Monday, November 21, 2016

Rindu...

Tiba tiba ingin sekali menjadi pujangga
yang dengan mudahnya merangkai kata seperti aku yang dulu...

Tiba tiba rindu sekali pada diri yang bebas tanpa beban melakukan apapun yang diinginkan

Belajar pada dia yang tak takut menantang sunyi. karna ia percaya akan ada pucuk pucuk daun yang akan temaninya nanti. foto by : neng.nunung
Ingin pergi, bergegas pergi
Ingin teriak, suara sekencang hembusan angin Desember pun tercipta
Ingin menangis, tak perlu menunggu hujan menyamarkan suara dan aliran air dari mata

Tiba tiba ingin sekali menjadi diri yang dulu...

Dan ketika keinginan itu muncul, suara sumbang pun muncul "ah kamu hanya tak pandai bersyukur kawan... "

Banyak hal yang belum tertunaikan di sisa usia ini...

Ah... andaikan saja aku memiliki jam pemutar waktu, aku bisa kapan saja kembali ke masa lalu dan memperbaiki yang salah

Ah... andaikan saja ku punya kuasa, aku ingin memundurkan kembali usiaku, hingga jeda dengan kematian semakin jauh...

Ah... andaikan...

Dan aku tahu...
Aku hanya rindu pada diriku sendiri, tanpa kelambu kepalsuan, tanpa topeng, tanpa mengorbankan idealisme dan pertentangan hati...

Catatan menjelang pergantian angka...

Baca selengkapnya

Saturday, October 1, 2016

Ketika Hobby dalam Genggaman Jadi Kunci Kesuksesan


Sejak dulu saya selalu kagum dengan orang oramh yang bisa hidup dengan passion dan hobinya. Terlebih lagi pada mereka yang bisa bekerja dan mendapat sumber penghidupan dengan menjalankan hobinya. Misal nih, seorang yang cinta banget dengan dunia kuliner dan memasak, bisa memiliki bisnis atau pekerjaan di dunia kuliner juga. Atau paling tidak mereka yang memiliki hobi dan masih bisa menekuninya di antara kesibukannya.
Salah satu sahabat saya sejak kuliah, sebut saja namanya Bagus (hahahaha gak niat banget nyebutin nama sahabat sendiri. Ogah ah ntar dia besar kepala lagi saya jadiin bahan tulisan -.-). Dia ini memiliki hobi mengumpulkan apapun yang terkait action figure. mulai dari boneka, kaos, film, puzzle, apa aja deh. Awalnya saya sih agak geli, bagaimana seseorang yang sudah cukup dewasa masih menyukai hal hal berbau action figure, yang saat itu saya anggap hanya sekedar “mainan anak anak”.
Namun, seiring dengan waktu, Bagus yang berprofesi sebagai akuntan di sebuah perusahaan BUMN ini saya lihat semakin serius dengan hobinya. Beberapa exhibition terkait action figure, manga, toys, dan sejenisnya yang diadakan tidak hanya di Surabaya tapi bahkan sampai ke negara tetangga dia datangi. Saya memerhatikannya dari kejauhan yang semakin mendalami hobinya.
Suatu hari saya sempat bertemu dengannya. Ia bercerita bahwa hobinya dia itu bahkan sekarang bisa menjadi sumber penghasilan. Bagus kerap kali berburu action figure yang limited edition dan kemudian menjualnya kembali, tentu saja setelah sebelumnya membeli untuk dirinya sendiri. Dia bergabung dengan banyak komunitas penghobi yang sama. Dan di sanalah semuanya bermula.
“Aku nggak nyangka Nung, padahal dulu beneran cuma hobi saja. Sekarang ini malah aku berkecimpung di dunia toys action figure ini dan jadi salah satu pemain aktifnya. Duit yang aku dapet dari sini tiap bulannya malah nyaingin gajiku di kantor hahahaha” katanya saat itu dengan renyah.
“Ya udah atuh resign ajah. Kan udah ada pegangan juga” jawabku ngasal.
“Nggaklah neng genduut... Aku pengen nunjukin, hobiku ini bisa jadi kunci suksesku juga di urusan kantor. Biarkan dua hal itu jalan beriringan.” Jawabnya sambil sesekali meminum kopi di hadapannya.
Orang-orang macam Bagus ini yang membuat saya iri. Bagaimana dia bisa men-drive passion dan hobinya sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Langsung dah saya mikir, hobiku apaan yak. Ahahahah
Pas ketemuan itu saya sempat sharing dengannya tentang salah satu produk yang kebetulan saya dapat infonya belum lama ini.
“Gus pernah dengar soal Marvel ga?” tanyaku sambil tertawa menggoda.
“Hadeeeh... lek aku ga tahu Marvel iso diragukan kredibilitasku neng. Lah salah satu koleksiku aja Iron Man, gimana sih kamu.” jawabannya ini membuatku tertawa ngakak. 



Saya buka smartphone saya dan menunjukkan beberapa gambar pulpen Cross Marvel sambil saya cerita kalau merk Cross ini sudah beli lisensi Marvel untuk 3 karakter super heroesnya. Captain America, Iron Man, dan Spiderman. Nah gambar yang saya tunjukkan ke dia itu gambar pulpen Cross tipe Century II dan Tech II yang keduanya dilekatkan icon tiga karakter super heroes itu. Produk ini merupakan salah satu koleksi special edition Cross tahun 2016 ini. 
Bener seperti dugaan saya. Begitu saya tunjukkan pulpen itu matanya melotot wkwkwk... Sudah deh entah dia denger apa gak penjelasan saya karena dia sibuk ngubek ngubek webnya Cross di www.cross.com.
“Gila aku mau banget yang Marvel Century II ini, di karakter Iron Man ada lapisan emas 23 karatnya, di Captain America dan Spiderman dilapisi Rhodiumnya. Kereeen. Eh yang Marvel Tech II juga bagus ada emblem yang ditempelkan di setiap pulpennya sesuai super heroesnya. Kamu dapat dari mana info beginian, tumben banget biasanya sukanya Conan ama Kindaichi ahhahaha.”
Hahahah melihat dia kembali seperti anak kecil yang lihat mainan kesukaanya itu hal yang lucu. Iya kali bapak bapak brewokan jadi kaya anak anak gara gara lihat pulpen.
“Neng beli di mana kalo ginian. Kasih info jangan nanggung nanggung lah”
“Sudah ke Jakarta aja kamu sono, di Toko Buku Gramedia Jakarta udah dijual sih katanya. Kalau ga salah harganya Rp. 2,4 Juta untuk yang Century II dan Rp. 700 rb untuk Tech II.”
“Gilaaa... worth it banget ini sih. Eh kalau aku pakai yang Century II yang Iron Man, beeuuh ada emasnya boss... Bisa nambah pride kalau ketemu sama klien atau sesama penghobi lainnya.”


Sejenak saya berpikir, apa iya memakai pulpen mahal dan sesuai hobi gini bisa menambah gengsi. Tapi saya sih yakin, bukan harga yang membuat sebuah pulpen dalam genggaman itu berharga. Tapi apakah pulpen itu bisa membawa si orang yang menggenggamnya menjadi lebih sukses dan percaya diri atau tidak setelahnya. Dan di tangan Bagus, pulpen Cross Marvell itu saya yakin akan membuat dia semakin percaya diri dan flying high to the moon.
Pulang bertemu dengan Bagus, saya jadi terinspirasi, mencari tahu hobi yang bisa saya tekuni dengan serius apa.
      
Baca selengkapnya

Friday, July 15, 2016

Smk, Dulu Dipandang Sebelah Mata Kini Primadona



Pernah mengalami gak masa-masa sekolah dulu, tentang gap antara anak SMA dan SMK (kalau dulu dikenal dengan STM, SMEA, SMA Farmasi, dll bergantung penjurusannya). Atau tentang stigma negatif tentang sekolah kejuruan yang hanya menjadi tempat anak-anak yang tidak bisa masuk SMA negeri. Di zaman saya sekolah hal itu terjadi.

