tengah dirundung masalah memangnya mudah kalau mau tersenyum. Ok, ini cara yang saya lakukan tiap hari dalam beberapa waktu terakhir ini.
  1. Sebelum tidur malam hari, ingat apa saja hal yang kita syukuri setiap harinya.
  2. Saat bangun pagi hari, ingat lagi apa saja hal yang kita syukuri saat ini, apa saja.
  3. Bangun mood positif dengan mendengarkan musik melalui MP3 atau radio
  4. Kalau bertemu dengan orang yang membuat kita bête, coba ingat hal-hal lucu atau menyenangkan tentang dia
  5. Mengingat Tuhan, kalau di agama saya berdzikir

Sampai saat ini, saya berhasil membangun mood positif dan tersenyum di pagi hari. Mau coba?
Semoga bermanfaat.


Baca selengkapnya

Wednesday, April 6, 2016

Kembalinya Geng Cinta dan Memori Masa Lalu

Geng Cinta are Back!!

Yah, beberapa waktu terakhir kita semua mendapat serbuan informasi baik dari online, televisi, radio, media cetak, dan lain-lain, jika Mira Lesmana dan Riri Riza akan membuat sequel dari film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dengan tajuk Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Dan saya langsung bersorak ala ABG hehehe… Yeeey… Geng Cinta are Back. Dan kemudian teman-teman tahu apa yang saya lakukan? Langsung saya menjelajah di You Tube, follow channel Miles Films dan mencari spoilernya hehehe…

Memang isu tentang reuninya Geng Cinta lengkap dengan Rangga dan Mamet ini muncul sejak iklan Line yang dibintangi oleh mereka ditayangkan di televisi dan You Tube. Dan isu itu menjadi kenyataan, film Ada Apa Dengan Cinta 2 akan ditayangkan serentak di 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei pada tanggal 28 April 2016.

Gambar diambil dari sini
Munculnya lanjutan film AADC ini membuat ingatan saya terlempar di masa-masa SMA. Bagaimana tidak, saat film ini pertama kali diputar, saya masih kelas 2 SMA. Saat itu film AADC booming banget. Sampai ada anekdot “Lu ga gaul kalau ga nonton AADC di bioskop atau hafal puisi-puisinya.” Dan saya termasuk di jajaran anak muda yang ngantri di gedung bioskop untuk nonton film AADC.

Film ini merupakan salah satu pemicu saya menggeluti dunia menulis. Namun, sesungguhnya saya sudah suka menulis sejak SD dan aktif menulis di SMP. Tapi, karena AADC ini saya mulai belajar dan mencari tahu tentang puisi dan karya sastra lebih dalam. Dan AADC juga yang membuat saya memutuskan untuk memilih masuk jurusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga.

Dulu waktu SMA, saya ingin sekali menjadi tim mading dan majalah sekolah. Lagi-lagi hal ini terpengaruh karena AADC. Tapi karena sebelumnya saya sudah aktif di KIR dan OSIS, saya tidak bisa masuk tim mading dan majalah sekolah. Saat itu, saya kecewa sekali hehehe… Karena harapannya sih saat itu, saya ingin seperti Cinta, Maura, Milly, Carmen, dan Alya.

Gagal menjadi bagian dari tim redaksi majalah sekolah dan mading, akhirnya yang saya lakukan adalah menulis dan mengirimkan tulisan saya ke mereka. Hehehe… Kadang dimuat, tapi lebih banyak tidak. Tapi sadarlah saya, saat itu tulisan saya pasti masih acak adut dan tidak layat muat.
Sejak saat itu, saya sangat terpacu untuk bisa menulis dan mempelajari sastra Indonesia lebih dalam lagi. Dan inilah saya sekarang, di sini menuliskan semua kenangan itu.


Semoga bermanfaat.      


Baca selengkapnya

Ayam Plecing ala Papa yang Eundooll…


Papa saya berasal dari pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Merantau ke Jawa sejak sangat muda dan memutuskan untuk menjadi Pelaut masa itu. Pengalaman beliau merantau, bekerja sebagai ABK (Anak Buah Kapal) ke berbagai penjuru Nusantara dan beberapa negara di dunia, membuat beliau terbiasa mengerjakan pekerjaan harian rumah sendiri. Salah satunya memasak.

Keahlian memasak inilah yang dibawa Papa hingga berkeluarga. Satu hal yang saya kagumi dari orang tua saya adalah beliau berdua menjalankan kehidupan rumah tangga itu sebagai partner. Mama tidak takut untuk ikut membetulkan jika ada sudut rumah yang rusak. Dan Papa juga tidak segan untuk turun ke dapur memasak untuk kami semua.

Salah satu menu yang paling sering Papa masak adalah Plecing Ayam. Plecing Ayam ini makanan khas dari Lombok kata Papa. Kalau kata saya mah ayam suwir hehehe… Pertama kali tahu menu ini saya waktu kecil, saya masih SD mungkin. Saat itu, Papa minta Mama belanja ayam beberapa ekor. Mama dari pagi sudah siap dengan ayam ayam potong. Pulang sekolah, Mama meminta tolong untuk membantu nyuwiri ayam.

Saat itu saya sih nurut saja, jadi setelah semua ayam digoreng Mama kemudian ditaruh di wadah baskom besar. Setelah itu tugas saya untuk nyuwiri kecil-kecil. Banyaaak banget ayam yang harus disuwiri, seinget saya waktu itu nyuwiri sampai hampir Maghrib. Hasil ayam suwirnya sampai sebaskom munjung. Saya lantas berpikir waaah ini pasti ada pesta ini, jarang-jarang Mama masak ayam segitu banyaknya.

Saat Papa pulang dari kerjanya, beliau langsung menuju dapur dan menyiapkan bumbu-bumbu. Tidak lama suara blender terdengar. Aroma tumisan bumbu semerbak di seluruh rumah. Aroma cabenya pedas banget nyegrak di hidung. Agak lama, Papa keluar dari dapur dengan membawa semangkok tanggung ayam yang tadi saya suwir yang sudah berbumbu.

Saya bingung, kok cuma segitu, kan tadi saya nyuwiri ayam banyak banget. Tidak lama Mama membawa wadah besar berisi ayam bumbu lainnya yang  sudah diwrap plastik dengan rapi. Ternyata Papa mendapat pesanan lauk ayam dari rekanan kerjanya. Tidak lama Papa mengajak saya ke daerah yang tidak pernah saya datangi. Saya membawa wadah itu di belakang sambil dibonceng Papa. Papa mengajak saya ke daerah yang rumah-rumahnya seperti di dongeng Disney. Rumah besar berjajar, membuat saya terkagum-kagum. Kami berhenti di salah satu rumah, Papa memencet bel dan bapak-bapak keluar. Papa menyerahkan wadah yang berisi penuh dengan ayam.

Saya ingat sekali, saat perjalanan pulang saya ngedumel “Nunung kan udah capek nyuwiri, masa cuma dapet dikit ayamnya Pa”. Papa menjawab “Sabar, kan kalau gini kita dapat uang, nanti kita masak ayam yang lebih banyak.”

Sampai rumah, kami bertiga makan ayam masakan Papa dengan nasi panas. Sejak saat itu, Papa sering meluangkan waktu untuk masak Ayam Plecing untuk kami. Bahkan sampai sekarang, setelah beliau pulih dari stroke kadang beliau memasak Ayam Plecing atau kadang dimodifikasi diganti dengan tempe atau ikan tongkol. Mama sebenarnya juga pernah sih diajari Papa cara memasak Ayam Plecing, tapi entah mengapa rasanya tidak sesedap saat Papa yang memasak.

Mau tahu resep andalan Papa yang menjadi favorit kami sekeluarga? Kurang lebih saya tuliskan di bawah ini yah. Nanti kalau pengen lebih detail saya berikan nomor handphone Papa saya deh. Hehehe… Oh ya, saya juga kebingungan mencari foto untuk Ayam Plecing buatan Papa, karena memang jarang saya abadikan. Jadi saya mengambil gambar ilustrasi untuk tulisan ini dari sini.

Ayam Plecing ala Papa
Bahan 
  • 1-2 ekor Ayam (sesuai kebutuhan)
  • Minyak Goreng secukupnya
  • Garam
  • 7-8 lembar Daun Jeruk (Dicacah atau blender halus)
  • 3-4 buah Jeruk limo, iris jadi dua 
  • 1 Jari lengkuas, rajang halus

Bumbu Halus :
  • 10 buah cabe keriting
  • 100 gram cabe kecil
  • 20 butir bawang merah
  • 10 butir bawang putih
  •  ½ sendok teh terasi

Cara Membuat : 
  1.  Potong-potong ayam sesuai kebutuhan untuk memudahkan suwiran, cuci bersih. Goreng ayam hingga kering.
  2. Suwir daging ayam kecil kecil, kalau ada tulang muda jangan dibuang, jadikan satu potong kecil.
  3.  Tumis bumbu halus hingga matang dan harum
  4.  Masukkan daun jeruk, garam, dan perasan air jeruk limo sekalian ama buahnya, juga lengkuas.
  5. Tumis lagi bumbunya sampai tanek.
  6.  Masukkan suwiran daging ayam. Aduk hingga bumbu merata dan matang sempurna.
  7. Ayam Plecing siap disajikan dan disantap dengan nasi hangat.

ps : Kalau pengen tahu detail beneran deh saya kasih nomor handphone Papa saya. Jangan lupa kirim ke rumah kalau coba resep ini yah. Selamat mencoba.         

Baca selengkapnya

Tuesday, April 5, 2016

Berusaha Mendefinisikan Kado Terindah Untukmu


Memiliki lelaki yang bersama dan menemani di lebih dari satu dekade itu terkadang tidak menjamin kita benar-benar tahu apa yang diinginkannya. Saya pun begitu, saya hingga kini masih berusaha memahami suami saya tercinta. Ada yang pernah mengatakan pada saya, kehidupan rumah tangga itu layaknya rumah tumbuh. Harus siap kapanpun untuk terus berproses menjadi lebih baik.