Masa di saat orang begitu malu jika anaknya terpaksa harus masuk sekolah kejuruan. Masa di mana anak-anak yang masuk sekolah kejuruan identik dengan “anak-anak nakal”. Masa di mana sekolah kejuruan yang sekarang disebut SMK ini dipandang sebelah mata.

Tapi sekarang... Ah SMK menjelma sebagai primadona sekolah tingkat menengah di Indonesia. Banyak sekali prestasi siswa siswa SMK yang sangat membanggakan. Ada siswa SMK yang berhasil merakit mobil, robot, berhasil melahirkan  inovasi inovasi dalam bidang teknologi. Hal ini berimbas pada jumlah peminat calon siswa SMK yang semakin meningkat. Meskipun menurut Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud, Mustaghfirin Amin, jumlah SMK di Indonesia sebesar 33%, sedangkan SMA 67%. Direktur SMK menyatakan Kemdikbud akan meningkatkan rasio SMK negeri dibandingkan SMA negeri. Ia berharap rasio SMK meningkat jadi 60% yang akan tercapai di tahun 2019-2020.

Selama ini lulusan SMK identik dengan serapan langsung ke dunia kerja. Salah satu keunggulan SMK sesungguhnya adalah lulusannya bisa memiih mau langsung terjun ke dunia kerja atau wirausaha, selain itu lulusan SMK juga bisa memilih jika ingin melanjutkan kuliah. Mereka dibekali oleh skill dan ilmu pengetahuan yang holistik.

Mereka yang mau masuk SMK bisa memilih jurusan sesuai minat dan kemampuan. Bisa multimedia, komputer, manajemen, ekonomi, tata busana dll. Kalau mau memilihkan sekolah SMK untuk anak-anak pastikan dulu minat mereka ke mana.
Saya pribadi jika nanti anak saya ingin sekolah sesuai minat dan kemampuannya, di manapun itu pasti saya dukung. Kalaupun pada akhirnya memilih SMK. Melihat progres sekolah kejuaran saat ini yang menghasilkan lulusan unggulan yang bisa dibanggakan saya tidak bisa membayangkan 5 atau 10 tahun lagi seberapa hebat lulusan SMK nantinya. Dan inovasi inovasi cerdas apa yang bisa mereka hasilkan.

Kalau teman-teman, bagaimana jika suatu hari anak-anak memberitahu anda bahwa mereka ingin sekolah di SMK. Mendukung atau menolak? Coret coret di komentar yah.

Semoga bermanfaat
Jangan lupa bahagia hari ini.

Baca selengkapnya

Thursday, July 14, 2016

5 Cara Cerdas Mamah Muda Alokasikan Dana THR

Salah satu yang paling dinanti menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri selain silahturahim dengan saudara dan teman, berkunjung, ketupatnya, opornya, dan pernik Lebaran lainnya adalah THR. Ngaku deh pasti ada yang bernasib dengan saya yang jadi H2C (Harap Harap Cemas) jika hingga detik-detik terakhir Tunjangan Hari Raya (THR) belum juga cair. Kalau saya mengibaratkan THR sebagai makhluk gaib, saat belum ada keberadaannya selalu diangan-angan. Kita sudah merancang nanti uang THR nanti bakal dipakai ini dan itu. Tapi, saat THR sudah cair, gak sampe lama wuzz hilang begitu saja hehehe...

Jumlah THR yang diterima oleh masing masing orang sangat bergantung pada gaji dan masa kerja mereka. Kalau sudah lebih dari satu tahun kerja sih biasanya dapat THRnya 1 bulan gaji, kalau di bawah itu nantinya akan ada rumus hitungan yang digunakan oleh perusahaan. Nah, berapapun nominal yang kita terima dalam bentuk THR, pernah tidak terpikir Ini uang dibuat apa ya enaknya? Mau langsung habis jadi baju, atau mau dipakai apa?

Di bawah ini ada beberapa hal  yang bisa kita lakukan sebagai mamah muda untuk mengalokasikan dana THR. Sebelum menentukan THRnya mau dibuat apa saja, yang penting dilakukan adalah buat tabel skaa prioritas. Bagi menjadi 3 bagian, Kewajiban yang HARUS DITUNAIKAN, Kebutuhan Mendesak, dan Kebutuhan Tidak Mendesak. Bikin saja daftar uang THR ini mau dialokasikan , kemudian pilih sesuai dengan skala prioritas.

Saya hanya tuliskan 5 saja yah, nanti kalau teman-teman mau menambahkan lainnya bisa tambahkan di kolom komentar. Selamat membaca :)

Lunasi atau Bayar Hutang yang Urgent untuk Dilunasi
Melunasi hutang adalah hal pertama yang wajib dilakukan. Cek daftar hutang yang belum terbayarkan. Buat skala prioritas mana yang urgent untuk segera dilunasi. Indikatornya bisa dari bunganya yang tinggi, nominalnya yang paling kecil, atau indikator lain yang mungkin masing masing dari kita miliki.

Tapi apapun indikatornya, paling tidak sisihkan 30% dari jumlah dana THR kita untuk membayar hutang. Tidak mau kan kita enak enak silahturahim di hari Lebaran tapi masih ada hutang yang belum terbayarkan.

Menabung dan Investasikan Uang Sebelum Bablas
Neng Nunung ini gila apa ya, masa saat dapat uang THR malahan disuruh nabung. Hehehe... percaya deh, moment menabung dan berinvestasi saat menjelang Lebaran ini akan menyelamatkan kita suatu hari nanti.

Kalau saya cenderung lebih suka investasi di emas batangan atau kepingan dari Antam. Selain nilai emas yang hampir stabil dan naik dalam jangka waktu lama. Emas juga cenderung lebih aman dari inflasi. Untuk investasi ini, saya sih menyarankan alokasikan 20% dari uang THR kita, berapapun nilainya.

Pengeluaran Rutin Lebaran
Nah, jangan lupakan pengeluaran rutin selama Lebaran. Tukar uang pecahan kecil yang dibagikan ke anak-anak dan keponakan, anggaran mudik, anggaran open house dll. Alokasikan dana secara proporsiona, tidak terlalu berlebihan karena esensi dari Lebaran atau Idul fitri kan silahturahim dan saling memaafkan satu sama lain.

Deuh kesannya pelit banget sih, tapi ya begitulah. Jangan terlalu berlebihan dan jorjoran dalam mengeluarkan uang untuk hal hal yang kurang berguna selama Lebaran. Oh ya, jumah pengeluaran rutin Lebaran ini sangat berpengaruh pada alokasi anggaran kita untuk hutang. Jika semakin kecil dana yang kita keluarkan untuk membayar hutang, alokasi dana untuk pengeluaran rutin Lebaran bisa semakin besar. So, mamah mamah muda kudu pinter hitung hitung yah.

Ambil Satu Hari Manjakan Diri
Sebagai mamah mamah muda yang kece, kita berhak lah ya memanjakan diri. Ambil waktu sehari untuk kita manfaatkan untuk memanjakan diri. Bisa ke salon atau spa.

Yang pasti, buat diri kita kembai segar dan siap bersilahturahim selama Lebaran. Untuk post anggaran ini alokasikan 10% saja cukup lah ya.

Siapkan Dana Cadangan
Dana cadangan ini perlu kita alokasikan karena saat momen Lebaran akan banyak hal tidak terduga. Entah itu kendaraan mogok, mendadak sakit, atau mendadak harus menjamu teman atau saudara. Alokasikan dana cadangan sekitar 10% dari dana THR.

Semoga bermanfaat.
Jangan lupa bahagia hari ini.