Waktu kemarin suami saya ulang tahun, jujur saya bingung hendak memberikan kado apa. Saat iseng saya tanya “Ay, mau kado apa untuk tahun ini?” Dia hanya tersenyum dan berkata tak ingin apa-apa. Namun, sesekali saya memperhatikannya mengutak atik handphonennya yang memang sudah agak lemot. Beberapa kali saat kami jalan bersama dengan motor, ia juga mengeluhkan motor yang sudah mulai tidak layak jalan. Ada kalanya pula, saya memperhatikannya kebingungan saat pergi ke luar untuk acara santai karena jaketnya hanya jaket rider.

Lantas saya berpikir, apa kado yang pas untuk suami saya handphone, motor, atau jaket? Makin bingunglah saya. Kemudian percakapan itu pun hadir. Suatu hari, kami berdua, entah mulai dari mana, mulai berbicang hangat. Ia sempat mengucapkan kalimat yang membuat saya meleleh.

“Ayah gak mau apa-apa Bund, asal Bunda sehat, gak sakit-sakitan. Itu saja”

Kata-kata itu membuat saya tersadar, belakangan memang saya mulai sakit ini dan itu. Awalnya, saya tidak memandang serius. Saya juga berpikir kan ini badan saya, kalaupun sakit hanya saya saja yang merasakannya. Ternyata saya salah, ternyata saya lupa kalau saat ini ada Ia yang juga menerima amanah dari Papa untuk menjaga saya.

Wahai suamiku, apa cukup untukmu diriku yang sehat saja bisa menjadi hadiah untukmu. Kalau memang iya, betapa beruntungnya saya, bahkan saat harusnya kamu memikirkan apa yang kamu inginkan, kamu malah memikirkan kepentinganku. Jujur saya ragu saat itu hehehe... Saya sempat memancingnya dengan berbagai cara. Dan jawabannya malah membuat saya jadi nyess... Dia bilang kalau barang-barang yang lain itu dia bisa beli sendiri. Kalah telak lah saya. Ya iyalah, gaji dia jauh lebih tinggi dari pendapatan saya hahaha.

Jadi saat Kang Dani Rachmat membuat giveaway yang bertema “Kado yang Paling Pas untuk Cowok”, langsung muncul fragmen fragmen cerita di atas dalam ingatan saya. Saya, berdasarkan hasil investigasi saya ke Mas Suami, akhirnya memberikan improvisasi sedikit. Kado yang paling pas untuk laki-laki beristri adalah memiliki istri yang sehat dan bahagia. Mengapa demikian?

Karena kehidupan rumah tangga sesungguhnya adalah sebuah kerjasama tim. Memiliki partner tim yang sehat dan memancarkan aura positif yang penuh kebahagiaan akan memudahkan tim itu untuk menjalani tiap tantangan yang muncul. Istri merupakan nyawa bagi sebuah rumah tangga. Coba bayangkan jika pasangan kita sakit-sakitan, kita tentu terbebani secara psikologis. Belum lagi roda rumah tangga pasti tidak seimbang, karena ada salah satu pihak yang tidak bisa melangkah seiringan.

So, that’s way, sekarang saya mulai menjaga kesehatan. Bukan diet serampangan yah. Tapi sehat dengan menjaga asupan makanan, aktifitas fisik yang diperbanyak, olahraga, dan lain-lain. Bukan karena saya sok memperhatikan diri sendiri. Tapi karena saya ingin memberikan kado terindah untuk suami saya. Menyehatkan diri terlebih dulu sembari menjaga kesehatannya juga. Itu kado yang terindah untuk laki-laki yang menjadi Imam saya. 

Saya ingin memberikan diri saya yang sehat kepadanya agar kami bisa menua bersama. Agar saya tidak melihat wajahnya yang panik saat saya sedang sakit. 

Bagiamana dengan kado terindah menurutmu?

Semoga bermanfaat.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Giveaways yang diadakan oleh Kang Dani Rachmat. Informasi tentang lomba bisa didapatkaan di sini

Sesungguhnya tulisan ini harus terunggah tanggal 5 April maksimal. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan (alasan aja lu neng) saya baru bisa post hari ini. Niatnya ingin meramaikan Giveaway Kang Dani aja deh. :) 
Baca selengkapnya

Monday, April 4, 2016

Yakin Masih Bosen nge-Blog Kalau Lakukan Cara Ini?



Pernah ga merasa jenuh nge-blog? Saya pernah, beberapa kali. Tapi sebenarnya bukan jenuh kali ya tapi saking capeknya sampai malas nulis. Seperti saat ini, pekerjaan kantor begitu menghujam, lapak online saya juga Alhamdulillah lagi rame-ramenya. Menulis blog itu seperti barang mewah bagi saya saat ini. Harus curi-curi waktu dan sempet-sempetin buat nulis. Di tengah lelah dan kantuk, postingan ini dibuat.