Baca selengkapnya

Wednesday, July 13, 2016

Lebaran Tak Lengkap Tanpa Cinjo

Menikah membawa saya ke dalam sebuah pengalaman-pengalaman baru, salah satunya ritual seputar Lebaran. Nah, kalau sudah menikah banyak hal yang sebelumnya mungkin tidak lakukan. Kalau tradisi di keluarga suami saya (suami saya berasal dari Lamongan) ada tradisi yang namanya Cinjo.  Penasaran gak tradisi apa itu?  Saya juga awalnya kebingungan saat dijelaskan tentang tradisi ini hehehe...

Ok, sederhananya itu Cinjo itu dilakukan oleh mereka yang sudah menikah untuk berkunjung ke rumah saudara yang lebih tua atau orang tua. Kunjungan atau silahturahim ini dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Nah, biasanya saat berkunjung ini tradisinya kita tidak datang lenggang kangkung saja. Ada bawaan yang harus diberikan kepada orang yang lebih tua. Kalau di Lamongan desa suami saya, biasanya apapun yang dibawa, selalu ada lauk pauk yang matang plus nasi. Selain nasi dan lauk sih ga ada patokannya, sesuai kita mau bawa apa atau saudara yang kita tuju biasanya sukanya apa.

Kalau di keluarga saya, ada sih tradisi seperti itu. Tapi selama ini saya tidak pernah tahu namanya apa. Yang pasti sebelum Lebaran, saudara yang sudah menikah akan berkunjung ke orang yang lebih tua dengan membawa buah tangan. Bedanya, kalau di Surabaya, tanpa nasi dan lauk pauk.

Oh ya, di desa suami saya untuk tradisi Cinjo ini biasanya kalau kita bawa anak kecil, si anak bakal dikasih sangu ama orang tua yang dikunjungi. Nominal sangunya sih macam-macam. Anak-anak pasti langsung senang deh kalau dapat sangu dari pakde bude, mbah, dll.

Saya sungguh kagum dengan tradisi yang masih lestari hingga sekarang ini. Karena ada sebuah nilai kearifan lokal di sana. Bagaimana kita diajarkan untuk bersilahturahim ke keluarga yang lebih tua. Kita juga diajarkan untuk berbagi rezeki kepada keluarga. Bagaimana kita bisa menyentuh hati seseorang melalui perutnya. Hehehe... Ada anekdot, sentuhah seseorang melalui perutnya, kenyangkan mereka, maka ia akan memberikanmu segalanya. Eh cocok ga ya dengan tema ini anekdotnya hahahah...

Intinya mah, Lebaran itu waktunya Cinjo dan berbagi kepada keluarga. Luangkan waktu dan sisihkan rezeki untuk berkunjung dan menunjukkan kasih sayang melalui makanan dan buah tangan. Oh ya, saya ingin tahu, tradisi serupa ini di daerah teman-teman namanya apa ya. Tulis di kolom komentar yah...

Jangan Lupa Bahagia Hari Ini...
Baca selengkapnya

Sunday, May 29, 2016

Wahai Shopaholic, Masih Ada Waktu Kejar SSF 2016

Euforia peringatan hari jadi kota Surabaya yang ke-723 ini sebentar lagi mungkin akan berakhir. Yup event SSF 2016 ini jadi salah satu primadona yang ditunggu-tunggu oleh pecinta belanja. Bagaimana tidak, di event ini, banyak sekali potongan harga yang ditawarkan oleh para tenant pusat perbelanjaan modern. Potongan harga yang diberikan bisa mencapai 70-80% sepanjang bulan Mei.
gelaran rangkaian acara akan resmi berakhir di tanggal 31 Mei 2016. Salah satu acara yang berakhir dalam waktu dua hari lagi adalah Surabaya Shopping Festival 2016 (SSF 2016). Di kota Surabaya,


Nah, kalau para shopaholic mau mengejar musim diskon ini di Surabaya, masih ada waktu sampai tanggal 31 Mei 2016. Masih bisa loh kejar waktu untuk datang ke Surabaya. Tapi aduuuh kan mepet 2 hari lagi, mana bisa booked tiket pesawat dan hotel hari gini? Pasti pikiran itu yang muncul kan di benak teman-teman. Saya ada informasi yang baru saja saya dapat beberapa waktu lalu nih ke teman-teman.
Yup, Jumat 27 Mei 2016 lalu saya menghadiri acara Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) Bareng Tiket.Com di Hotel Ibis Style Jemursari Surabaya. Sharing session yang bertajuk “Start Your Journey Share Your Story, Write a Better Travel Blog and Build Your Audience” ini menghadirkan Swastika Nohara, Traveller Blogger, Nuniek Tirta Inisiator Komunitas #Startuplokal, serta Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Communication Officer Tiket.com.

Pada sharing session kali itu, selain materi yang ada sesuai tema yaitu tentang traveller blogger, yang membuat saya tertarik dan ingin bagikan hari ini adalah informasi yang dibagikan Gaery Undarsa. Ada fitur dari Tiket.Com yang bisa mengakomodir para shopaholic yang mau mengajar musim diskon di Surabaya yang tinggal dua hari ini. Fitur tersebut adalah Last Minute Hotels. Kalau kita membuka aplikasi Tiket.Com, fitur ini langsung muncul di interface aplikasi. 

Fitur Last Minute Hotels ini memungkinkan kita memesan kamar hotel pada H-2 bahkan H-1. Menurut Gaery, fitur ini baru tersedia di 5 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Yogyakarta, dan Surabaya. Yeah, ini kenapa saya menyarankan ini kepada para Shopaholic untuk menggunakan fitur dari Tiket.Com ini dan jangan khawatir hotelnya kepenuhan. Oh ya, di setiap kotanya, Tiket.Com telah bekerja sama dengan rata-rata 10 hotel. Kalau di Surabaya hotel-hotel yang bisa kita booking menggunakan Last Minute Hotels adalah Red Planet Surabaya, Nida Rooms Semampir Tanjung Perak, Cleo Hotel Basuki Rahmat,Prime Royal Boutique Hotel, Sahid Surabaya, Inna Simpang, Garden Palace Hotel, Luminor Hotel, Java Paragon, Grand Darmo Suite, dan Bumi Surabaya City Resort. Banyak yah pilihannya.

Para shopaholic tinggal pilih menginap di mana, pilih lokasi yang dekat dari tujuan belanja yah. Oh ya, enaknya kalau pakai Last Minute Hotels ini kita bisa loh dapetin special rate discount up to 25%. Kalau sudah tahu mau menginap di mana, jangan lupa pastikan kita juga cari Tiket pesawat promo. Jangan sampai hotel udah dapat, tiketnya nggak dapat. Di Tiket.Com ini juga kita bisa booked tiket pesawat murah tanpa harus menunggu jauh jauh hari sebelumnya. Satu hari sebelum keberangkatan pun kita bisa dapatkan tiket pesawat yang sesuai dengan budget dan keinginan kita.

Kalau kita mau booking tiket pesawat atau kamar hotel, saran saya yah mendingan teman-teman unduh deh aplikasi Tiket.Com di gawai teman-teman. Karena apa? Selain lebih sederhana karena proses ordernya hanya perlu 3 kali klik, kalau kita booking dengan aplikasi di gawai promo dari Tiket.Com juga lebih banyak. Nah unduh aplikasinya juga mudah, download aplikasi Tiket.Com di *200*266#. Cukup ketikkan kombinasi angka dan simbol tersebut di gawai pada posisi telepon. Lantas tekan simbol “call”.

Okay okay, bagaimana para shopaholic, para pecinta diskon belanja hehehe... Informasi yang saya berikan di atas itu untuk memudahkan teman-teman yang mau datang ke Surabaya untuk belanja-belanja. Masih ada waktu yah sampai tanggal 31 Mei 2016. Kalau jadi ke Surabaya kabar-kabar yah, sampai ketemu di Surabaya.