Kemudian saya berpikir, tujuan awal saya menulis blog itu untuk bersenang-senang. Saya menulis blog sejak 2009, dan sejak itu saya menjadikan menulis sebagai media rekreasi dan menumpahkan segala penat dan emosi yang terpendam. Makin ke sini, tujuan menulis blog pun berkembang. Dan jujur, saya semakin merasa bersenang-senang. Ada satu masa memang jenuh, lelah, atau apalah. Tapi, begitu ingat hal lain yang membuat saya kembali semangat menulis blog, hal-hal negatif itu semua hilang. Apa saja itu? Simak yuk.

Nulis Blog itu Penyeimbang Jiwa
Nge-Blog atau menulis itu bagi saya pribadi merupakan terapi jiwa. Terlebih di masa awal saya nge-blog yang isinya menggalau terus. Saat itu, saya memang tengah mendapat tantangan hidup yang luar biasa. Dan menurut seorang kawan, menulis adalah salah satu cara untuk membuat saya tetap “ada”.

Kalau saat ini, saya menulis blog masih bertujuan sebagai penyeimbang jiwa. Di tengah rutinitas pekerjaan yang saya lakukan setiap hari, menulis itu merupakan surga bagi saya. Sejenak penat akan terhilang. Melakukan satu hal yang paling kamu sukai, di tengah seharian melakukan hal yang “bukan kamu banget” itu begitu menghidupkan.

Eksistensi & Personal Branding
Entah yang lain, tapi bagi saya blogging juga sebagai wujud eksistensi dan personal branding saya. Saya bisa mengenalkan diri ke banyak orang melalui tulisan-tulisan saya. Mengenal banyak orang di komunitas blogger atau komunitas lain melalui tulisan.  

Sekarang ini saya bisa lebih mudah melakukan pendekatan ke orang lain dan selalu diakhiri “Kunjungi blog saya yah, nengnunung.com”.  

Tertantang hal Baru
Ini yang membuat saya betah nge-blog dan ini pula yang membuat saya selalu kangen nge-blog setelah beberapa lama vakum. Hal itu adalah tantangan.

Yup, setelah mendeklarasikan diri sebagai blogger, banyak hal baru yang harus saya pelajari. Tantangan demi tantangan baru muncul bergantian untuk dieksekusi. Misal, saya mulai tahu bagaimana itu coding meskipun secara sederhana. Saya mulai tahu, dalam sebuah postingan blog, efek visual itu penting untuk menarik pembaca. Dan banyak hal lainnya. Percayalah, semakin kita banyak tahu, semakin banyak yang harus kita pelajari.

Blogging Jadi Sumber Penghasilan?
Apa iya nge-blog bisa dapat penghasilan? Bisa iya bisa tidak bagi saya. Kalau dari awal memang berniat mengumpulkan pundi-pundi dari blogging, ya sudah berarti memang bisa. Tapi kalau idealismenya gak me-monetize blog ya gak masalah.

Kalau saya? Saya masih suka datang ke acara ini itu untuk membuka peluang. Saya juga masih menerima job review. Saya masih belajar bagaimana memanfaatkan blog untuk sumber penghasilan.  Kalau kamu?


Semoga bermanfaat   
Baca selengkapnya

Sunday, April 3, 2016

Liburan Tipis Tipis ala Kami (Suami Istri yang Sok Sibuk)

Ini nih topik yang selalu membuat galau, liburan. Pasti deh kalau bahas liburan itu saya jadi baper (terbawa perasaan). Jadi di keluarga kecil kami jarang liburan ke luar kota atau apalah. Kecuali kalau memang waktu liburnya panjang dan barengan. Karena kadang, saya libur, mas suami ada kerjaan. Begitu juga sebaliknya. Kadang kalau sama-sama libur juga, saya atau dia sibuk dengan kegiatan masing-masing. Saya urusin dagangan dan dia urusin laporan pekerjaan atau apalah.

Nah karena alasan yang agak dibuat buat diatas, sebagai istri yang kece dan punya kesibukan tingkat Dewa 19, jadi saya cari akal dong agar kami bisa liburan tipis-tipis. Liburan tipis-tipis ini biasanya kami lakukan di hari Minggu. Intip yuk liburan tipis-tipis ala kami. J

Datang ke Car Free Day
Kalau ke car free day (CFD) ini kadang dijalanin kadang ga. Karena biasanya hari minggu itu hari molor jaya. Jadi, kalau memang mau ke car free day itu kita buat kesepakatan dulu sehari sebelumnya. Di Surabaya sudah mulai banyak ruas jalan yang ada kegiatan car free day. Kalau dulu hanya di ruas jalan Raya Darmo, kini di beberapa ruas jalan utama lain juga sudah ada CFD.

Kalau yang lainnya di CFD bersepeda ria, atau lari, atau olahraga lain. Kalau kami? Berburu makanan dong. Larinya mah tipis tipis saja. Selebihnya cari makanan unik yang biasanya ada di CFD hehehe. Kalau beruntung sih kami, saya sih tepatnya, belanja barang apalah yang ada di sana. Biasanya murah-murah.

Baca juga : 5 Tips untuk Refreshing Singkat di Tengah Kesibukan

Wisata Kuliner
Saya dan suami ini doyan makan. Kami memiliki list warung makanan atau tempat makan yang recommended menurut kami. Warung makan yang masuk list kami sih biasanya harus memenuhi kriteria enak, murah, tempatnya bersih, dan pelayanan ramah. Kalau rasanya enak tapi agak gak ramah di kantong sih masih kami masukkan list, tapi pasti jarang kami datangi. Sesekali saja, untuk tombo pengen.

Hehehe... kalau wisata kuliner begini kami lebih suka memang di warung-warung blusukan. Apalagi Surabaya surganya makanan pinggir jalan. Kami memiliki warung langganan yang pasti kami datangi, misal kalau beli nasi goreng di sini, bebek goreng di sini, soto di sini, begitulah.

Nonton Drama Korea di Laptop
Kalau yang ini, entah siapa yang lebih dulu meracuni siapa soal suka nonton drama Korea ini. Tapi begitu kami sadar, kami memiliki beberapa koleksi drama Korea di Laptop. Kalau liburan tipis-tipis ala kami di part ini, kami bisa menonton drama Korea full satu judul dalam sehari.

Kok bisa? Aaahh... Kami bisa gegoleran seharian makan dan nyemil di depan laptop. Habis dari kamar mandi, sholat, atau apalah, balik lagi ke depan laptop. Kalau ada salah satu yang sedang mengerjakan sesuatu, film wajib dihentikan sementara.

Kok aneh ya pasangan ini? Hehehe... tenang kakak kakak semua, liburan tipis tipis ala kami dengan nonton drama Korea bisa dihitung jari kok dalam sebulan. Tapi ya kalau sudah pengen nonton berdua, ya beginilah adanya.

Touring Tipis Tipis
Nah kalau hasrat liburan menggebu, akhirnya yang kami lakukan adalah touring tipis tipis. Mumpung belum punya momongan hehehe, kami biasa pergi aja gitu naik motor. Misal, ke Malang, Pacet, Madura, dll. Jalan saja berdua, sampai sana makan-makan, nikmati suasana terus pulang. Hehehe...
Kadang sih pake acara menginap, tapi lagi-lagi itu kalau hari liburnya agak panjang atau kami berangkatnya Sabtu.

Kalau kata saya mah...

Tidak penting kamu ada di mana sekarang, yang penting itu dengan orang yang menyayangimu.
Semoga bermanfaat     




Baca selengkapnya

Saturday, April 2, 2016

Mau Eksis di Acara Blogger, Blogger Newbie Wajib Baca Ini!


Jadi begini kawan, sebagai blogger newbie (eheem) kadang saya masih sering ngiri ama teman-teman yang sering banget dapat undangan acara Blogger hehehe.Waktu awal-awal sih baper banget. Tapi kemudian saat saya terjerumus masuk ke komunitas blogger yang kece saya jadi terpacu untuk memantaskan diri biar bias eksis juga di acara acara offair blogger. Kalau kamu mau dan niat banget eksis di acara blogger, lanjut baca yah

#Aktif di Komunitas Blogger Baik Online dan Offline
Untuk poin pertama ini penting yah. Itu mengapa saya letakkan di poin pertama hehehe. Jadi, kalau mau jadi blogger yang eksis, coba deh ikut di komunitas blogger. Berkomunitas itu menurut saya pintu awal dari keeksisan kamu di dunia blogging.  Gak percaya? Cobalah, kamu gabung di komunitas blogger manapun. Mau tingkatan lokal dan nasional, terserah.

Tapi, jangan hanya gabung saja terus jadi silent reader. Wajib buat kamu untuk aktif di komunitas tersebut. Mengapa harus aktif? Karena agar founder komunitas atau member ngeh (sadar) atas keberadaanmu sebagai blogger. Janganlupa, saling interaksi. Karena interaksi itu penting untuk menjalin kedekatan antar sesama blogger.

Dengan aktif di komunitas, kita bisa mengetahu setiap update seputar dunia blogger. Termasuk jika ada kesempatan untuk mengikuti sebuah acara blogger.  

# Meluaskan Jejaring Pertemanan
Kalau sudah jadi blogger mah wajib buat narsis dan buka diri di sosial media. Semua sosial media harus aktif dan ada interaksi dengan teman di sana. Tambahkan pertemanan atau follow sebanyak mungkin orang. Pernah bingung kah, saya harus add siapa ya? Atau buat apa sih saya harus meluaskan jejaring pertemanan kita?