Semoga bermanfaat   
Neng Nunung

Baca selengkapnya

Tuesday, May 17, 2016

Ini Cara Terhindar dari Infeksi Saluran Kemih ala Anita D’Caritas


Kalau saja saya membaca tulisan mbak Anita Carolina di blognya Anita D’Caritas lebih awal mungkin saya bisa mengantisipasi agar tidak terdiagnosis infeksi saluran kemih beberapa waktu lalu. Yup, secara detail mbak Anita, yang memiliki pengalaman sebagai tenaga kesehatan ini, menjelaskan tentang infeksi saluran kemih yang sering dialami oleh kaum perempuan.

Dalam tulisan PerempuanHati-hati dengan Infeksi Saluran Kemih menuliskan hal-hal yang mengindikasikan kita terkena infeksi saluran kemih, antara lain seperti saat buang air kecir terasa nyeri dan yang keluar hanya sedikit (anyang-anyangan), atau ada rasa mengganjal di area kandung kemih. Menurut mbak Anita, jika kita mengalami gejala seperti itu besar kemungkinan kita mengalami infeksi saluran kemih. Tentunya perlu pemeriksaan dokter lebih lanjut.

Dalam tulisannya, Ibu seorang anak ini menjelaskan asal muasal adanya infeksi ini berasal dari bakteri E. Coli yang berada di saluran sistem perkemihan. Jika dibiarkan, bakteri ini akan masuk sampai ke ginjal. Untuk tahu apakah bakteri dalam urin kita berada di ukuran normal atau abnormal harus melalui tes urin di laboratorium. Menurut mbak Anita, perempuan lebih rawan terkena penyakit ini karena saluran kemih pada perempuan lebih pendek daripada laki-laki.

Mbak Anita membagikan tipsnya nih agar kita terhindar dari penyakit infeksi saluran kemih. Tipsnya antara lain :
  • Kita harus menjaga agar kondisi daerah kelamin kita tidak basah dan lembab
  • Pastikan membasuh dengan air mengalir atau air bersih setelah buang air kecil
  • Setelah membasuh dengan air, pastikan di lap hingga kering setelah buang air kecil
  • Banyak minum air putih
  • Mengganti pakaian minimal 2 kali dalam sehari

Beneran deh saya nyesel banget tahunya tentang ini semua terlambat. Hingga kemarin hasil lab memperlihatkan jumlah bakteri dalam urin saya jauh di atas angka normal. Sakit perut bagian bawah ini membawa saya harus menginap di rumah sakit selama seminggu. Dan dari sinilah terkuak penyakit-penyakit lainnya. Jangan sampai baru mengobati setelah parah. Di luar itu semua, tugas kita untuk merawat kesehatan. Merawat tubuh yang sudah dikaruniai Allah SWT.

Benar kata mbak Anita, kalau kita sehat, kerja pasti juga akan tenang.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung


Baca selengkapnya

Monday, May 16, 2016

Belajar Konsistensi Ngeblog dan Semangat Berbagi dari Cerita Ida


Blognya mbak Ida Tahmidah, Cerita Ida, ini membuat langsung jatuh hati sejak pandangan pertama. Bagaimana tidak, template blognya yang cantik dan sangat ringan dan user friendly membuat saya betah berlama-lama berselancar di blog ini, membaca satu demi satu artikelnya. Dan begitu satu persatu saya membaca tulisan mbak Ida, saya menyadari satu hal bahwa beliau salah satu blogger yang ajeg di jalannya.

Ibu lima orang anak ini pernah bercerita bahwa sesungguhnya beliau sudah mulai ngeblog sejak jamannya Multiply. Huwaaa… Itu lama banget. Jadi ingat saat awal-awal ngeblog, blog saya isinya tulisan galau, puisi, curhat, dan lain-lain. Kemudian vakum lama baru aktif lagi akhir 2015. Dan membaca blog Cerita Ida membuat saya malu, bukan hanya karena dari sisi kualitas tulisan mbak Ida yang jauh lebih bagus dari saya, tapi juga malu karena inkonsistensi saya dalam menulis.

Saya jarang sekali membaca postingan tulisan yang tersirat curhat dalam blog Cerita Ida. Saya hanya menemukan tulisan yang isinya berbagi manfaat. Konsistensi menebar manfaat melalui tulisan ini tersaji dari awal post di blog Cerita Ida pada bulan Juni 2012 tentang Redenominasi. Dalam tulisan pertama di blog Cerita Ida ini, mbak Ida Tahmidah menuliskan tentang rencana Pemerintah untuk melalukan redenominasi yang banyak dicemaskan oleh masyarakat. Ia menjelaskan dalam tulisannya tentang perbedaan redenominasi dengan senering. Senering atau pemotongan nilai mata uang seperti yang pernah terjadi di tahun 1950.

Tulisan-tulisan mbak Ida selain senantiasa berbagi tips dan manfaat kepada banyak orang, blog ini juga berisi syiar tentang agama. Namun syiarnya disajikan dalam bentuk tulisan yang “adem”. Tulisan Mbak Ida memberikan insight tentang urusan urusan agama tanpa berkesan menggurui. Salah satu unggahan tulisan tentang agama yang menarik saya adalah AmalanPerempuan Haid di 10 Malam Terakhir Ramadhan.  Dari tulisan ini, saya sebagai perempuan muslim jadi lebih tahu, bahwa saat kita sedang haid pun, masih bisa memaksimalkan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan.

Mbak Ida Tahmidah ini selain konsisten menulis di blog, beliau ternyata juga produktif juga sebagai penulis buku. Beberapa buku anak dan antologi bersama komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis pernah ia terbitkan.

Nah apa sih yang bisa ditiru dari mbak Ida Tahmidah ini? Kalau saya sih merumuskannya ada 4. Antara lain :      
  1. Semangat untuk terus berbagi hal positif dan baik 
  2. Konsistensi dalam menulis
  3. Selalu berproses untuk belajar menulis lebih baik
  4. Aktif di banyak komunitas blogger dan menulis

Yuk ah belajar jadi blogger yang lebih konsisten dan fokus untuk membagikan hal-hal positif melalui tulisan. Belajar dari mbak Ida Tahmidah melalui blognya www.idatahmidah.com.

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung


Baca selengkapnya

Thursday, May 12, 2016

Belajar Menjadi Manajer Rumah Tangga dari Blog Ira Guslina


Beberapa hari terakhir saya berkesempatan untuk menekuri Blog Mbak Ira Guslina, DuniaBiza. Membaca satu persatu artikel dalam blog DuniaBiza ini seperti membuat saya belajar banyak hal sekaligus di satu tempat. Awalnya saat mendapati jika nama blog nya mbak Ira itu DuniaBiza, dalam pikiran saya, aaah paling juga hanya seputaran bisnis, MLM, atau sejenisnya. Tapi saya salah besar ternyata. Its more than an ordinary business, its about managing your family and your life.

Buat saya yang baru menikah (haish udah 2 tahun juga masih dibilang baru aja), tulisan demi tulisan yang diunggah mbak Ira itu seperti labirin labirin ilmu yang siap untuk digali. Hal ini sesuai dengan tagline yang dipilih oleh mbak Ira untuk blognya, “Cerita tentang Family, Lifestyle, & Inspirasi”. Beberapa hal yang bisa dipelajari dari blog DuniaBiza.

Untuk Para Ibu atau Ibu Wannabe
Saya suka bagian ini hehehe. Sebagai Ibu Wannabe, saya selalu suka membaca artikel bagaimana merawat anak, tips saat hamil, kesehatan anak, dan lain lain. Salah satu artikel yang cukup menarik bagi saya adalah tentang mitoskeliru soal pemberian ASI 

Dalam artikel ini, tidak tanggung-tanggung mbak Ira langsung berkonsultasi dengan nutrisionis dan konselor ASI, Sri Parmala Susi. S.ST, RD. 10 mitos keliru diungkap dengan detail dengan bahasa yang mudah dicerna oleh pembaca awam seperti saya. Misal, tentang ASI pertama yang dimitoskan mengandung penyakit.

“Faktanya, susu pertama susu pertama berupa cairan berwarna kuning atau disebut kolostrum merupakan cairan terbaik yang harus diberikan pada bayi. Kolostrum mengandung zat kekebalan yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare...”
Atau postingan lain tentang menentukan tanggal Caesar

Tulisan ini diunggah karena kegelisahan mbak Ira karena seringnya muncul artikel tentang melahirkan secara SC atau Sectio Caesare. Apakah memang saat kita memilih melahirkan dengan SC kita bisa seenaknya saja memilih tanggal cantik untuk melahirkan. Ternyata, menurut mbak Ira paling tidak ada 6 hal yang harus dipertimbangkan saat memutuskan tanggal kelahiran secara SC.

Menurut artikel mbak Ira di DuniaBiza, selain usia janin yang harus diperhatikan ada banyak hal yang juga harus dipertimbangkan. Misal, kesehatan Ibu, USG maksimal harus seminggu sebelum HPL, ketersediaan darah, dan faktor penting lainnya adalah rumah sakit. Apakah rumah sakit tersebut pro IMD atau tidak. Selain itu juga berapa biaya rumah sakit itu juga layak jadi pertimbangan.

Aneka Informasi di Kategori Wallet
Di dalam blog DuniaBiza juga terdapat banyak artikel terkait keuangan. Ingin tahu tentang seluk beluk BPJS, klaim asuransi Jasa Raharja jika mengalami kecelakaan, tips memilih asuransi, atau jika ingin tahu bagaimana mengatur uang bulanan, ada di kategori ini.

Mengapa artikel artikel ini menjadi penting? Karena menjadi ibu bukan hanya menjadikan perempuan sempurna karena melahirkan keturunan. Tetapi ibu juga harus siap menjadi manajer keuangan, guru les bimbel, antar jemput anak sekolah, dan masih banyak roles lainnya. Nah kalau ingin cari tahu lebih detail tentang keuangan atau seputaran itu, langsung ke tkp saja. Dijamin betah dan terjawab semua pertanyaannya.

Intip Lifestyle Kekinian untuk Ibu Ibu
Apalah artinya Ibu kekinian jika tidak paham sedikit soal lifestyle dan info terkini lainnya. Di kategori ini, mbak Ira menuliskan tentang banyak hal. Lebih ke gado-gado kalau menurut saya. Salah satu dari sekian banyak artikel yang diunggah di blog DuniaBiza yang saya sukai adalah tentang info lomba. Jangan protes yah hehehe.

Blog mbak Ira Guslina ini sangat ringan dan mobile friendly. Diakses melalui smartphone pun tidak lemot sedikitpun atau lag. Apalagi saat diakses dari PC atau notebook.

Penasaran dengan mbak Ira Guslina yang dari tadi saya sebut-sebut hehehe. Mbak Ira sudah malang melintang di dunia blogging dan menulis sejak lama. Ibu dua orang anak ini terus merekam jejak kesehariannya, pikirannya, dan apa yang terjadi di lingkungannya.

Yang masih penasaran dengan mbak Ira Guslina, sila hubungi :
Twitter: @duniabiza
Facebook : Ira Guslina atau Dunia Biza

Semoga bermanfaat.
Neng Nunung




Baca selengkapnya

5 Tips Liburan ke Bali ala Koper


Eits siapa yang kemarin long weekend liburannya ke luar kota atau luar negeri bahkan? Ayo ngacung. Banyak pastinya yah. Ada yang punya destinasi ke Bali? Yup, Bali memang menjadi salah satu destinasi utama saat musim liburan tiba. Bali menjadi magnet wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Jangan heran jika di musim liburan tiba, Bali menjadi penuh dengan wisatawan.

Saya sudah beberapa kali ke Bali, mulai dari cara ransel alias backpackeran, cara koper alias liburan dengan cara yang lebih nyaman (xixixi), juga cara semi koper alias ikut tour rombongan. Sekarang mau kasih tips singkat versi saya kalau teman-teman mau liburan ke Bali ala koper. Check this out yah.

Wajib Tentukan Budget Liburan
Sudah lah ini yang paling penting ya, kalau kamu ingin liburan ala koper. Make sure habis liburan gak langsung malah stres karena semua tabungan dan persediaan uang ludes yah. Budget ini juga penting untuk menentukan destinasi dan fasilitas apa yang nantinya mau kita pakai selama liburan. Idealnya sih kalau mau liburan, apalagi dengan cara koper, budgetingnya udah kudu dipikir dari jauh hari. Mengantisipasi saat mendekati hari H, keinginan kita semakin liar bertambah.

Untuk berapa budget yang kudu disiapkan, kembali ke kemampuan masing-masing yah. Jangan sampai niatnya kita mau menghilangkan stres, kembali dari liburan makin stres lihat billing kartu kredit atau saldo di rekening. So, nantinya hasrat liburan ala koper yang menggebu kudu disesuaikan dengan isi saldo yah.    

Buat Itinerary yang Detail
Nah tips kedua ini bisa dilakukan setelah tahu budget liburan di awal yah. Kita sudah tahu nih mulai deh bikin perencanaan. “Ok, duit gue segini, gue ntar mau ke sini ke sini ke sini. Nginep di sini. Naik pesawat ini. Gue mau liburan sekian hari. Bla bla bla...” Itu semua yang ada di pikiran kita harus diejawantahkan (set dah bahasanya) ke dalam sebuah perencanaan ya. Syukur-syukur bisa tertulis.
Itinerary itu seperti apa? Bisa cek di bawah ini ya.

Sumber Gambar : https://asambackpacker01.wordpress.com/category/bali/
Apa harus membuat itinerary sedetail itu? Kalau saya sih iya. Tapi itinerary ini gak saklek atau paten sih. Kalau dalam perjalanan kita mau skip ini itu dan menambahkan destinasi tambahan sih boleh aja. Tapi kalau detail sampai ke biaya dan durasi jamnya sih menurut saya penting. Ini juga bisa jadi gambaran, nantinya kita bakal keluar budget berapa. Dan apakah dengan budget senilai itu kita bisa benar-benar menikmati liburan kita. Mengunjungi destinasi yang kita impikan. Menginap di tempat yang kita idamkan. Kurang lebihnya begitu. Masuk step selanjutnya yah.    

Riset Hotel dan Pesawat Jauh Hari
Noted ya, kalaupun memang kita mau liburan ala koper, tapi urusan booking tiket dan pesawat itu harus jauh jauh hari sebelum keberangkatan. Bukan hanya untuk berburu harga lebih murah dan promo, tetapi ada yang maha penting dari itu. Kalau waktu liburan kita bertepatan dengan waktu liburan berjamaah, sudah bisa dipastikan tiket pesawat dan akomodasi di Bali jadi seuatu yang harus diperjuangkan. Gak pengen kan rencana liburan yang sudah disusun sebegitu detailnya berantakan hanya karena kehabisan tiket atau hotel yang sudah kita incar full booked?

So, riset tentang hotel dan ketersediaan tiket transportasi jauh jauh hari sebelumnya itu jadi hal penting yah. Cari tahu dulu kita mau naik pesawat apa, kelas bisnis, eksekutif, atau malah ekonomi. Terus cari tahu juga hotel yang nantinya mau kita datangi, viewnya seperti apa, lokasinya dengan destinasi wisata kita berapa jauh, kenyamanan fasilitas yang ditawarkan, dan lain-lain.
Kalau sekarang mah sudah gampang kalau mau booking hotel atau beli tiket pesawat. Sudah ada Traveloka yang bisa bantu banget untuk booking tiket dan hotel. Ada aplikasinya juga yang bisa mudah diakses dari smartphone. Jadi ga ada alasan yah untuk kehabisan tiket atau kamar full booked, riset jauh-jauh hari, dan booked saat itu juga.  