Lagi-lagi prinsip menyambung silahturahim akan memanjangkan rezeki saya gunakan hehehe. Istilahnya bukan banyak anak banyak rezeki tapi banyak teman banyak rezeki. Dengan memiliki banyak teman, apalagi sesama blogger, kita bisa seseruan bareng kalo pas sama-sama ada di satu acara blogger.

# Sering Stalking ke Akun Sosial Media Brand
Kalau cara ketiga ini mah kalau isengnya keluar kebangetan. Paling gampang, kita bisa like atau follow akun-akun brand yang kita suka. Biasanya sih ada beberapa brand yang sering mengadakan kuiz dan acara offair. Lagi-lagi di sini kuncinya adalah interaksi.

Kalau dengan brand saya sih menyarankan jangan terlalu tebar pesona hehehe. Agak jaim sediikit lah. Tapi tetap stalking yah. Nah pikat brand itu dengan cara selanjutnya yah.

# Rajin Nulis Artikel di Blog
Ini Gongnya. Diletakkan terakhir karena ini bagian yang juga paling penting. Kita blogger kan yah. Ya udah lah tugas kita nulis aja di blog. Rajin-rajin  nulis review atau reportase, atau hanya sekedar nulis keseharian. Kalau misal kita nulis review yang terkait dengan satu brand tertentu, bagikan deh di sosial media, dan mention brand tersebut. Dibayar ataupun tidak yah. Jadi Blogger kudu ikhlas hahaha.

Rajin nulis blog ini juga nantinya akan terkait dengan hal-hal teknis di dunia blogging lainnya. Misal, Alexa Ranking yang makin ramping, domain authority yang meningkat, pembaca blog yang semakin banyak dll. Nah hal-hal teknis ini nantinya dijamin bakal bikin hidup kamu sebagai blogger tambah happy. Hehehe...

Sudah ah itu saja. Semoga bermanfaat.



Baca selengkapnya

Friday, April 1, 2016

Bakso Kalimantan, Favorit Sepanjang Masa



Bakso itu salah satu makanan favorit saya, kalau saya bilang gini, teman-teman atau saudara terdekat saya pasti kompakan bilang, “Memangnya ada makanan yang Nunung gak suka?” hehehe... Oh ya, saya ingin cerita tentang salah satu warung bakso langganan saya dari sejak dulu. Dari jaman kuliah sampai sekarang, ada salah satu warung bakso di Surabaya yang hampir selalu jadi tujuan utama kalau kepingin makan bakso.

Bakso Pak Jan, atau lebih dikenal juga dengan Bakso Kalimantan. Ini karena letak warung bakso Pak Jan ada di jalan Kalimantan, Surabaya. Lokasinya sangat strategis, terletak hampir di pusat kota, dekat dengan jalan raya Gubeng, jalan Pemuda, jalan Kertajaya, dll. Dulu, saat saya masih kuliah di Universitas Airlangga sampai kerja di tempat yang sama, kalau kepengen bakso hampir selalu ke Bakso Kalimantan.

Bakso Kalimantan atau Bakso Pak Jan ini termasuk jenis bakso Solo. Nah loh bingung kan kamu, Bakso Solo yang dikenal sebagai Bakso Kalimantan yang ada di Surabaya. Jujur ya, meskipun saya penggemar bakso, tapi sampai sekarang saya gak bisa bedakan mana bakso Malang, mana bakso Solo, kecuali dari tulisannya. Saya mah makan, makan saja. Tanpa pusing itu jenis bakso apa xixixi...
Bakso Kalimantan ini endeeess (baca : enak) banget. Isinya lengkap, mau pentol bakso aja bisa pilih kasar atau halus, ada tahu goreng, tahu kukus, pangsing goreng, dan pangsit kukus. Lengkap pokoknya mah. Kalau masih lapar, bisa tambah pakai lontong. Disajikan di mangkok dengan kuah bening yang gurih, nikmat, endeslah pokoknya mah.

Sempat saya tanya, kok disajikannya putihan sih, alias belum ditambah kecap, saos tomat, sambel, dll. Ternyata, ini karena biar pembeli dan penikmat bakso itu bisa meracik sendiri sesuai dengan selera. Hehehe… Pas banget dah ama saya yang suka minta tambah ini itu kalau beli bakso.
Jadi saat, bakso disajikan, kita tinggal meraciknya dengan tambahan yang ada di meja. Ada garam juga kalau misal kurang asin. Kalau saya hampir jarang pakai tambahan garam. Soal porsi, dijamin luber luber kalau di sini mah. Dijamin kenyang, kalau sampai gak kenyang kebangetan banget hehehe.

Yang membuat Bakso Kalimantan ini jadi istimewa adalah kalau misal kita tanpa racikan tambahan apa-apa (alias cuma seporsi bakso lengkap dengan kuah kaldunya itu saja) sudah haujek rasanya. Tinggal tambah sambal dan jeruk nipis. Sudah deh, kalau makan Bakso Kalimantan mertua lewat bisa ga kelihatan. #ups

Kalau saya pribadi, lebih suka makan di tempat. Nikmatnya berasa. Masih panas dan fresh. Tapi kalau mau bungkus buat dimakan di rumah ya bisa saja sih. Lebih nikmat lagi kalau minumnya es jeruk atau es degan. Beuh… surga kuliner beneran deh.