Treat Yourself Like a Queen
Karena ini adalah liburan ala koper, kenyamanan kita itu jadi poin penting. Hehehe, make sure that you (and people surrounds you) treat yourself like a queen. Ya kalau ga bisa seperti ratu, bisalah ala ala princess. Cari hotel yang viewnya juara. Selama liburan juga pastikan kamu mendapatkan pelayanan dan fasilitas terbaik.

Ibaratnya nih, kamu punya waktu 4 hari untuk bersenang-senang. Gunakan waktu sepanjang itu untuk memanjakan diri. Melakukan hal-hal yang membuat hati berbunga-bunga. Jalan-jalan ke tempat bagus. Foto selfie di spot spot terbaik. Makan di restaurant atau tempat makan yang bisa mengenyangkan hati, mata, dan perut. Dan masih banyak hal lain. Intinya satu, manjakan diri.

Buat Liburanmu Jadi Pengalaman Tak Terlupakan
Kalau saya selalu bilang tentang liburan ala koper ini, berpikirlah bahwa kali ini liburan terakhirmu. Haish serem amat. Tapi ya gitu deh, di moment liburan ini kita harus menciptakan pengalaman-pengalaman tak terlupakan. Lupakan rutinitas yang melelahkan di keseharian kita, di Bali ini saatnya bersenang-senang dan menciptakan memori yang indah.

Misal, coba deh pilih spot wisata diving atau berjalan di bawah laut, bungee jumping, atau kegiatan lainnya. Pastikan yang belum pernah dicoba ya sebelumnya.

Itu dulu deh tips dari liburan ke Bali ala koper versi saya ya. Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat.      

Neng Nunung 
Baca selengkapnya

Wednesday, April 13, 2016

Satu Cara yang Membuat Harimu Luar Biasa, Tersenyum di Pagi Hari

Coba apa yang kita pikirkan kalau dapat senyuman seperti ini?

Pernah gak kita merasa bad mood seharian?

Coba ingat-ingat apa yang terjadi?

Apakah pekerjaan kita lancar saat kita bad mood?

Apakah cara kita menghadapi orang hari itu berbeda? Lebih sensitif dan mudah tersinggung?

Saya sudah merasakan bagaimana hari saya berantakan saat saya bad mood. Rasanya perasaan ini campur aduk yang akhirnya berakibat pada pekerjaan yang tidak terselesaikan dengan baik. Oh ya beberapa hari ini,  saya sedang mencoba satu cara yang membuat hari saya menjadi luar biasa, sepanjang hari. Apa itu?

Tersenyum. Yup, tersenyum.

Kalau bad mood bagaimana kita bisa tersenyum? Ternyata bisa, saya sudah mencobanya. Awalnya susah sekali mau tersenyum di pagi hari jika hati sedang gundah. Apalagi jika ada masalah ini dan itu yang mengganggu pikiran, bawaannya pengen cemberut saja. Oh ya, sebelum saya menulis panjang lebar yuk intip manfaatnya kalau kita tersenyum. Eits, jangan salah, tersenyum itu juga banyak loh manfaatnya.

Senyum Bisa Mengurangi Stres
Nah, coba deh kalau pas kita lagi sibuk dan stress, berhenti sejenak. Pejamkan mata dan ingat-ingat hal-hal yang membuat kita tersenyum. Apa saja. Konon senyum bisa mengurangi tingkat stress. Saya sih sudah pernah coba, saat tekanan pekerjaan meningkat, saya coba alihkan perhatian untuk membaca atau melihat tontonan yang menghibur. Atau paling gak, buka You Tube, lihat stand up comedy. Tersenyum dan tertawa sejenak. Pikiran akan menjadi lebih fresh.

Senyum Bisa Membuat Kita Jadi Awet Muda
Aaahh kalau ini mah setuju banget. Percaya deh sama saya. Orang yang murah senyum dan suka membagikan senyum ke banyak orang tanpa alasan itu bisa terlihat awet muda. Coba lihat deh Tom Cruise, Richard Gere, Jeremy Thomas, Donna Harun, atau siapalah public figure yang terlihat tetap awet muda karena murah senyum. Mau awet muda? Banyakin senyum dah.

Senyum Membuat Orang Tertarik dan Berpikir Positif Tentang Kita
Orang akan cenderung tertarik berkomunikasi dengan seseorang yang murah senyum. Selain itu, image positif juga nempel di orang-orang yang suka senyum. Orang yang murah senyum akan terlihat lebih lovable dan trustworthy.

Senyum Membuat Kita Lebih Sehat
Ini kaitannya dengan poin pertama. Kalau tingkat stress berkurang tubuh juga cenderung lebih sehat. Percaya deh hehehe. Kita gak mudah emosi, gak mudah naik darah, gak mudah jantungan, atau apalah. Hidup jadi lebih ringan dan tanpa beban. Kalau dapat masalah yang buat bad mood, daripada marah dan emosi duluan, mending disenyumin dulu aja.

Senyum Mampu Menghilangkan Rasa Sakit   
Kalau ini saya pernah baca di salah satu artikel kalau tersenyum itu bisa melepaskan hormone endorfin dalam tubuh. Dengan lepasnya endorfin ini, rasa sakit yang kita rasakan cenderung mudah hilang. Kalau yang ini saya pernah coba waktu terakhir kemarin sakit asma. Gak sih langsung hilang rasa sakitnya, hanya saja rasa tenang yang membuat rasa sakit itu sedikit hilang.

Nah lantas bagaimana untuk membiasakan tersenyum di pagi hari. Kalau misal kita tengah dirundung masalah memangnya mudah kalau mau tersenyum. Ok, ini cara yang saya lakukan tiap hari dalam beberapa waktu terakhir ini.
  1. Sebelum tidur malam hari, ingat apa saja hal yang kita syukuri setiap harinya.
  2. Saat bangun pagi hari, ingat lagi apa saja hal yang kita syukuri saat ini, apa saja.
  3. Bangun mood positif dengan mendengarkan musik melalui MP3 atau radio
  4. Kalau bertemu dengan orang yang membuat kita bête, coba ingat hal-hal lucu atau menyenangkan tentang dia
  5. Mengingat Tuhan, kalau di agama saya berdzikir

Sampai saat ini, saya berhasil membangun mood positif dan tersenyum di pagi hari. Mau coba?
Semoga bermanfaat.


Baca selengkapnya

Wednesday, April 6, 2016

Kembalinya Geng Cinta dan Memori Masa Lalu

Geng Cinta are Back!!

Yah, beberapa waktu terakhir kita semua mendapat serbuan informasi baik dari online, televisi, radio, media cetak, dan lain-lain, jika Mira Lesmana dan Riri Riza akan membuat sequel dari film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dengan tajuk Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Dan saya langsung bersorak ala ABG hehehe… Yeeey… Geng Cinta are Back. Dan kemudian teman-teman tahu apa yang saya lakukan? Langsung saya menjelajah di You Tube, follow channel Miles Films dan mencari spoilernya hehehe…

Memang isu tentang reuninya Geng Cinta lengkap dengan Rangga dan Mamet ini muncul sejak iklan Line yang dibintangi oleh mereka ditayangkan di televisi dan You Tube. Dan isu itu menjadi kenyataan, film Ada Apa Dengan Cinta 2 akan ditayangkan serentak di 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei pada tanggal 28 April 2016.

Gambar diambil dari sini
Munculnya lanjutan film AADC ini membuat ingatan saya terlempar di masa-masa SMA. Bagaimana tidak, saat film ini pertama kali diputar, saya masih kelas 2 SMA. Saat itu film AADC booming banget. Sampai ada anekdot “Lu ga gaul kalau ga nonton AADC di bioskop atau hafal puisi-puisinya.” Dan saya termasuk di jajaran anak muda yang ngantri di gedung bioskop untuk nonton film AADC.