Soal harga, jujur sih saya jarang bayar sendiri wkwkwkw. Suami atau pas rame rame ama temen bayar jadi satu semua. Harganya murah kok, terjangkaulah ama kantong kita kita. Seporsi Bakso Kalimantan 10 ribu. Itu kalau porsi normal yah. Kalau porsinya nambah ini itu yaah siap siap rogoh kocek lebih yak. Sudah ah itu dulu, yang udah ngileerr langsung cuss saja ke TKP.
Semoga bermanfaat.
Baca selengkapnya

Thursday, March 31, 2016

Aku, Papa, dan Masa Kecil yang Penuh Cerita


Waktu ditantang untuk berbagi kenangan masa kecil yang tidak terlupakan, saya langsung inget Papa. Aduuuh jadi mau nangis, sudah stop dulu, mari kita lanjutkan ceritanya.

Dulu, keluarga kami terhitung cukup sederhana. Kalau bahasa orang tua saya, kami itu kontraktor. Alias, masih kontrak rumah sana sini. Ada satu waktu, kami tinggal di daerah Kupang Gunung Barat. Pindah dari gang satu ke gang lainnya. Kurang lebih begitulah keadaan kami saat itu.

Saat itu, saya masih dapat keistimewaan anak tunggal, hehehe... Konon dulu cerita Mama Papa, saya itu sakit sakitan. Hampir tiap bulan orang tua saya selalu membawa ke dokter anak. Saya juga susah makan saat kecil dulu. Please saat saya bilang ini jangan bayangkan tubuh saya yang sekarang bagaimana bisa sebesar ini kalau dulunya susah makan , please jangan hahaha.... Tubuh saya ini akibat Mama selalu ngasih saya vitamin penambah nafsu makan saat kecil dulu (ngelesss). Eh tapi seriusan, dulu waktu kecil mah selalu dipaksa buat makan ini itu. Biasanya malah pas makan sore itu, Papa Mama selalu ajak saya ke Taman Barunawati. Main sambil pelan-pelan dikasih makan.

Meskipun keadaan keluarga kami sederhana, tapi Papa Mama selalu berusaha memberikan apa yang terbaik untuk saya. Karena dulu sakit-sakitan, saya jarang sekali main keluar rumah. Dan, tebak apa yang mereka lakukan? Mama mengajak teman-teman tetangga saya ke rumah. Main di rumah. Iya, waktu itu saya punya mainan yang beragam, mulai dari bongkar pasang (tahu kan ya? Mainan kertas yang pasang-pasangkan baju ke boneka kertas, ada tempat tidur, dll), boneka, monopoli, lego, dan mainan lainnya.

Tapi, kadang-kadang bosan juga kan ya, main di rumah terus. Saya kadang curi-curi main di luar rumah. Apesnya, entah kenapa setiap saya main ke luar rumah, pasti pulangnya itu nangis. Entah diusilin teman, jatuh, atau apalah. Kalau sudah gitu Mama pasti langsung marah. Tapi marahnya Mama gak pernah lama, sebentar juga sudah lupa hehehe...

Dan, pahlawan saya semasa kecil itu Papa.

Baca Cerita tentang Papa juga di sini  

Saya punya Papa yang terhebat lah pokoknya. Meskipun keadaan kami bukan dari keluarga yang mampu sekali, Papa selalu tahu yang terbaik untuk saya. Sejak kecil saya kemampuan bahasanya cukup pesat (sombong dikit yah). Iya iya... kemampuan bahasa saya ini memang tidak seperti kemampuan motorik saya yang sedikit lemah. Saya suka dongeng dan membaca. Dan untuk itu Papa juaranya.

Setiap minggu Papa hampir selalu membawakan saya majalah Bobo sepulang beliau kerja. Kadang kalau Papa lupa, Papa akan ajak saya pergi mencari majalah Bobo. Dari situlah kesukaan saya membaca cerita dan menulis pun tumbuh. Dari majalah Bobo,  Mentari Putera Harapan, majalah Disney, dll. Papa tidak pernah absen.

Satu hal yang membuat daya imajinasi saya agak liar sekarang adalah kebiasaan Papa yang mendongengi saya dan ngidung tiap saya mau tidur malam. Cerita yang papa kisahkan tiap malam bukan hanya cerita anak-anak, kadang-kadang juga cerita lawak Dono Kasino Indro (Papa ngefans banget ama DKI ini, sampai punya seri kaset rekamannya), kadang juga cerita yang entah dari mana. Karena pengalaman beliau sebagai pelaut di berbagai negara, Papa juga sering menyelipkan bahasa bahasa asing yang saat itu belum saya kenal.

Selain mendongeng, Papa juga sering ngidung untuk saya. Bukan dengan lagu nina bobo, tapi dengan lagu perjuangan, lagu-lagu jaman Jepang kata Papa hehehe. Kalau Papa sudah capek, paling apes saya cuma dipasangkan radio yang memutarkan lagu lagu yang sedang hits saat itu. Dan saya itu tidak pernah bisa tidur dalam hening saat itu, harus ada kringen kringen baru bisa tidur.

Aaaahh Papa... Papa memberikan pondasi yang luar biasa pada kecintaan saya dengan dunia membaca buku dan menulis saat ini. Saya selalu berpikir, kalau saja saat itu Papa tidak mengenalkan saya dengan Majalah Bobo, atau dongeng ala ala Papa itu. Mana mungkin sekarang saya suka menulis atau bahkan blogging.

Neng sayang Papa. Kadang kalau sekarang udah gede gini suka malu kalau mau peluk Papa atau cium Papa dan bilang sayang. Tapi, ya... Papa laki-laki terhebat yang Nunung punya. Neng janji, besok kalau neng punya anak, neng akan nerusin apa yang Papa kasih ke neng waktu kecil. Love you Papa. Sehat-sehat ya Pa.

Semoga bermanfaat.



Baca selengkapnya

Belajar tentang Kekayaan Hidup melalui Bunda Icha



Bunda Icha dan jejak petualangannuya
Saya mengenal bunda Icha, panggilan akrab bunda Elisa Koraag, murni dari dunia maya. Lebih tepatnya dari dua komunitas blogger yang saya ikuti, Fun Blogging dan Blogger Perempuan. Yup, sejak mulai fokus untuk nge-blog dan belajar serius soal blogging, saya memilih untuk bergabung di dua komunitas blogger tersebut juga di beberapa grup lain. Dari sekian banyak blogger wira-wiri di grup, nama bunda Elisa Koraag sering sekali muncul.

Awalnya saya berpikir, ini emak-emak aktif banget sih nulisnya. Aktif banget ikut kegiatan ini dan itu. Kekepoan saya meningkat, saya mulai menambahkan akun FB bunda Icha sebagai teman FB saya. Dan membaca artikel demi artikel yang diunggahnya di blog Elisa Koorag. Hasil dari kepo yang tidak berkepanjangan itu membuat saya benar-benar mengamini beliau memang sosok yang aktif di berbagai lini kegiatan.

Bunda yang terlahir sebagai anak ke 7 dari 11 bersaudara ini dulunya aktif sebagai reporter freelance, bahkan sejak masa kuliah. Bunda Icha juga pernah bekerja di Radio Pesonna FM selama 10 tahun. Ini menjawab keingin tahuan saya bagaimana bunda Icha bisa menuliskan reportase acara atau tulisan lainnya dengan sangat apik.

Bunda Icha bersama suami
Ibu dari sepasang anak yang memasuki dunia remaja ini, Vanessa E. Monoarfa dan Bastian C. Monoarfa ini pernah mengelilingi 31 propinsi di Indonesia, kecuali Aceh, Ambon, dan Maluku saat ia bekerja di perusahaan penelitian sosial, politik, dan marketing selama 7 tahun. Yang membuat saya sungguh salut, dengan prestasi pekerjaan yang seperti itu, bunda Icha memutuskan untuk menjadi fulltime mommy pada tahun 2011.  

Saat membaca tulisan-tulisan di blog bunda Icha, kita seperti membaca kehidupan. Banyak sekali jejak kehidupan, cerita, dan pengalaman hidup yang bunda Icha tuangkan dalam blognya.

“Saya perempuan sederhana yang mencintai apa yang saya miliki. Saya menuangkan kegelisahan, kebahagiaan, pemikiran, termasuk kekecewaan, dan kemarahan saya lewat tulisan. Ada yang berupa curhat galau, puisi, nyinyir, atau tulisan ringan di blog” ucap bunda Icha.
Yup, bunda Icha menjejakkan kekayaan pengalaman hidupnya melalui tulisan. Tidak hanya menulis di blog, tulisannya juga tersebar di banyak antologi baik fisik maupun non fiksi. Blognya pun tidak hanya satu di www.elisakoraag.com tapi juga banyak blog lainnya antara lain :


Saya yang blogger newbie wajib hukumnya belajar banyak dari bunda Icha. Belajar tentang konsistensi menulis. Belajar tentang mengolah rasa dalam tulisan. Belajar bagaimana melapurkan secara utuh sebuah catatan perjalanan dan kegiatan. Dan banyak hal lainnya.

Saat ini kalau teman-teman mau kepoin bunda Icha, bisa langsung merapat ke sosial media yang dimilikinya.
Instagram: @elisakoraag
G+: Elisa Koraag
Twitter: @mamavanenbas
WA dan telegram: 088809900802
Email: elisa201165@gmail.com

Foto-foto diambil dari https://www.facebook.com/elisa.koraag
Semoga bermanfaat



Baca selengkapnya