Film ini merupakan salah satu pemicu saya menggeluti dunia menulis. Namun, sesungguhnya saya sudah suka menulis sejak SD dan aktif menulis di SMP. Tapi, karena AADC ini saya mulai belajar dan mencari tahu tentang puisi dan karya sastra lebih dalam. Dan AADC juga yang membuat saya memutuskan untuk memilih masuk jurusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga.

Dulu waktu SMA, saya ingin sekali menjadi tim mading dan majalah sekolah. Lagi-lagi hal ini terpengaruh karena AADC. Tapi karena sebelumnya saya sudah aktif di KIR dan OSIS, saya tidak bisa masuk tim mading dan majalah sekolah. Saat itu, saya kecewa sekali hehehe… Karena harapannya sih saat itu, saya ingin seperti Cinta, Maura, Milly, Carmen, dan Alya.

Gagal menjadi bagian dari tim redaksi majalah sekolah dan mading, akhirnya yang saya lakukan adalah menulis dan mengirimkan tulisan saya ke mereka. Hehehe… Kadang dimuat, tapi lebih banyak tidak. Tapi sadarlah saya, saat itu tulisan saya pasti masih acak adut dan tidak layat muat.
Sejak saat itu, saya sangat terpacu untuk bisa menulis dan mempelajari sastra Indonesia lebih dalam lagi. Dan inilah saya sekarang, di sini menuliskan semua kenangan itu.


Semoga bermanfaat.      


Baca selengkapnya

Ayam Plecing ala Papa yang Eundooll…


Papa saya berasal dari pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Merantau ke Jawa sejak sangat muda dan memutuskan untuk menjadi Pelaut masa itu. Pengalaman beliau merantau, bekerja sebagai ABK (Anak Buah Kapal) ke berbagai penjuru Nusantara dan beberapa negara di dunia, membuat beliau terbiasa mengerjakan pekerjaan harian rumah sendiri. Salah satunya memasak.

Keahlian memasak inilah yang dibawa Papa hingga berkeluarga. Satu hal yang saya kagumi dari orang tua saya adalah beliau berdua menjalankan kehidupan rumah tangga itu sebagai partner. Mama tidak takut untuk ikut membetulkan jika ada sudut rumah yang rusak. Dan Papa juga tidak segan untuk turun ke dapur memasak untuk kami semua.

Salah satu menu yang paling sering Papa masak adalah Plecing Ayam. Plecing Ayam ini makanan khas dari Lombok kata Papa. Kalau kata saya mah ayam suwir hehehe… Pertama kali tahu menu ini saya waktu kecil, saya masih SD mungkin. Saat itu, Papa minta Mama belanja ayam beberapa ekor. Mama dari pagi sudah siap dengan ayam ayam potong. Pulang sekolah, Mama meminta tolong untuk membantu nyuwiri ayam.

Saat itu saya sih nurut saja, jadi setelah semua ayam digoreng Mama kemudian ditaruh di wadah baskom besar. Setelah itu tugas saya untuk nyuwiri kecil-kecil. Banyaaak banget ayam yang harus disuwiri, seinget saya waktu itu nyuwiri sampai hampir Maghrib. Hasil ayam suwirnya sampai sebaskom munjung. Saya lantas berpikir waaah ini pasti ada pesta ini, jarang-jarang Mama masak ayam segitu banyaknya.

Saat Papa pulang dari kerjanya, beliau langsung menuju dapur dan menyiapkan bumbu-bumbu. Tidak lama suara blender terdengar. Aroma tumisan bumbu semerbak di seluruh rumah. Aroma cabenya pedas banget nyegrak di hidung. Agak lama, Papa keluar dari dapur dengan membawa semangkok tanggung ayam yang tadi saya suwir yang sudah berbumbu.

Saya bingung, kok cuma segitu, kan tadi saya nyuwiri ayam banyak banget. Tidak lama Mama membawa wadah besar berisi ayam bumbu lainnya yang  sudah diwrap plastik dengan rapi. Ternyata Papa mendapat pesanan lauk ayam dari rekanan kerjanya. Tidak lama Papa mengajak saya ke daerah yang tidak pernah saya datangi. Saya membawa wadah itu di belakang sambil dibonceng Papa. Papa mengajak saya ke daerah yang rumah-rumahnya seperti di dongeng Disney. Rumah besar berjajar, membuat saya terkagum-kagum. Kami berhenti di salah satu rumah, Papa memencet bel dan bapak-bapak keluar. Papa menyerahkan wadah yang berisi penuh dengan ayam.

Saya ingat sekali, saat perjalanan pulang saya ngedumel “Nunung kan udah capek nyuwiri, masa cuma dapet dikit ayamnya Pa”. Papa menjawab “Sabar, kan kalau gini kita dapat uang, nanti kita masak ayam yang lebih banyak.”

Sampai rumah, kami bertiga makan ayam masakan Papa dengan nasi panas. Sejak saat itu, Papa sering meluangkan waktu untuk masak Ayam Plecing untuk kami. Bahkan sampai sekarang, setelah beliau pulih dari stroke kadang beliau memasak Ayam Plecing atau kadang dimodifikasi diganti dengan tempe atau ikan tongkol. Mama sebenarnya juga pernah sih diajari Papa cara memasak Ayam Plecing, tapi entah mengapa rasanya tidak sesedap saat Papa yang memasak.

Mau tahu resep andalan Papa yang menjadi favorit kami sekeluarga? Kurang lebih saya tuliskan di bawah ini yah. Nanti kalau pengen lebih detail saya berikan nomor handphone Papa saya deh. Hehehe… Oh ya, saya juga kebingungan mencari foto untuk Ayam Plecing buatan Papa, karena memang jarang saya abadikan. Jadi saya mengambil gambar ilustrasi untuk tulisan ini dari sini.

Ayam Plecing ala Papa
Bahan 
  • 1-2 ekor Ayam (sesuai kebutuhan)
  • Minyak Goreng secukupnya
  • Garam
  • 7-8 lembar Daun Jeruk (Dicacah atau blender halus)
  • 3-4 buah Jeruk limo, iris jadi dua 
  • 1 Jari lengkuas, rajang halus

Bumbu Halus :
  • 10 buah cabe keriting
  • 100 gram cabe kecil
  • 20 butir bawang merah
  • 10 butir bawang putih
  •  ½ sendok teh terasi

Cara Membuat : 
  1.  Potong-potong ayam sesuai kebutuhan untuk memudahkan suwiran, cuci bersih. Goreng ayam hingga kering.
  2. Suwir daging ayam kecil kecil, kalau ada tulang muda jangan dibuang, jadikan satu potong kecil.
  3.  Tumis bumbu halus hingga matang dan harum
  4.  Masukkan daun jeruk, garam, dan perasan air jeruk limo sekalian ama buahnya, juga lengkuas.
  5. Tumis lagi bumbunya sampai tanek.
  6.  Masukkan suwiran daging ayam. Aduk hingga bumbu merata dan matang sempurna.
  7. Ayam Plecing siap disajikan dan disantap dengan nasi hangat.

ps : Kalau pengen tahu detail beneran deh saya kasih nomor handphone Papa saya. Jangan lupa kirim ke rumah kalau coba resep ini yah. Selamat mencoba.         

Baca selengkapnya

Tuesday, April 5, 2016

Berusaha Mendefinisikan Kado Terindah Untukmu


Memiliki lelaki yang bersama dan menemani di lebih dari satu dekade itu terkadang tidak menjamin kita benar-benar tahu apa yang diinginkannya. Saya pun begitu, saya hingga kini masih berusaha memahami suami saya tercinta. Ada yang pernah mengatakan pada saya, kehidupan rumah tangga itu layaknya rumah tumbuh. Harus siap kapanpun untuk terus berproses menjadi lebih baik.

Waktu kemarin suami saya ulang tahun, jujur saya bingung hendak memberikan kado apa. Saat iseng saya tanya “Ay, mau kado apa untuk tahun ini?” Dia hanya tersenyum dan berkata tak ingin apa-apa. Namun, sesekali saya memperhatikannya mengutak atik handphonennya yang memang sudah agak lemot. Beberapa kali saat kami jalan bersama dengan motor, ia juga mengeluhkan motor yang sudah mulai tidak layak jalan. Ada kalanya pula, saya memperhatikannya kebingungan saat pergi ke luar untuk acara santai karena jaketnya hanya jaket rider.

Lantas saya berpikir, apa kado yang pas untuk suami saya handphone, motor, atau jaket? Makin bingunglah saya. Kemudian percakapan itu pun hadir. Suatu hari, kami berdua, entah mulai dari mana, mulai berbicang hangat. Ia sempat mengucapkan kalimat yang membuat saya meleleh.

“Ayah gak mau apa-apa Bund, asal Bunda sehat, gak sakit-sakitan. Itu saja”

Kata-kata itu membuat saya tersadar, belakangan memang saya mulai sakit ini dan itu. Awalnya, saya tidak memandang serius. Saya juga berpikir kan ini badan saya, kalaupun sakit hanya saya saja yang merasakannya. Ternyata saya salah, ternyata saya lupa kalau saat ini ada Ia yang juga menerima amanah dari Papa untuk menjaga saya.

Wahai suamiku, apa cukup untukmu diriku yang sehat saja bisa menjadi hadiah untukmu. Kalau memang iya, betapa beruntungnya saya, bahkan saat harusnya kamu memikirkan apa yang kamu inginkan, kamu malah memikirkan kepentinganku. Jujur saya ragu saat itu hehehe... Saya sempat memancingnya dengan berbagai cara. Dan jawabannya malah membuat saya jadi nyess... Dia bilang kalau barang-barang yang lain itu dia bisa beli sendiri. Kalah telak lah saya. Ya iyalah, gaji dia jauh lebih tinggi dari pendapatan saya hahaha.

Jadi saat Kang Dani Rachmat membuat giveaway yang bertema “Kado yang Paling Pas untuk Cowok”, langsung muncul fragmen fragmen cerita di atas dalam ingatan saya. Saya, berdasarkan hasil investigasi saya ke Mas Suami, akhirnya memberikan improvisasi sedikit. Kado yang paling pas untuk laki-laki beristri adalah memiliki istri yang sehat dan bahagia. Mengapa demikian?

Karena kehidupan rumah tangga sesungguhnya adalah sebuah kerjasama tim. Memiliki partner tim yang sehat dan memancarkan aura positif yang penuh kebahagiaan akan memudahkan tim itu untuk menjalani tiap tantangan yang muncul. Istri merupakan nyawa bagi sebuah rumah tangga. Coba bayangkan jika pasangan kita sakit-sakitan, kita tentu terbebani secara psikologis. Belum lagi roda rumah tangga pasti tidak seimbang, karena ada salah satu pihak yang tidak bisa melangkah seiringan.

So, that’s way, sekarang saya mulai menjaga kesehatan. Bukan diet serampangan yah. Tapi sehat dengan menjaga asupan makanan, aktifitas fisik yang diperbanyak, olahraga, dan lain-lain. Bukan karena saya sok memperhatikan diri sendiri. Tapi karena saya ingin memberikan kado terindah untuk suami saya. Menyehatkan diri terlebih dulu sembari menjaga kesehatannya juga. Itu kado yang terindah untuk laki-laki yang menjadi Imam saya. 

Saya ingin memberikan diri saya yang sehat kepadanya agar kami bisa menua bersama. Agar saya tidak melihat wajahnya yang panik saat saya sedang sakit. 

Bagiamana dengan kado terindah menurutmu?

Semoga bermanfaat.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Giveaways yang diadakan oleh Kang Dani Rachmat. Informasi tentang lomba bisa didapatkaan di sini

Sesungguhnya tulisan ini harus terunggah tanggal 5 April maksimal. Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan (alasan aja lu neng) saya baru bisa post hari ini. Niatnya ingin meramaikan Giveaway Kang Dani aja deh. :) 
Baca selengkapnya

Monday, April 4, 2016

Yakin Masih Bosen nge-Blog Kalau Lakukan Cara Ini?



Pernah ga merasa jenuh nge-blog? Saya pernah, beberapa kali. Tapi sebenarnya bukan jenuh kali ya tapi saking capeknya sampai malas nulis. Seperti saat ini, pekerjaan kantor begitu menghujam, lapak online saya juga Alhamdulillah lagi rame-ramenya. Menulis blog itu seperti barang mewah bagi saya saat ini. Harus curi-curi waktu dan sempet-sempetin buat nulis. Di tengah lelah dan kantuk, postingan ini dibuat.

Kemudian saya berpikir, tujuan awal saya menulis blog itu untuk bersenang-senang. Saya menulis blog sejak 2009, dan sejak itu saya menjadikan menulis sebagai media rekreasi dan menumpahkan segala penat dan emosi yang terpendam. Makin ke sini, tujuan menulis blog pun berkembang. Dan jujur, saya semakin merasa bersenang-senang. Ada satu masa memang jenuh, lelah, atau apalah. Tapi, begitu ingat hal lain yang membuat saya kembali semangat menulis blog, hal-hal negatif itu semua hilang. Apa saja itu? Simak yuk.

Nulis Blog itu Penyeimbang Jiwa
Nge-Blog atau menulis itu bagi saya pribadi merupakan terapi jiwa. Terlebih di masa awal saya nge-blog yang isinya menggalau terus. Saat itu, saya memang tengah mendapat tantangan hidup yang luar biasa. Dan menurut seorang kawan, menulis adalah salah satu cara untuk membuat saya tetap “ada”.

Kalau saat ini, saya menulis blog masih bertujuan sebagai penyeimbang jiwa. Di tengah rutinitas pekerjaan yang saya lakukan setiap hari, menulis itu merupakan surga bagi saya. Sejenak penat akan terhilang. Melakukan satu hal yang paling kamu sukai, di tengah seharian melakukan hal yang “bukan kamu banget” itu begitu menghidupkan.

Eksistensi & Personal Branding
Entah yang lain, tapi bagi saya blogging juga sebagai wujud eksistensi dan personal branding saya. Saya bisa mengenalkan diri ke banyak orang melalui tulisan-tulisan saya. Mengenal banyak orang di komunitas blogger atau komunitas lain melalui tulisan.  

Sekarang ini saya bisa lebih mudah melakukan pendekatan ke orang lain dan selalu diakhiri “Kunjungi blog saya yah, nengnunung.com”.  

Tertantang hal Baru
Ini yang membuat saya betah nge-blog dan ini pula yang membuat saya selalu kangen nge-blog setelah beberapa lama vakum. Hal itu adalah tantangan.

Yup, setelah mendeklarasikan diri sebagai blogger, banyak hal baru yang harus saya pelajari. Tantangan demi tantangan baru muncul bergantian untuk dieksekusi. Misal, saya mulai tahu bagaimana itu coding meskipun secara sederhana. Saya mulai tahu, dalam sebuah postingan blog, efek visual itu penting untuk menarik pembaca. Dan banyak hal lainnya. Percayalah, semakin kita banyak tahu, semakin banyak yang harus kita pelajari.

Blogging Jadi Sumber Penghasilan?
Apa iya nge-blog bisa dapat penghasilan? Bisa iya bisa tidak bagi saya. Kalau dari awal memang berniat mengumpulkan pundi-pundi dari blogging, ya sudah berarti memang bisa. Tapi kalau idealismenya gak me-monetize blog ya gak masalah.

Kalau saya? Saya masih suka datang ke acara ini itu untuk membuka peluang. Saya juga masih menerima job review. Saya masih belajar bagaimana memanfaatkan blog untuk sumber penghasilan.  Kalau kamu?


Semoga bermanfaat   
Baca selengkapnya